Berita Batang Hari
Keterbatasan SDM, RSUD Hamba Masih Butuh Tambahan Dokter Spesialis
RSUD Hamba Batang Hari masih kekurangan dokter spesialis, khususnya jantung dan kanker, sehingga banyak pasien dirujuk ke luar daerah.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Kabupaten Batang Hari masih mengalami kekurangan tenaga dokter spesialis, khususnya pada layanan penyakit jantung dan kanker, Selasa (31/3/2026).
Kondisi tersebut menjadi perhatian manajemen rumah sakit seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang selama ini masih banyak dirujuk ke luar daerah, termasuk ke Kota Jambi.
Direktur Utama RSUD Hamba, dr Ibnu Rahmat Muda, mengatakan bahwa secara umum kebutuhan dasar rumah sakit belum sepenuhnya terpenuhi, terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM) tenaga medis spesialis.
"Dengan standar rumah sakit saat ini, untuk kebutuhan dasar memang masih ada kekurangan dokter spesialis. Ini menjadi tantangan bagaimana program rumah sakit bisa memenuhi kebutuhan SDM tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, saat ini RSUD Hamba masih membutuhkan sejumlah dokter spesialis, di antaranya dokter jantung dan dokter kanker.
Upaya pemenuhan tenaga tersebut terus dilakukan, termasuk melalui dukungan dari Kementerian Kesehatan.
"Untuk kebutuhan di Batang Hari, kita masih memerlukan dokter jantung dan dokter kanker. Tahun ini kita juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan, namun tetap perlu mencari SDMnya," ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah dokter spesialis yang ada saat ini sekria 25 orang, ditambah dokter tamu sehingga totalnya mencapai sekitar 30 orang.
Selain itu, terdapat pula putra putri daerah Batang Hari yang sedang menempuh pendidikan spesialis dan diharapkan dapat kembali mengabdi dalam beberapa tahun ke depan.
"Ada juga yang masih sekolah, putra-putri asli Batang Hari. Kemungkinan dua hingga tiga tahun ke depan sudah bisa bertugas di sini," ujarnya.
Ia menambahkan, RSUD Hamba menargetkan dapat membuka layanan operasi jantung pada tahun depan, seiring dengan pemenuhan tenaga medis dan fasilitas pendukung.
"Mudah-mudahan tahun depan kita sudah bisa membuka layanan operasi jantung," jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, pihak rumah sakit juga telah mengusulkan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD).
Menurutnya, pengusulan tersebut didasarkan pada kebutuhan riil rumah sakit, mengingat masih banyak pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di Jambi.
"Kita sudah sampaikan usulan ke BKPSDMD, karena banyak pasien kita yang dirujuk ke Jambi. Ini menjadi pertimbangan penting dalam pengusulan," tegasnya.
Ia juga menjelaskan kebutuhan dokter spesialis disesuaikan dengan standar pelayanan rumah sakit dan jumlah pasien. Untuk satu bidang keahlian tertentu, minimal terdapat dua hingga tiga dokter spesialis.
"Untuk satu bidang seperti penyakit dalam, minimal dua hingga tiga orang, tergantung juga dengan jumlah pasien yang ada," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
| Batang Hari Kaji WFH ASN, Fokus Efisiensi BBM dan Pelayanan |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Batang Hari Kembali Normal Usai Lebaran |
|
|---|
| Ekonomi Batang Hari Tumbuh 5,21 Persen, Kemiskinan dan Pengangguran Turun |
|
|---|
| Musrenbang RKPD Batang Hari 2027 Digelar, Fokus pada Kebutuhan Daerah |
|
|---|
| Enam Dapur MBG Beroperasi di Batang Hari, 21 Ribu Sudah Terima Manfaat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/dr-Ibnu-Rahmad-Muda.jpg)