Berita Politik

PANIK Kubu Jokowi Usai Beathor Bilang Ijazah Dicetak di Pasar Pramuka, Rocky Gerung: Makin Terbaca

Pengamat politik, Rocky Gerung menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan pendukunggnya mulai mengalami mengalami kepanikan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
PANIK: Pengamat politik, Rocky Gerung menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan pendukunggnya mulai mengalami mengalami kepanikan. Hal itu setelah politikus senior PDI Perjuangan (PDIP), Beathor Suryadi bicara soal "sejarah" ijazah milik ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan pendukunggnya mulai mengalami mengalami kepanikan.

Hal itu setelah politikus senior PDI Perjuangan (PDIP), Beathor Suryadi bicara soal "sejarah" ijazah milik ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.

Beathor menyebut ijazah dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu dicetak ulang di Pasar Pramuka.

Untuk diketahui, pasar tersebut berlokasi di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, menjelang Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2012 lalu.

Rocky Gerung, mengklaim bahwa kubu Jokowi mulai gugup atau panik karena satu per satu mulai terbongkar.

Sebab, semakin banyak orang yang mengungkapkan pendapat mereka dan memperkuat argumen ahli digital forensik, Rismon Sianipar hingga pakar telematika, Roy Suryo soal dugaan ijazah palsu Jokowi.

"Jelas makin terbaca kegugupan di kubu Jokowi itu, karena satu per satu gejala yang tadinya hendak ditutupi, konsep-konsep pemalsuan itu tidak terjadi, pembuktian dengan menghadirkan para saksi itu bisa dikendalikan."

"Akhirnya gejala itu mulai luntur, masuk dalam gejala baru, yaitu makin banyak orang yang mau mengucapkan satu pandangan untuk memperkuat argumen dari Rismon, Roy Suryo, Dokter Tifa," ungkap Rocky, dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (21/6/2025).

Baca juga: KAESANG Pastikan Jokowi Tak Maju di Pemilu Raya PSI 2025: Ndak Mungkin Anak dan Bapak Saingan

Baca juga: PESAWAT Tempur AS Bantai Iran, Donald Trump: Serang 3 Situs Nuklir 

Baca juga: MURKA Mahasiswa di Konflik TNI-Polri dan KKB Papua Libatkan Sipil, Minta Prabowo Tarik Aparat

Rocky mengatakan, begitu diucapkan soal Pasar Pramuka, maka seluruh fokus penelitian itu berubah menjadi semakin dekat dengan pembuktian kepalsuan ijazah Jokowi.

"Semua anak Jakarta mengerti apa yang terjadi di Pasar Pramuka, mulai dari pesan skripsi, bahkan terang-terangan dipamerkan di situ, dulu masih ada semacam papan-papan kecil itu di pinggir trotoar 'Menerima Pesanan Skripsi, Menerima Cetak Ijazah'," katanya.

"Jadi semua hal yang kemudian dikaitkan dengan Pasar Pramuka itu menjadi unsur pembenar, hanya di Pasar Pramuka orang bisa memastikan, bahkan para sejarawan bisa teliti bahwa itu adalah pusat pemalsuan dan itu terbuka terang-terangan tahun 80-an," sambung Rocky.

Menurut Rocky, semua orang bahkan tahu bahwa di Pasar Pramuka itu yang ilegal bisa diubah menjadi legal karena ada kebutuhan.

Jadi, kata Rocky, Pasar Pramuka tersebut bisa dijadikan lokasi penelitian yang baru dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi ini.

"Semua orang mengerti bahwa di situ adalah prosedur ilegal itu dibuat legal karena ada kebutuhan, jadi Pasar Pramuka itu betul-betul otentik untuk jadi semacam lokus penelitian baru," ungkapnya.

Rocky pun menganggap wajar jika Beathor mengetahui soal hal ini, karena dia merupakan aktivis Jakarta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved