Berita Kota Jambi
Sari Bandrek Jahe hingga Abon Ikan Patin Ramaikan Festival Batanghari 2025 di Jambi
Festival Batanghari 2025 yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Pinang Masak dari tanggal 2–9 Agustus 2025, menjadi ajang bagi pelaku UMKM
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Festival Batanghari 2025 yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Pinang Masak dari tanggal 2–9 Agustus 2025, menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk terbaik mereka.
Salah satunya dari UMKM Serentak Regam Elok Kabupaten Batang Hari.
Ketua UMKM Serentak Regam Elok, Iskandar mengatakan komunitas ini telah berdiri sejak 2003 dan kini memiliki lebih dari 50 anggota pelaku usaha.
Baca juga: Dukung UMKM Muaro, Ririn Novianty Tinjau Bazar di Festival Batanghari
Di Festival Batanghari tahun ini, mereka membawa 10 produk unggulan, seperti abon ikan patin, sari bandrek jahe, sambal tempoyak, soes ikan, dan bawang goreng.
Iskandar mengatakan produk unggulan sari bandrek jahe menjadi primadona, terutama sejak masa pandemi Covid-19, karena dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan.
"Saat Covid, pemasaran meningkat karena bisa jadi obat. Produknya bahkan sudah sampai Jogja," kata Iskandar.
Sementara itu, abon ikan patin juga menjadi daya tarik tersendiri. Iskandar mengatakan pemilik usahanya memiliki sekitar 50 kolam tambak ikan patin sehingga bahan bakunya terjamin.
Produk ini tidak hanya dijual di ProvinsiJambi, tetapi juga telah dipasarkan ke berbagai wilayah.
Baca juga: Batang Hari dan Sarolangun Teken Kesepakatan Kerja Sama Strategis
"Pemasaran sudah ke mana-mana, dan produk ini sudah BPOM, halal, serta legalitasnya terjamin," jelasnya.
Semua produk yang dibawa ke Festival Batanghari dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu.
Update berita Tribun Jambi di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.