Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Jambi 1-5 Juli 2025, Waspada Cuaca Ekstrem

Memasuki awal Juli 2025, cuaca di wilayah Provinsi Jambi diprediksi mengalami dinamika yang cukup signifikan.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Tribun Network
CUACA JAMBI -Memasuki awal Juli 2025, cuaca di wilayah Provinsi Jambi diprediksi mengalami dinamika yang cukup signifikan. 

Hujan ringan ini bersifat lokal dan tidak berlangsung lama, namun cukup untuk membasahi jalanan dan meningkatkan risiko licin di berbagai ruas jalan, termasuk jalur lintas Sumatra yang ramai dilalui kendaraan besar dan angkutan umum.


Puncak kewaspadaan diprediksi terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025, ketika cuaca ekstrem berupa petir diperkirakan melanda wilayah padat penduduk seperti Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi.

Petir biasanya muncul disertai hujan sedang dan angin kencang, yang berisiko mengganggu aktivitas listrik, merusak peralatan elektronik, dan bahkan membahayakan keselamatan jika tidak diantisipasi dengan baik.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon, menunda aktivitas memancing atau berada di lapangan terbuka, serta mencabut peralatan listrik dari stop kontak jika hujan disertai petir mulai melanda.


Setelah puncak cuaca ekstrem pada hari Jumat, kondisi cuaca secara umum mulai stabil kembali.

Sabtu hingga Minggu (5–6 Juli 2025), wilayah Jambi diprakirakan kembali mengalami cuaca berawan hingga cerah berawan.

 Beberapa daerah seperti Bungo, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat akan menikmati kondisi langit yang lebih terang, meskipun masih dibayangi oleh kemungkinan hujan ringan pada malam hari.

Di sisi lain, wilayah pegunungan seperti Kerinci dan Kota Sungai Penuh belum menunjukkan perbaikan kualitas cuaca.

Kabut dan asap tetap menyelimuti daerah tersebut hingga awal pekan kedua bulan Juli.

Warga yang memiliki penyakit pernapasan diimbau membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika terpaksa keluar.


Mengacu pada prakiraan hingga Rabu, 9 Juli 2025, tren cuaca berawan masih mendominasi Provinsi Jambi.

Hujan lokal masih mungkin terjadi secara sporadis, terutama pada sore dan malam hari, terutama di dataran rendah dan wilayah pesisir timur.

BMKG mengimbau agar masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca visual saat keluar rumah, melainkan rutin memeriksa prakiraan cuaca resmi.

Pelaku usaha yang bergantung pada cuaca, seperti sektor pertanian, pelayaran, dan transportasi udara, sangat disarankan menjadikan prakiraan ini sebagai acuan perencanaan harian.

Bagi para pengendara, cuaca berawan dan hujan ringan tetap berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama pada jalan licin atau berkabut.

Patuhi rambu-rambu dan kurangi kecepatan saat berkendara dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.

Baca juga: Tarif Ojol Resmi Naik hingga 15 Persen, Kemenhub Pastikan Penyesuaian Berdasarkan Zona

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved