Polemik di Papua

KKB Papua Klaim Bakar Rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia, Sebut Dijadikan Pos Militer

TPNPB-OPM atau yang disebut KKB Papua mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran dua unit rumah milik Bupati Puncak, Elvis Tabuni.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Facebook
TPNPB-OPM atau yang disebut KKB Papua mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran dua unit rumah milik Bupati Puncak, Elvis Tabuni. 

KKB Papua Klaim Bakar Rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia, Sebut Dijadikan Pos Militer

TRIBUNJAMBI.COM - Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau yang disebut KKB Papua mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran dua unit rumah milik Bupati Puncak, Elvis Tabuni.

Selain itu juga bertanggungjawab terhadap pembakaran Kantor Distrik Omukia pada Minggu, (6/7/ 2025). 

Aksi ini disebut-sebut sebagai respons TPNPB-OPM terhadap penggunaan bangunan sipil tersebut sebagai pos pertahanan militer Indonesia.

Dalam siaran persnya, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Pasukan Informasi Strategis (PIS) TPNPB Kabupaten Puncak

Laporan tersebut menyebutkan dua rumah milik Bupati Elvis Tabuni dan Kantor Distrik Omukia telah dialihfungsikan sebagai pos militer Indonesia untuk melancarkan operasi di wilayah Distrik Omukia. 
Akibatnya, ribuan warga sipil dilaporkan mengungsi karena ketakutan.

Sambom menegaskan bahwa penempatan pasukan militer di bangunan sipil telah menyebabkan warga sipil ketakutan dan mengungsi karena operasi militer yang terus dilancarkan. 

Oleh karena itu, TPNPB melakukan pembakaran terhadap tiga bangunan tersebut.

Peringatkan Penggunaan Bangunan Sipil dalam Konflik

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak agar penggunaan bangunan sipil di wilayah konflik segera dihentikan. 

Baca juga: Kontak Tembak di Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Tewaskan Komandan Operasi KKB Enos Tipagau

Baca juga: PERDEBATAN Rismon Sianipar dan Penyisdik Polisi di Kasus Ijazah Jokowi

Baca juga: KABUR Anak Polisi di Sumut Usai Tabrak Pengendara Pakai Mobil Dinas, Sang Ayah Kini Diperiksa Propam

Mereka secara khusus menghimbau kepada Bupati Puncak Elvis Tabuni, Panglima TNI Agus Subianto, Pangdam XVII Cenderawasih, Koops Habema, Ops Damai Cartens, dan seluruh jajaran militer pemerintah Indonesia yang bertugas di Tanah Papua.

"Seluruh bangunan sipil yang pernah ditempati oleh aparat militer Indonesia di wilayah perang, TPNPB siap eksekusi semuanya," ancam Sambom. 

Dia menambahkan Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Agus Subianto telah mengerahkan pasukannya dan mengambil alih fungsi bangunan sipil sebagai pos pertahanan negara.

Menurut TPNPB-OPM atau KKB Papu, telah melanggar hukum humaniter.

KKB Papua juga menghimbau Bupati Elvis Tabuni untuk menghentikan kerja sama dengan militer Indonesia dalam mencari keberadaan TPNPB. 

Mereka mengingatkan bahwa tugas utama bupati adalah memberikan perlindungan dan keamanan bagi ribuan warga sipil yang mengungsi dari kampung halaman mereka di Kabupaten Puncak akibat konflik bersenjata antara TPNPB dan militer pemerintah Indonesia.

Satgas Selamatkan Petani

Suasana sore pada Sabtu (5/7/2025) di Yahukimo nyaris berubah menjadi tragedi berdarah. 

Sebab, seorang petani bernama Achmad (34) menjadi sasaran serangan orang tak dikenal (OTK).

Namun berkat kesigapan luar biasa dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2025, nyawa petani tersebut berhasil diselamatkan dari upaya pembacokan. 

Baca juga: IRONI di Tanah Papua: TPNPB-OPM Teriak HAM, Justru KKB Papua Menginjak-injaknya!

Baca juga: MENCEKAM Detik-detik Satgas Cartenz Selamatkan Petani dari Serangan OTK di Yahukimo

Insiden ini tidak hanya menjadi bukti nyata ancaman yang masih membayangi warga sipil di Papua.

Tetapi juga menyoroti kecepatan respons dan komitmen aparat dalam menjaga keamanan.

Achmad, yang berasal dari Lapangisi, Mowewe, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, dan telah lama menetap di Dekai, tengah melintas di kawasan Seng Pagar Tinggi sekitar pukul 15.30 WIT. 

Tiba-tiba, ia diserang oleh OTK yang berupaya membacoknya. 

Detik-detik menegangkan ini menjadi saksi bisu betapa rentannya situasi keamanan di beberapa wilayah.

Begitu informasi serangan ini sampai ke telinga aparat, sepuluh personel Satgas Ops Damai Cartenz-2025 yang dipimpin oleh Bripka Romansya tak buang waktu. 

Mereka segera meluncur ke lokasi kejadian, bergerak cepat, dan langsung melakukan penyisiran serta patroli aktif di area sekitar untuk memburu pelaku. 

Aksi cepat tanggap ini adalah kunci penyelamatan Achmad dari maut.

Menyikapi insiden yang bisa saja berakibat fatal ini, Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, didampingi Wakil Kepala Operasi Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan prioritas utama mereka: perlindungan maksimal bagi seluruh masyarakat Papua.

"Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil. Satgas Damai Cartenz hadir untuk memastikan bahwa setiap orang berhak merasa aman di Tanah Papua. Respons cepat ini adalah bukti nyata komitmen kami," tegas Brigjen Pol Faizal.

Di sisi lain, Kepala Satgas Hubungan Masyarakat Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. 

Dia meminta warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh insiden semacam ini.

"Kami terus tingkatkan patroli dan pendekatan kepada masyarakat. Keamanan di Yahukimo adalah tanggung jawab bersama. Kami minta semua pihak tetap waspada, namun tidak panik. Percayakan sepenuhnya kepada aparat," ujar Kombes Pol Yusuf.

Kesigapan personel Satgas di lapangan, ditambah dengan koordinasi yang solid antarunit, membuktikan Operasi Damai Cartenz-2025 terus menerapkan pendekatan profesional dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.

Khususnya di Yahukimo. Insiden ini, yang nyaris merenggut nyawa seorang petani, menjadi pengingat akan pentingnya peran aparat dalam melindungi warga dan sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga kedamaian di Papua adalah kerja keras yang terus-menerus.


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved