Berita Merangin
Pernah Jadi Artis dan Sopir Taksi, Kini H M Syukur Pimpin Merangin Jambi
Terlahir dari keluarga sederhana, pernah menjadi sopir angkot dan artis sinetron, H M Syukur kini resmi menjabat sebagai Bupati Merangin Jambi.
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Nurlailis
"Ya, sebenernya itukan merupakan dari lika-liku perjalanan kehidupan saja ya, itu jangan ditiru yang kayak begitu... hehehe,"
"Itulah cara Allah SWT menolong saya, waktu itu orang Sungai Manau, kampung saya, itukan banyak jadi sopir tuh, waktu itu kan mobil angkot banyak di Kota Jambi, jadi setelah saya pulang sekolah, untuk mencari uang tambahan belanja sekolah, saya menjadi kernet taksi, itu gak diketahui oleh kakak saya itu, kalau tahu kakak pasti saya dimarah, kemudian saat saya sudah bisa mengemudikan mobil, nah, pada saat saya di Jakarta itulah saya menjadi sopir taksi, walaupun saat itu saya belum tahu rute jalan di Jakarta, waktu itu saya juga belum punya SIM, dalam perjalanan itulah saya bertemu dengan seorang Produser, dan saya diajak untuk main film".
Sempat menjadi Pengacara Pak Bupati pada saat selesai kuliah pada saat itu?
"Sempat, tapi gak terlalu fokus seperti kawan-kawan yang lain, kemudian saya sempat ikut kursus, ikut organisasi salau satu pengacara, jadi saya ada memegang kartu pengacara".
Di waktu umur 5 Tahun pak Bupati sempat kehilangan sosok ayah, seperti apa pak Bupati mengenang sosok ayah?
"Ya, jadi kalau saya ini samar-samar ya, saya ingat itu, saya ini anak yang gak pernah pisah dari ayah, kemana saja ayah saya, saya selalu ikut, ya kalau ayah ke Jambi, saya ikut, waktu itu, saya ingat, saya pernah ikut ke Jambi, tidur di salah satu hotel, nama nya itu hotel mustika murni, itu hotel yang agak oke lah waktu jaman itu dulu, jadi waktu ayah saya beli rinso, di tinggal saya sendiri, saya nangis teriak manggil-manggil ayah saya, pokoknya ayah saya kemana saja, saya selalu ikut terus, ke sungai ke kebun pokoknya saya ikut".
"Saya anak kelima dari enam bersaudara, jadi kalo minta duit, saya minta sama ayah saya, sama ibu saya selalu gak dapet, kalo mau ke sungai, dulukan bapak saya dulu punya mobil hartop, saya selalu minta ikut", pokoknya saya sangat dekat dengan ayah.
"Oiya pasti, saya sayang sama ayah saya, makanya saat saya berkeluarga, saya punya anak, saya selalu dahulukan waktu untuk hal yang penting buat anak saya, sewaktu saya menjadi anggota DPD RI dulu, saya selalu sempatkan waktu minimal sekali seminggu untuk anak saya, karena saya sedih saat mengenang waktu ambil raport dulu, ayah saya sudah tidak ada, yang pasti saya ingin dalam sisi apapun, dimanapun ayahnya berada, anak saya harus dapat merasakan kasih sayang dari ayahnya".
Setelah pak bupati menjadi artis, pak bupati terjun ke dalam dunia politik, berawal dari menjadi anggota DPD RI, 3 periode yang full dijalani, kemudian periode ke 4 terpilih kembali, namun, mengundurkan diri demi mencalonkan diri menjadi Bupati Merangin, selama menjadi legislator apa saja legasi yang sangat penting menurut pak Bupati bagi masyarakat di Jambi?
"Ya, sebenernya perwakilan daerah inikan merupakan wakil di daerah ya, memang secara jujur, banyak yang harus dibenahi, makanya saya hampir selama 10 tahun menjadi pimpinan fraksi di kelompok di DPD RI, jadi yang kita perjuangkan itu adalah tentang perubahan UUD tentang amandemen, sehingga memang perwakilan daerah ini bisa menyuarakan kepentingan daerahnya, karena kita sebagai wakil daerah ini kan, bukan perwakilan dari partai politik, jadi memang murni perwakilan untuk kebutuhan dari daerah, contoh, misalnya transfer dana ke daerah, kemudian DBH, saya masih ingat, dulu belum ada DBH, sekarang sudah ada DBH, Dana Bagi Hasil, dan itu disuarakan oleh DPD RI waktu itu, kemudian UU Desa, sangat ingat waktu itu saya menjadi bagian dalam perancangan UU Desa".
Apa saja yang menjadi prioritas pak Bupati untuk 5 tahun kedepan?
"Ada 8 agenda besar yang akan kami lakukan, yang paling prioritas bagi saya di Merangin ini, adalah masalah Infrastruktur, kemudian pelayanan kesehatannya, saya mempunyai target untuk rumah sakit 3 tahun sekarang saya turunkan menjadi 2 tahun, karena dulu saya melihat dari luar, tapi sekarang saya melihat dari dalam untuk memahami persoalan dari pelayanan kesehatan di rumah sakit ini, kenapa masyarakat Merangin harus berobat keluar, kalau ada rumah sakit di Merangin, mudah-mudahan target selama 2 tahun ke depan ini bisa kita kejar untuk membenahi fasilitas rumah sakit dan pelayanan kesehatan ini".
Kemudian membenahi SDM di Merangin, tentu kita akan membenahi pendidikan di Merangin, dan merapikan Kota Bangko dengan segala upaya kita merapikan walaupun dengan kondisi anggaran yang minim akibat efisiensi anggaran, alhamdulilah, jalan-jalan di sekitar Kota Bangko sudah mulai bersih dan rapi, saya berharap Kota Bangko nantinya bisa menjadi pusat ekonomi modern di wilayah barat, sebagai pusat ekonomi baru, dengan menghadirkan pasar ekonomi baru, kita juga mengatur tempat PKL, kan gak mungkin dong PKL berdagang di trotoar jalan atau bahu jalan dan ini penertibannya pelan-pelan prosesnya, saya berharap masyarakat Merangin bisa memahami kondisinya, untuk pertanian kita di Merangin punya lahan sawah seluas kurang lebih enam ribu hektar yang aktif, menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat, ke depan sawah ini kita dorong bukan hanya untuk sebatas kebutuhan sehari-hari namun, kita dorong untuk menjadi pusat penghasilan ekonomi bagi masyarakat Merangin, tinggal kita membangun pabrik beras yang modern"
Kemudian mengenai Program Ketahanan Pangan, sesuai dengan perintah pusat, saya menghimbau kepada OPD-OPD teknis dalam kegiatan Musrenbang, harus bisa menghasilkan, contoh perikanan, kita produk ikan ini semua dari luar, di dalam kita tidak bisa memenuhi, kedepan kami menargetkan sebesar 40 persen hasil perikanan wajib dari Merangin, inilah yang harus kita benahi, potensi apa saja yang dipunyai daerah, seperti DAM Betuk itukan bisa dijadikan keramba ikan, membentuk kolam ikan masyarakat.
kemudian ada juga 20 persen dari dana desa yang bisa kita optimalkan untuk Ketahanan Pangan di Kabupaten Merangin ini".
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.