Sabtu, 6 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

News

Videonya Viral, Dedi Mulyadi Minta Ditilang Gegara Tak Pakai Helm saat Dibonceng Dishub

Sebuah video memperlihatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dibonceng sepeda motor tanpa mengenakan helm viral di media sosial. 

Tayang:
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
VIRAL - Sebuah video memperlihatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dibonceng sepeda motor tanpa mengenakan helm viral di media sosial.  

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk meresmikan kampus Bhineka Tunggal Ika, yang dihadiri pula oleh sejumlah menteri, dubes, serta pejabat TNI dan Polri.

Akibatnya, arus lalu lintas menuju lokasi sangat padat. Rombongan VVIP mendapatkan prioritas, sehingga kendaraan yang membawa Dedi Mulyadi terjebak macet selama hampir satu jam.

“Sebagai gubernur, saya tidak boleh datang terlambat saat Presiden tiba. Karena itu, saya mengambil inisiatif untuk naik motor Dishub agar bisa menembus kemacetan,” katanya.

Namun keputusan itu justru berbuntut panjang karena tidak menggunakan helm dan pengendara merekam video sambil mengemudi.

Baca juga: Bayi 2 Tahun di Riau Tewas Disiksa Pasutri Pengasuh, Rekam Korban Sambil Tertawa

Sosok Ferdian, Pengendara Motor yang Viral

Pengendara motor dalam video itu belakangan diketahui bernama Ferdian, seorang petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. 

Ia bukan anggota polisi lalu lintas, melainkan petugas operasional Dishub yang biasa mengawal kegiatan pejabat daerah.

Ferdian diketahui memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan telah bertugas di Dishub cukup lama. 

Meski tak berseragam saat itu, ia ditugaskan untuk membantu pengamanan dan pengawalan jalur acara.

Ferdian saat ini diminta menjalani proses tilang sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelanggaran tersebut.

Respons Netizen dan Upaya Klarifikasi

Publik menyoroti dua hal dalam video tersebut: pertama, tidak digunakannya helm oleh Gubernur dan pengendara; kedua, pengendara yang menggunakan ponsel sambil berkendara, yang sangat berisiko dan melanggar aturan keselamatan.

“Ini jelas pelanggaran lalu lintas. Kalau masyarakat biasa ditilang, seharusnya pejabat juga diproses. Jangan ada perlakuan istimewa,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.

Namun, tindakan Dedi Mulyadi yang mengakui kesalahan dan meminta proses hukum ditegakkan mendapat apresiasi dari sebagian kalangan.

“Minimal, beliau tidak membela diri dan berani bertanggung jawab. Tapi ke depan harus lebih hati-hati dan memberi contoh baik,” ujar aktivis keselamatan jalan raya, Dedy Sutomo.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved