Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pelangsir BBM di Bungo

Pasokan BBM Subsidi SPBU Tebing Tinggi Disetop imbas Pelangsiran Tempo Hari

Sejak terungkapnya kasus penyalahgunaan BBM subsidi beberapa waktu lalu, Pertamina masih menghentikan penyaluran BBM subsidi di SPBU Tebing Tinggi

Ist
DITANGKAP - Satu pelangsir dan operator SPBU Tebing Tinggi, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, Jambi ditangkap polisi pada Kamis (9/4/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Sejak terungkapnya kasus penyalahgunaan bahan bakar subsidi beberapa waktu lalu, Pertamina masih menghentikan penyaluran BBM subsidi di SPBU Tebing Tinggi, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Muaro Bungo.

Sales Branch Manager (SBM) Jambi II Fuel, Jason Paulinus, menjelaskan bahwa penghentian hanya berlaku untuk BBM subsidi.

Sementara itu, bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite tetap tersedia dan dijual seperti biasa.

"SPBU tersebut sampai sekarang masih kami setop untuk penyaluran (BBM) subsidinya. Pertamax dan Dexlite (nonsubsidi) masih berjualan," ujarnya pada Senin (13/4/2026).

Terkait status izin operasional SPBU, ia menyebut pihaknya masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Sambil menunggu proses hukum selesai," kata Jason.

Kasus penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU Tebing Tinggi, Dusun Lubuk Landai, terungkap pada Kamis (9/4/2026). 

Dalam kasus tersebut, dua orang berinisial TS dan N ditangkap polisi. Keduanya berperan sebagai pelangsir dan operator SPBU.

Modus yang digunakan adalah memanfaatkan banyak kode batang (barcode) untuk mengisi ulang BBM subsidi secara berulang.

Praktik ini disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menyebabkan kerugian negara hingga Rp276 miliar.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengungkapkan bahwa operator SPBU memiliki lebih dari 80 barcode untuk memanipulasi pengisian BBM subsidi.

"Satu mobil ada yang punya 20 barcode," sebutnya.

Kerugian negara dihitung sejak 2013 hingga April 2026 berdasarkan selisih harga solar subsidi dengan solar industri.

"Berdasarkan hasil perhitungan bahwa kuota SPBU tersebut 16 ton perhari sehingga setiap harinya habis. Makanya kita hitung berdasarkan pelangsir 80 persen.

"Jadi selisih harga solar pada saat 2013 dengan solar industri 2013, kita kalikan dengan saat ini dan munculah angka itu," jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved