Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batanghari

Dinkes Batanghari Temukan 100 Kasus TBC Baru

Di tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari telah menemukan 100 kasus baru pasien TBC di Kabupaten Batanghari.

Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Batanghari, Wendrawati. 

TBC di Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang biasanya menyerang paru-paru.

Di tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari telah menemukan 100 kasus baru pasien TBC di Kabupaten Batanghari.

"Memang untuk TB ini adalah program yang harus dikejar, kita selalu melakukan kontak erat untuk keluarga yang menderita TB dan pada tahun 2024 ini kita menemukan 100 kasus TB baru," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Batanghari, Wendrawati.

Ia mengatakan kasus TBC di Kabupaten Batanghari masih cukup tinggi, dimana sepanjang tahun 2023 lalu setidaknya ada 541 pasien TBC di kabupaten.

Untuk menekan penyebaran kasus TBC di Kabupaten Batanghari, Wendrawati mengatakan bahwa pihaknya melakukan screening terhadap keluarga pasien TBC.

Baca juga: Gajah Betina Ditemukan Mati di Tebo, BKSDA Jambi Turunkan Tim Olah TKP

Baca juga: DPC Gerindra Batanghari Buka Pendaftaran Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wabup

"Upaya pencegahan tetap dilakukan, jadi kalau ada gejala ditemukan kita upayakan untuk tes cepat molekuler, ini menjadi target kami untuk dikejar," ujarnya.

Lebih lanjut, Wendrawati mengatakan untuk pasien TBC saat ini sudah dilakukan pemulihan dengan meminum obat dan pengecekan secara rutin.

"TB ini bisa menular kes siapapun, dan memang rentan di usia anak-anak dan usia lanjut," ujarnya.

Wendrawati mengatakan bahwa seluruh pengobatan pasien TBC gratis tanpa dipungut biaya apapun. Ia mengatakan bahwa jika ada masyarakat yang merasa gejala TBC bisa langsung datang ke pelayanan kesehatan terdekat di Kabupaten Batanghari.

"Pemeriksaan gratis, obat gratis. Sampaikan saja, kami juga sudah melakukan pendekatan agar masyarakat bisa melaporkan," ujarnya. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News'

Baca juga: Gajah Betina Ditemukan Mati di Tebo, BKSDA Jambi Turunkan Tim Olah TKP

Baca juga: Prediksi Skor Getafe vs Athletic Bilbao di La Liga Malam Ini - 02.00 WIB

Baca juga: Istri Mantan Gubernur Jambi Fachrori Umar, Rahima Dituntut 4 Tahun 5 Bulan Kasus Ketok Palu RAPBD

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved