Berita Nasional

Fenomena Bilik Asmara di Balik Jeruji Penjara, Biaya Sewa hingga Rp400 Ribu per Jam

sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas), muncul kabar adanya praktik penyewaan 'bilik asmara' bagi narapidana dan pasangannya.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/ilustrasi
ILUSTRASI BILIK ASMARA - Kabar adanya praktik penyewaan 'bilik asmara' bagi narapidana dan pasangannya kembali mencuat. Tarifnya mencapai Rp400 ribu per jam, mirip tarif sewa kamar hotel. Narapidana dan pasangannya bisa menggunakan kamar itu. 

TRIBUNJAMBI.COM – Di sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas), muncul kabar adanya praktik penyewaan 'bilik asmara' bagi narapidana dan pasangannya.

Tarifnya mencapai Rp400 ribu per jam, mirip tarif sewa kamar hotel.

Narapidana dan pasangannya bisa menggunakan kamar itu dalam waktu pendek, atau juga dikenal dengan short time.

Tapi, dengan sewa Rp400 ribu per jam, jangan bayangkan fasilitas yang didapat lengkap.

Alih-alih mendapat kamar dengan layanan maksimal, narapidana hanya akan mendapat ruangan kosong.

Itu bukan bilik khusus, melainkan ruangan yang diarahkan oleh petugas, yang bisa digunakan narapidana dengan sistem sewa.

Informasi itu dibeberkan seorang wanita yang merupakan istri mantan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, Jawa Timur.

Lapas itu kembali jadi sorotan publik karena muncul dugaan adanya praktik penyewaan bilik asmara bagi narapidana dan pasangannya dengan tarif mencapai Rp400 ribu per jam, mirip tarif sewa kamar hotel.

ST, yang merupakan istri mantan narapidana, mengaku pernah membayar uang sebesar Rp 400 ribu untuk menggunakan fasilitas tersebut selama satu jam.

Ruangan yang digunakan disebut berisi kasur tipis, bantal, dan kursi panjang, meski kondisinya dinilai kurang layak.

Bukan itu saja, ia juga malu setelah keluar dari sana, karena banyak sorot mata yang melihat mereka.

“Harganya Rp 400 ribu, bisa satu jam di dalam. Tapi fasilitasnya nggak layak, keluar dari situ juga malu karena banyak yang lihat,” kata ST saat ditemui pada Kamis (17/7/2025).

Ia menyebut pembayaran dilakukan setelah suaminya berkoordinasi dengan salah satu oknum petugas lapas.

Menurut pengakuannya, ruangan yang digunakan bukan bilik khusus, melainkan ruangan kosong yang diarahkan oleh petugas.

“Teman saya juga pernah, malah disuruh bawa sarung sendiri dari rumah,” imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved