Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Idul Adha di Jambi

Jelang Idul Adha, Disnakbun Merangin Tinjau Standar Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban

Dinakbun Merangin tinjau standar kelayakan kesehatan hewan ternak yang akan dijadikan hewan kurban, Rabu (06/05/2026).

Tayang:
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
Ilustrasi hewan ternak 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO- Menjelang hari Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Dinakbun) Merangin tinjau standar kelayakan kesehatan hewan ternak yang akan dijadikan hewan kurban, Rabu (06/05/2026).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, drh Rita Anggraini mengatakan jelang hari Idul Adha di stok ketersediaan hewan ternak sapi ada sebanyak, 6.920 ekor, kerbau sebanyak 1.968 ekor, kambing sebanyak 22.952 ekor, dan domba sebanyak 3.528 ekor.

"Seperti tahun sebelumnya, kita 2 minggu atau 1 minggu sebelum hari Raya Idul Adha, biasanya kita turun ke lapangan untuk memeriksa hewan ternak yang akan dijadikan hewan qurban, untuk wilayah Bangko itu ada 5 pengepul ternak, yang jumlah ternak nya lumayan banyak, untuk wilayah kecamatan lain itu kami berdayakan petugas dari UPTD Puskeswan yang ada di Kabupaten Merangin, untuk melaksanakan pemeriksaan hewan ternak," kata Rita Anggraini.

"Kita akan melakukan pemeriksaan antemortem dan posmortem terhadap hewan ternak, pertama, kita akan mengamati bentuk mata, mulut, kulit dan cara berdiri dari hewan ternak itu, apakah ada cacat atau tidak dari hewan ternak itu, kedua, kita akan memeriksa umur hewan ternak itu, ketiga, kita periksa apakah hewan ternak itu ada diare atau penyakit lainnya," tambahnya.

Rita Anggraini melanjutkan apabila pelaksanaan pemeriksaan hewan ternak tersebut sudah memenuhi kriterianya standar kesehatannya, maka pihak nya akan mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan.

"Setelah kami melakukan pemeriksaan hewan ternak dan hewan tersebut sudah memenuhi kriteria standar kesehatan nya, maka kami akan mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan yang ditanda tangani oleh dokter hewan yang berwenang," jelas Rita Anggraini.

Baca juga: Lepas Keberangkatan Haji 2026 Jambi, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik Jemaah

Baca juga: Bupati Merangin M Syukur Tinjau Korban Banjir di Lembah Masurai, Kebutuhan Balita Jadi Prioritas

"Kita di Merangin memiliki UPTD yang membawahi 6 Puskeswan, meliputi Puskeswan Unit Sungai Manau, Unit Pamenang, Unit Rawa Jaya, Unit Muara Siau, Unit Tabir, dan Unit Bangko, yang dipimpin oleh koordinator Dokter Hewan dan pegawai para medis dan Inseminator lapangan" lanjutnya.

Rita Anggraini mengungkapkan jenis penyakit hewan ternak sapi biasanya SE, Jembrana, MK.

"Kalau  penyakit antrak dulu ada, tapi  sudah lama, sekarang tidak ada, tapi kami tetap melakukan monitoring penyakit Antrak itu," jelas Rita Anggraini.

Rita Anggraini menjelaskan jika hewan ternak itu tidak layak dijadikan hewan kurban, maka pihaknya akan menyampaikan kepada peternak agar hewan ternak tidak sehat (sakit) tersebut di pisahkan dari hewan ternak lainnya, kita akan melaksanakan pengobatan, dan jangan dijadikan sebagai hewan kurban karena kondisinya tidak layak.

"Untuk sentra ternak besar di Merangin itu, kita memiliki dua sentra ternak yang berada di wilayah Hitam Ulu dan wilayah Pamenang," kata Rita Anggraini.

"Standar hewan kurban yang dikatakan layak dan sehat itu, misalnya kondisi hewan ternak itu kurus, bulu nya berdiri, mata nya berair, itu kita sampaikan kepada peternak, di tunda dulu dan disarankan hewan ternak itu terlebih dahulu dilakukan proses pemulihan, apakah nanti diberikan obat cacing, suntik vitamin, dan kami sarannkan juga kepada para peternak, hewan yang di jadikan hewan kurban itu adalah hewan yang sudah di vaksin, di merangin ini ada vaksin PMK, vaksin Jembrana, dan vaksin SE," kata Rita Anggraini.

"Untuk umur hewan yang layak dijadikan hewan kurban, itu minimal sudah berusia di atas dua tahun, jenis hewan ternak itu itu ada, sapi bali, kerbau, simetal dan limousin, kambing jenis kacang dan PE," tutup Rita Anggraini.

(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)

 

 

Ikuti saluran Tribun Jambi di WhatsApp

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Bupati Merangin M Syukur Tinjau Korban Banjir di Lembah Masurai, Kebutuhan Balita Jadi Prioritas

Baca juga: Ijazah Jokowi Digugat Lagi ke Pengadilan, Ini Sosok Alumni UGM Sang Penggugat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved