Berita Jambi

Siapa Misri Puspita? Wanita Jambi Tersangka Kasus Kematian Polisi NTB, Ketua RT tak Kenal

Kasus kematian anggota Propam Polda NTB, Brigadir Muhammad Nurhadi, menyeret nama perempuan asal Kota Jambi.

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/SR Kristianto
Misri Puspita Sari, wanita asal Jambi, terseret kasus kematian Brigadir M Nurhadi tak dikenal di lingkungan tempat tinggalnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus kematian anggota Propam Polda NTB, Brigadir Muhammad Nurhadi, menyeret nama perempuan asal Kota Jambi.

Dia adalah Misri Puspita Sari, atau perempuan dengan inisial M.

Dari informasi yang Tribun peroleh, dia berasal dari RT 19, Kelurahan Murni, Kecamatan Danau Sipin.

Namun, identitas perempuan itu tidak dikenali warga setempat.

Ketua RT 19, Mardiana, mengatakan tidak ada warga yang bernama Misri di lingkungan RT-nya. 

“Tidak ada warga yang bernama Misri di RT 19. Kalaupun ada, pasti aku tahu,” katanya, saat dihubungi via aplikasi perpesanan, Selasa (8/7).

Sejumlah warga yang sempat Tribun konfirmasi juga tidak mengetahui identitas tersangka maupun kasus tersebut. 

“Sejauh ini tidak ada warga yang bernama Misri,” kata seorang warga.

Kronologi

Sebagai informasi, Misri menjadi tersangka bersama dua anggota polisi.

Keduanya adalah Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra, sebelumnya bertugas di Propam Polda NTB.

Kematian Brigadir Nurhadi terjadi pada April 2025 di sebuah villa di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, korban meninggal setelah mengikuti pesta bersama dua atasan, Kompol Yogi dan Ipda Haris Chandra, serta dua perempuan di sebuah vila, satu di antaranya adalah Misri dan satu lainnya perempuan berinisial P alias Melanie Putri.

“Dari penjelasannya, mereka (tersangka dan korban) ke sana (Gili Trawangan) untuk happy-happy dan pesta,” ujar Syarif.

Polisi mencatat adanya rentang waktu sekitar satu jam, antara pukul 20.00 hingga 21.00 WITA, yang tidak tercatat oleh CCTV dan tidak disaksikan siapa pun, sehingga diduga sebagai waktu terjadinya kekerasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved