Tribun Wiki
WIKI JAMBI Sosok Kolonel Abundjani, dari Pendidikan hingga Karier Militer
Selain itu, namanya juga diabadikan pada nama fasilitas umum, seperti rumah sakit dan jalan. Siapa sebenarnya Kolonel Abundjani?
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Usaha tersebut, selain dapat membantu perjuangan Pemerintah Pusat, sewa-beli Pesawat Catalina (RI 05) sebagai pesawat penghubung ke Sumatera Barat maupun Yogyakarta dalam jaringan pemerintahan.
Abunjani juga memasok perlengkapan dan perbekalan pasukan dengan sistem barter komoditas lada, vanili, karet, dan lain-lain.
Hal yang tidak kalah penting, kepemimpinan Letnan Kolonel Abundjani adalah memindahkan pusat pemerintahan dan pertahanan militer saat serangan Belanda pada 29 Desember 1948.
Bersama dengan Raden Inu Kertapati dan M Kamil mengungsi ke pedalaman, tapi terhenti di Sengeti.
Raden Inu Kertapati kemudian kembali ke Jambi untuk menenangkan keluarga dan masyarakat kota Jambi oleh bombardir pesawat dan serangan tentara Belanda melalui Kenali Asam dan Palmerah.
Pada 1 Januari 1949, terbitlah surat kuasa Residen Jambi, Raden Inu Kertapati, kepada M Kamil, Bupati Jambi Hilir, untuk meneruskan Pemerintahan Darurat Keresidenan Jambi.
Dalam rapat antara unsur pemerintah dan militer di Tebo, didapati keputusan bahwa H Baksan, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Jambi Ulu, sebagai Residen Pemerintah Darurat Keresidenan Jambi.
Selain itu, Pusat Komando Militer dipindahkan ke Bangko.
Walaupun mengalami berbagai gempuran, perjuangan dan pemerintahan darurat berjalan sebagaimana mestinya.
Terhitung Februari 1950, Letnan Kolonel Abunjani mengundurkan diri dari TNI beralih profesi menjadi seorang pengusaha di Jambi dan Jakarta.
Dengan pengalamannya sebagai Sudantyo Giyugun dari tahun 1942-1945, Abunjani mempunyai kemampuan bahasa Belanda, Inggris, Jepang.
Belakangan, itu juga menjadi modalnya yang sangat berguna dalam kiprah di dunia bisnis selepas menanggalkan karier militernya.
Baca juga: BREAKING NEWS Paripurna APBD 2021 Tanjabbar Dua Kali Ditunda, Bupati Safrial Belum Datang
Baca juga: Jalan Pramuka Muara Bulian Terendam Banjir, Air dari Danau Letang Meluap Lebih dari 50 Meter
Baca juga: Ikatan Cinta Malam Ini 30 November, Usaha Al & Andin untuk Mendapatkan Kembali Reyna
Tutup Usia di Jakarta
Kolonel Abundjani tutup usia di Jakarta pada 28 Desember 1979.
Jasadnya dimakamkan di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/museum-perjuangan-rakyat-jambi.jpg)