Tiga Polisi Tewas di Lampung

Pengakuan Aipda Wara Kanit Reskrim Dalam Sidang Militer Soal Judi Sabung Ayam di Way Kanan

Sidang lanjutan kasus pembunuhan tiga polisi di Way Kanan, Lampung, oleh terdakwa Kopda Bazarsah kembali memanas di Pengadilan Militer I-04 Palembang,

Editor: asto s
TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD KURNIAWAN
PENGADILAN MILITER - Sebanyak 14 orang saksi yang diperiksa hari ini anggota Reskrim Polres Way Kanan dan anggota Polsek Negara Batin yang menggerebek lokasi gelanggang sabung ayam milik terdakwa Kopda Bazarsah dan Peltu Lubis, Senin (23/6/2025). 

"Saya mendapat kabar pada tanggal 16 Maret dari Kapolres Way Kanan dan Kepala Satuan Reskrim via WhatsApp bahwa akan ada kegiatan. 

Kemudian kami dikumpulkan Kepala Satuan Reskrim dan diberitahu akan ada kegiatan di Polsek Negara Batin," kata Engga, yang kebetulan baru dua hari menjabat Kanit Reserse Umum (Resum).

Dari arahan Kapolres dan Kasatreskrim, anggota diminta berkoordinasi dengan Kapolsek Negara Batin karena ada dugaan kegiatan judi sabung ayam

Surat perintah penggerebekan pun dikeluarkan pada 17 Maret 2025.

"Arahan Kapolres, kami diminta menuju Polsek Negara Batin untuk koordinasi, karena diduga ada sabung ayam di sana. 

Di situ, Kapolres berpesan untuk hati-hati dan menjaga keselamatan. 

Senjata kami bawa dari rumah. Tetapi, saya pada saat itu tidak membawa senjata, Yang Mulia," ujarnya.

Saat dalam perjalanan menuju lokasi, Engga mengungkapkan tidak ada pengarahan berarti.

"Waktu itu kumpul di Polsek, saya datang terakhir karena mampir salat dulu. 

Lalu, ketika saya sampai, Kapolsek Negara Batin hanya bilang 'ayo saya pimpin, kalian ikut saya, takutnya kita kesorean', begitu, Yang Mulia. Mobil Kapolsek paling depan," tuturnya.

Saat mendekati gelanggang, Engga melihat Kapolsek sudah turun duluan, lalu mendengar suara tembakan lebih dari dua kali. 

Engga bergegas masuk dan mengejar pemain sabung ayam yang berlarian. 

Ia berhasil mengamankan satu pemain, namun kemudian mendengar teriakan anggota bahwa Briptu Anumerta Ghalib tertembak.

"Saya cari-cari sumber suara, ada yang teriak anggota Reskrim itu sudah ada yang terjatuh. 

Ternyata itu Ghalib, kemudian saya dekati, lalu mendengar Kapolsek juga tertembak," kisahnya pilu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved