Tribun Wiki

WIKI JAMBI Sosok Kolonel Abundjani, dari Pendidikan hingga Karier Militer

Selain itu, namanya juga diabadikan pada nama fasilitas umum, seperti rumah sakit dan jalan. Siapa sebenarnya Kolonel Abundjani?

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/mareza
Museum Perjuangan Rakyat Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kolonel Abundjani merupakan satu di antara pahlawan asal Jambi. Dia merupakan seorang pejuang Jambi pra dan pascakemerdekaan.

Jasanya terhadap Jambi membuat namanya dikenang.

Selain itu, namanya juga diabadikan pada nama fasilitas umum, seperti rumah sakit dan jalan. Siapa sebenarnya Kolonel Abundjani?

Baca juga: Air Danau Sipin Meluap, Ojek Perahu Taman Wisata Danau Sipin Mengalami Peningkatan Omzet

Baca juga: 10 Bukti Kemiripan Pemeran di Video Syur Mirip Gisel Versi Pakar, Roy Suryo Menduga Video Dicuri

Baca juga: VIDEO Biadab! Detik-detik Seorang Kakek Jadi Korban Jambret di Kota baubau

Lahir di Batang Asai

Kolonel Abundjani dilahirkan di Batang Asai, Sarko (Sarolangun-Bangko), Jambi, 24 Oktober 1918. Dia adalah seorang pejuang asal Jambi.

Kolonel Abundjani adalah anak seorang demang yang berkedudukan di Rantau Panjang, Batang Asai, yang bernama Demang Makalam.

Demang Makalam berasal dari Pondok Tinggi, Kerinci, sedangkan ibunya bernama Siti Umbuk berasal dari Desa Keladi.

Dia merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Dari rahim Siti Umbuk, lahir lima orang anak. Mereka adalah Siti Rodiah, M Kamil, Siti Raimin, Abunjani, dan M Sayuti.

Pendidikan Kolonel Abundjani

Baca juga: 10 Bukti Kemiripan Pemeran di Video Syur Mirip Gisel Versi Pakar, Roy Suryo Menduga Video Dicuri

Baca juga: VIDEO Biadab! Detik-detik Seorang Kakek Jadi Korban Jambret di Kota baubau

Baca juga: Warga Sekernan Tangkap Ular Piton Sepanjang Tujuh Meter, Sudah Mangsa Dua Ekor Kambing Warga

Sejak kecil, Abundjani telah mendapat asupan pendidikan yang layak.

Ayahnya yang merupakan seorang demang memberi kesempatan untuk anak-anaknya bersekolah di lembaga pendidikan formal, sampai akhirnya memiliki peran besar dalam memimpin pasukan di Jambi.

Berdasarkan makalah yang ditulis sejarawan Jambi, Junaidi T Noor (kini almarhum), pada 1926, Abunjani bersama kakaknya, M Kamil dikirim ke Jambi untuk bersekolah di bawah asuhan Ali Sudin, keponakan Makalam yang bekerja sebagai clerk (juru tulis) di kantor Kontrolir (Countroleur) Jambi.

Saat itu Abundjani masih berusia 8 tahun, sedangkan kakaknya berusia 11 tahun.

Tidak sampai di sana, atas beberapa pertimbangan, Makalam menitipkan keduanya pada seorang teman berkebangsaan Belanda yang bekerja di Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Dari sanalah, keduanya akhirnya mulai mahir bahasa Belanda.

"Secara berturut-turut, tahun 1931 Abunjani berhasil menamatkan pendidikan di Hollandsc-Inlandsche School (HIS) selama 7 tahun dan tahun 1934 menamatkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Bandung.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved