Israel vs Iran
Update Israel vs Iran, Ternyata Amerika Serikat Memburu Warga Negara Iran yang Tinggal di Paman Sam
Negeri Paman Sam itu melancarkan operasi penangkapan besar-besaran terhadap warga negara Iran yang tinggal di sana.
"Mereka tidak memberi alasan penahanan," kata Siman kepada NBC News. "Tapi ia mengatakan ada warga Iran lain yang ditahan bersamanya."
Siman menjelaskan bahwa kliennya, seorang pria 48 tahun yang diidentifikasi sebagai Ali untuk melindungi keluarganya di Iran, tidak pernah melanggar hukum AS.
Ali mengajukan suaka segera setelah menyeberang ke AS dari Meksiko pada 1 Juli 2022. Hakim Imigrasi Richard Bailey di Pennsylvania bahkan menyatakan kesaksian Ali "kredibel."
Pemerintah mengajukan banding pada September, dan selama proses tersebut, Ali wajib rutin melapor ke ICE.
Pada Senin, ia diminta datang ke pusat detensi di Long Island dan langsung ditahan. DHS belum menanggapi permintaan komentar terkait kasus ini.
Mengumumkan penangkapan 11 orang tersebut, Asisten Menteri Keamanan Dalam Negeri, Tricia McLaughlin, menyatakan bahwa DHS "bekerja penuh untuk mengidentifikasi dan menangkap teroris maupun ekstremis kekerasan yang masuk secara ilegal."
Kesebelas pria Iran itu kini berada dalam tahanan ICE; lima di antaranya memiliki vonis atas pencurian besar, kepemilikan narkoba, senjata api, dan berbagai tindak kriminal lainnya.
Salah satu yang ditangkap, Ribvar Karimi, yang ditangkap di Locust, Alabama, diketahui pernah menjadi penembak runduk Angkatan Darat Iran (2018–2021) dan masuk AS pada 2024 melalui visa tunangan (K-1) namun tidak pernah menyesuaikan statusnya, sehingga "dapat dideportasi," kata DHS.
FBI Alihkan Fokus dan Potensi Balasan Iran
FBI telah meningkatkan pemantauan ancaman Iran pasca-serangan AS di situs nuklir, menurut dua sumber Reuters.
Beberapa agen kini dibebaskan dari tugas penegakan imigrasi demi fokus pada kontra-terorisme, kontra-intelijen, dan keamanan siber yang terkait dengan Iran.
Kantor lapangan FBI di Chicago, Los Angeles, San Francisco, New York, dan Philadelphia bahkan telah membatalkan rotasi imigrasi. Juru bicara FBI menegaskan bahwa lembaga tersebut "terus menata ulang sumber daya" demi keamanan nasional.
Iran sendiri telah membalas serangan AS dengan menembak pangkalan udara Amerika di Qatar pada Senin, meskipun tanpa korban jiwa.
Gencatan senjata Iran–Israel mulai berlaku Selasa di bawah tekanan Trump, namun pejabat AS khawatir Iran dapat membalas di tanah AS melalui operatif yang sudah berada di dalam negeri.
Peringatan dari DHS menyebutkan "lingkungan ancaman meningkat" setelah serangan AS, dan beberapa organisasi teror asing menyerukan kekerasan terhadap kepentingan AS.
Iran tak percaya Gencatan Senjata ala Israel: Serangan Terjadi selama Negosiasi |
![]() |
---|
Israel Panik karena Ribuan Data Intelijen Elite Bocor, Peretas Terafiliasi Iran? |
![]() |
---|
Solusi Rusia terkait Nuklir Iran yang Dipersoalkan AS hingga IAEA: jadi Produk Komersial |
![]() |
---|
Diam-Diam Iran Barter Rudal Canggih Cina dengan Minyak usai Gencatan Senjata Lawan Israel |
![]() |
---|
935 Warga Iran Tewas akibat Serangan Israel, termasuk 140 Perempuan dan Anak-Anak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.