Rabu, 13 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Advertorial

Popy Asri Yeni: Jiwa Muda, Kelas Kekinian, dan Semangat Pemuda Tanpa Batas

Di SMP Negeri 18 Muaro Jambi, tawa riuh siswa kerap terdengar dari ruang kelas matematika. Mereka sedang bermain Squid Game. 

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
Istimewa
Popy Asri Yeni, M.Pd, guru matematika di SMP Negeri 18 Muaro Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di SMP Negeri 18 Muaro Jambi, tawa riuh siswa kerap terdengar dari ruang kelas matematika. 

Bukan karena mereka sedang bercanda tanpa arah, tapi karena mereka sedang bermain Squid Game. 

Bukan Squid Game yang menegangkan seperti di layar Netflix, melainkan versi “Semua Bisa Matematika”—sebuah inovasi pembelajaran karya guru muda bernama Popy Asri Yeni, M.Pd.

Popy Asri Yeni, M.Pd, guru matematika di SMP Negeri 18 Muaro Jambi
Popy Asri Yeni, M.Pd, guru matematika di SMP Negeri 18 Muaro Jambi (Istimewa)

“Matematika itu sering dianggap momok,” kata Popy sambil tersenyum.

“Tapi saya percaya, kalau anak-anak sudah suka dengan gurunya, mereka akan lebih terbuka dan akhirnya suka juga dengan pelajarannya,” imbuhnya.

Guru Muda yang Dekat dengan Dunia Murid

Sebagai guru matematika, Popy memahami betul karakter anak-anak remaja yang energik dan mudah bosan. Alih-alih menuntut mereka duduk diam di kelas, ia memilih mengikuti arus: membawa tren ke ruang belajar.

Ketika permainan Squid Game viral dua tahun lalu, Popy melihat peluang. Ia mengadaptasi konsepnya ke dalam pembelajaran matematika — lengkap dengan tahapan permainan seperti “mengumpulkan telur” dan “estafet bilangan berpangkat”.

 Namun, di tangan Popy, yel-yel “Red Light, Green Light” berubah menjadi “Semua Bisa Matematika!”.

Baca juga: Suasana Pasar Kramat Tinggi di Batang Hari Jambi Terasa Sepi, Pedagang Keluhkan Penurunan Pengunjung

Baca juga: Jokowi Tetap Betah di Sumber, Rumah Pensiun dari Negara di Colomadu Siap Diubah Jadi Ruang Publik

“Setiap telur punya poin. Untuk dapat soal, mereka harus menukarnya dengan telur. Jadi ada strategi, kerja sama, dan semangat kompetisi yang sehat,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, Popy juga pernah mengangkat tren cek kodam yang viral di media sosial. 

Di kelasnya, “kodam” adalah singkatan dari Kapsul Operasi Dasar Matematika. Siswa menggunakan botol untuk menebak hasil operasi angka—sebuah permainan sederhana, tapi efektif membuat mereka berani dan percaya diri menghadapi angka-angka.

“Saya ingin anak-anak tidak merasa beban melihat matematika,” katanya. “Kalau mereka sudah senang duluan, belajar jadi lebih mudah,” jelas dia.

Berawal dari Ketidakpercayaan Diri

Semangat muda Popy bukan tanpa rintangan. Ketika dipercaya menjadi fasilitator daerah (Fasda) Tanoto Foundation pada 2021, ia sempat ragu.

“Saya masih guru baru saat itu. Diantara banyaknya guru-guru senior lain,” kenangnya. “Tapi Tanoto Foundation tidak melihat umur atau pangkat. Mereka memberi saya ruang untuk belajar, dan dari situlah saya mulai percaya diri,” kata Popy.

Kini, kepercayaan diri itu membawanya menjadi ketua tim SIPINTAR — Sinergi Inovasi Pembelajaran Integratif Literasi dan Numerasi berbasis Teknologi dan Budaya Lokal, sebuah inisiatif dari Program Literasi Numerasi Grant Project Tanoto Foundation tahun ini. 

Proyek tersebut akan menampilkan karya guru dan siswa dalam bentuk video praktik baik pembelajaran.

Popy menyebut proyek ini sebagai “loncatan besar” dalam perjalanan kariernya. 

“Dulu saya takut gagal, tapi sekarang saya tahu, belajar itu proses. Tidak apa-apa salah, yang penting terus mencoba,” ujarnya.

Kreatif di Tengah Keterbatasan

Sudah tujuh tahun Popy mengajar di SMPN 18 Muaro Jambi. Sekolahnya tak punya banyak fasilitas modern—bahkan  sebagian ruang kelasnya belum memiliki instalasi listrik untuk infokus. Namun, keterbatasan itu justru menjadi pemantik kreativitas.

“Kalau fasilitas terbatas, jangan berhenti berinovasi. Saya pakai halaman sekolah untuk bermain, kertas bekas untuk alat peraga. Yang penting, anak-anak belajar dengan gembira,” katanya.

Popy menerapkan pendekatan Problem-Based Learning dan Deep Learning melalui tiga prinsip utama: mindful learning (belajar memahami alasan di balik konsep), meaningful learning (mengaitkan materi dengan kehidupan nyata), dan joyful learning (belajar dengan suasana menyenangkan).

“Anak-anak saya itu tipe yang suka bergerak, jadi saya tidak bisa hanya ceramah. Harus ada aktivitas,” jelasnya.

Baca juga: Peringatan Bagi Warga Jakarta! Bakar Sampah Sembarangan, Siap-Siap Wajah Dipajang di Ruang Publik!

Menyalakan Semangat Pemuda di Kelas

Bagi Popy, menjadi guru adalah pilihan sadar untuk terus belajar, bukan karena merasa paling pintar. “Saya bukan mahasiswa paling cemerlang dulu,” ucapnya jujur. 

“Tapi semangat belajar saya tidak pernah padam. Saya ingin murid-murid saya juga punya semangat itu—tidak mudah menyerah dan tidak insecure,” timpalnya.

Semangat itulah yang terasa selaras dengan makna Hari Sumpah Pemuda: keberanian untuk bersatu, berinovasi, dan memberi arti bagi bangsa, tanpa harus menunggu sempurna.

“Jadi guru itu seperti jadi pemuda—harus punya semangat perubahan. Dunia berubah cepat, murid berubah cepat, dan kita juga harus terus belajar menyesuaikan diri,” katanya.

Dari Kelas ke Panggung Prestasi

Inovasinya bukan hanya membuat kelas hidup, tapi juga mengantarkannya meraih berbagai penghargaan. Beberapa di antaranya:

• 10 Besar GTK Inovatif Provinsi Jambi 2024 lewat asesmen Cek KODAM (Kapsul Operasi Dasar Matematika)

• Juara I Lomba Best Practice Kabupaten Muaro Jambi 2022 melalui Kemingking Fraction Week

• Medali Perak Teacherlympics 2021 untuk karya “Hidden Marbles”

• Juara 3 Best Practice 2019 lewat penerapan literasi numerasi “Math Rangers”

Selain mengajar, Popy juga aktif menulis. Ia telah menerbitkan beberapa antologi cerpen, antara lain Di Pertengahan Tahun (2021), Sukma Wiyata (2023), dan Pelita Ilmu (2024).

Menutup percakapan, Popy menyampaikan pesan sederhana tapi kuat: “Jangan hanya menargetkan nilai tinggi. Bangunlah rasa senang belajar pada murid-murid kita. Dan jangan berhenti belajar, karena zaman terus berubah, begitu juga cara kita mengajar”. (adv)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Ditemukan tak Bernyawa di Ruko, Sopir di Jambi Timur Tinggalkan Surat Permintaan Maaf

Baca juga: Peringatan Bagi Warga Jakarta! Bakar Sampah Sembarangan, Siap-Siap Wajah Dipajang di Ruang Publik!

Baca juga: Ruang Dialisis RSUD Hamba Muara Bulian Batang Hari Bisa Layani 10 Pasien Cuci Darah per Hari

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved