Berita Merangin
Air Sungai di Merangin Jambi Semakin Keruh, DPRD Minta Pemkab Bertindak Tegas
Kondisi air di sejumlah sungai di Kabupaten Merangin semakin memprihatinkan. Air tampak keruh dan tidak layak konsumsi.
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Kondisi air di sejumlah sungai di Kabupaten Merangin semakin memprihatinkan.
Air tampak keruh dan tidak layak konsumsi, yang diduga kuat disebabkan oleh aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Syafrani, mengatakan bahwa beberapa sungai seperti Batang Merangin, Batang Masumai, Tabir, dan Tembesi kini berada dalam kondisi keruh yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jambi Rabu Sore di Kerinci hingga Merangin
"Tingkat kekeruhan air sungai yang ada di beberapa wilayah Merangin ini disebabkan oleh adanya aktivitas PETI. Ini sudah menjadi pantauan kami," kata Syafrani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/08/2025).
Ia menjelaskan bahwa air yang layak konsumsi seharusnya tidak berbau dan jernih.
Namun, aktivitas PETI menyebabkan air sungai tercampur lumpur.
“Penyebab kekeruhan air sungai ini kan disebabkan oleh aktivitas PETI, yang air dan lumpurnya dibuang ke sungai,” tutupnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua I DPRD Merangin, Herman Efendi, juga menyayangkan kondisi tersebut.
Baca juga: Mahfud MD Singgung Kejanggalan KPK Soal Penangkapan Immanuel Ebenezer: Tida Sesusai Defenisi Hukum
Ia menilai, aktivitas PETI tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan warga, terutama yang masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
"Dampak keruhnya air sungai di Merangin akibat aktivitas PETI ini, tentunya berakibat buruk bagi kesehatan warga di sekitar bantaran sungai jika mereka mengkonsumsi air sungai tersebut secara langsung," ujar Herman Efendi saat dihubungi via telepon, Kamis (28/08).
Herman juga meminta Pemerintah Kabupaten Merangin untuk serius menangani persoalan ini.
"Kami tinggal melihat bagaimana pola dan cara keseriusan dari Pemkab Merangin untuk mengatasi keruhnya air sungai dampak dari aktivitas PETI ini. Harus ada win-win solution-nya. Sebagai contoh, Kabupaten Bungo sudah berhasil menjernihkan beberapa air sungai akibat aktivitas PETI di wilayahnya," katanya.
Sebagai solusi, Herman menyarankan agar Pemkab Merangin melakukan studi banding ke Kabupaten Bungo.
"Saran saya, ada baiknya jika Pemkab Merangin melakukan studi banding dengan Pemkab Bungo terkait bagaimana cara mengatasi keruhnya air sungai akibat dari aktivitas PETI. Sudah terbukti beberapa sungai di Kabupaten Bungo telah jernih dan airnya bisa dikonsumsi langsung oleh warga," jelasnya.
Selain itu, ia menilai pentingnya sosialisasi kepada para penambang agar tidak melakukan kegiatan di sekitar bantaran sungai.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.