Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Kerinci

Air Danau Kerinci Menyusut, DPRD Kerinci Gelar Hearing Bersama PLTA

Fenomena surutnya debit air Danau Kerinci dalam beberapa pekan terakhir mendapat respon dari DPRD Kerinci.

Penulis: Herupitra | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Herupitra
DPRD Kabupaten Kerinci menggelar hearing bersama PLTA Hidro Merangin Kerinci pada Selasa (3/2/2026), guna mencari kejelasan penyebab menyusutnya air danau Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Fenomena surutnya debit air Danau Kerinci dalam beberapa pekan terakhir memicu keresahan masyarakat. 

Sebab kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas nelayan serta petani di sekitar kawasan danau.

Menyikapi persoalan tersebut,DPRD Kabupaten Kerinci menggelar hearing bersama PLTA Hidro Merangin Kerinci pada Selasa (3/2/2026), guna mencari kejelasan penyebab menyusutnya air danau.

Dalam hearing yang juga dihadiri oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat menyampaikan keluhan masyarakat yang merasakan langsung perubahan kondisi Danau Kerinci

Nelayan kesulitan melaut karena permukaan air yang terus surut, sementara petani mengalami gangguan pasokan air untuk sawah dan ladang mereka.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan keberlanjutan mata pencaharian warga jika kondisi tidak segera ditangani secara serius.

Untuk masyarakat mendesak transparansi dari Pihak PLTA. Dan meminta pihak PLTA memberikan penjelasan terbuka terkait aktivitas operasional yang diduga berkaitan dengan penurunan debit air.

“Mengeringnya Danau Kerinci sangat berdampak bagi nelayan dan petani. Kami berharap PLTA menyampaikan kondisi sebenarnya secara transparan,” tegas Ruslan.

Menanggapi desakan tersebut, Humas PLTA, Asroli, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan uji coba turbin pada 1 hingga 15 Januari 2026.

Pada periode yang sama, wilayah Kerinci disebut mengalami curah hujan yang relatif rendah.

Asroli menjelaskan, menurunnya curah hujan berdampak pada pasokan air dari Sungai Batang Merao serta sejumlah sungai penyangga lainnya yang bermuara ke Danau Kerinci

Ia juga menyebut adanya rekayasa cuaca di wilayah Sumatera Barat yang turut memengaruhi pola hujan regional.

“Minimnya hujan membuat suplai air ke danau berkurang signifikan. Padahal secara iklim, Kerinci seharusnya masih berada dalam fase basah hingga awal Februari,” jelasnya.

Anggota DPRD Kerinci, Irwandi, menilai persoalan ini tidak hanya menyentuh sektor perikanan dan pertanian, tetapi juga perekonomian daerah secara luas.

Menurutnya, Danau Kerinci merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved