Berita Jambi
Mahasiswa S3 Asal Jambi Terjebak di Budapest, Imbas Perang Penerbangan Dibatalkan Tanpa Kepastian
Mahasiswa S3 sekaligus ASN di Provinsi Jambi, terimbas konflik antara Iran dan Israel atau Amerika Serikat (AS).
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mahasiswa S3 sekaligus ASN di Provinsi Jambi, terimbas konflik antara Iran dan Israel atau Amerika Serikat (AS).
Mahasiswa University of Pecs, Hungary, asal Kota Jambi itu bernama Eristian Wibisono.
Di laman sosial medianya, Eris menuliskan jika dia dan istrinya merupakan pegawai negeri sipil di Jambi.
Dikutip dari unggahannya di akun Facebook Eris Wibisono, dia menuliskan permintaan bantuan terbuka.
Dalam unggahannya Eris menulis jika saat ini dia bersama istri dan dua anaknya dalam ketidakpastian di Budapest.
"Saat ini, kami masih belum menerima konfirmasi mengenai penerbangan kami dari Budapest ke Doha ke Jakarta, yang dibatalkan oleh Qatar Airways pada 24 Juni 2025, akibat perang antara Iran dan Israel/AS, yang menyebabkan kekacauan di Doha. Akibatnya, penerbangan kami pada hari itu dibatalkan oleh Qatar Airways."
Penerbangan Eris seharusnya Qatar Airways dengan kode penerbangan QR200 (Budapest - Doha) dan QR956 (Doha - Jakarta).
Baca juga: Kalender 2025, Daftar Tanggal Merah Libur Nasional Cuti Bersama Juni hingga Desember
Baca juga: Gencatan Senjata Israel-Iran Berlaku, Serangan di Gaza Belum Mereda
"Pihak manajemen Qatar Airways di Bandara Budapest memberitahu kami untuk menunggu instruksi lebih lanjut dari kantor pusat Qatar Airways. Mereka tidak dapat mengambil tindakan lebih lanjut."
Pada unggahannya Eris menuliskan jika dia dan keluarganya tinggal sementara di Budapest dan ini sudah masuk hari ketiga.
Dia juga mengaku tidak tahu kapan ketidakpastian terkait penerbangannya akan berakhir.
Selengkapnya, berikut uanggahan Eristian Wibisono.
PERMOHONAN BANTUAN TERBUKA
Halo teman-teman, saya *Eristian*, mahasiswa S3 di University of Pecs, Hungary, asal Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Kami (istri saya, kedua anak kami, dan saya) membutuhkan bantuan dari teman-teman (atau pihak terkait lainnya). Saat ini, kami masih belum menerima konfirmasi mengenai penerbangan kami dari Budapest ke Doha ke Jakarta, yang dibatalkan oleh Qatar Airways pada 24 Juni 2025, akibat perang antara Iran dan Israel/AS, yang menyebabkan kekacauan di Doha.
Akibatnya, penerbangan kami pada hari itu dibatalkan oleh Qatar Airways.
Nomor penerbangan tersebut adalah QR200 (Budapest - Doha) dan QR956 (Doha - Jakarta).
Pihak manajemen Qatar Airways di Bandara Budapest memberitahu kami untuk menunggu instruksi lebih lanjut dari kantor pusat Qatar Airways. Mereka tidak dapat mengambil tindakan lebih lanjut.
Selain itu, maskapai belum menyediakan bantuan akomodasi/kompensasi, sehingga kami harus menangani semuanya sendiri.
Ada pernyataan dari manajemen Qatar di Bandara Budapest yang menyarankan kami untuk menyimpan semua bukti pembayaran untuk biaya yang dikeluarkan.
Kami mengasumsikan bahwa semua biaya yang kami keluarkan dapat diklaim nanti. Namun, belum ada pernyataan resmi mengenai hal ini dari kantor pusat Qatar Airways di Doha.
Hari ini adalah hari ketiga kami tinggal sementara di Budapest, menyewa apartemen secara mandiri, memenuhi kebutuhan kami sendiri, dan menangani bagasi dalam jumlah banyak yang seharusnya sudah tiba di kota asal kami.
Baca juga: Mahasiswa Asal Merangin Tewas Kecelakaan di Sarolangun Jambi
Sejauh ini, saya dapat mengelola ini dengan banyak dukungan dari teman-teman mahasiswa dan rekan diaspora yang tinggal di Budapest dan Pecs.
Namun, kami membutuhkan bantuan dari pihak yang dapat membantu kami (secara teknis) untuk membantu memastikan penerbangan kami dari Budapest ke Doha ke Jakarta.
Kami tidak tahu kondisi seperti ini akan berlangsung berapa lama lagi.
Kami telah mencoba berbagai cara yang disarankan sejak hari pertama pembatalan penerbangan, seperti mengirim email, menghubungi akun WhatsApp resmi Qatar, dan menghubungi email layanan keluhan pelanggan “Tell Us”, tetapi responsnya sangat minimal.
Kami juga telah memberitahu KBRI di Budapest tentang hal ini dan menerima respons positif. Namun, kami tidak dapat mengambil tindakan lebih lanjut saat ini kecuali menunggu konfirmasi dari Qatar Airways di Doha, bukan melalui perwakilan mereka di Budapest.
Terima kasih atas bantuan sejauh ini dari sesama warga Indonesia di Hungaria. Kami juga berharap ada pihak di luar sana yang dapat memberikan bantuan teknis terkait penerbangan kami.
Terima kasih banyak sebelumnya. Saya sangat menghargai bantuan apa pun yang dapat diberikan.
Salam hormat,
*Eristian Wibisono*
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Update Perang Israel vs Iran, 610 Orang Tewas di Iran dan 28 Orang Tewas di Israel
Baca juga: Mahasiswa Asal Merangin Tewas Kecelakaan di Sarolangun Jambi
Baca juga: Prediksi Skor Benfica vs Chelsea , Head to Head dan Statistik Tim di Piala Dunia Antarklub
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.