Berita Viral

Waspada Modus Baru! Pria di Jambi Dirampok dan Dibacok Usai Antar Wanita ke Pulau Pandan

Sebuah kasus perampokan disertai pembacokan menimpa seorang pria terjadi di Pulau Pandan, Kota Jambi heboh dan viral di media sosial. 

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Instagram/ Kolase Tribun Jambi
MODUS BARU: Sebuah kasus perampokan disertai pembacokan menimpa seorang pria terjadi di Pulau Pandan, Kota Jambi heboh dan viral di media sosial. Korban yang mengalami kejadian naas itu langsung melaporkannya ke Polda Jambi. Polisi diminta mengungkapkan modus baru yang patut diwaspadai yakni wanita minta diantar, lalu disergap di lokasi tujuan. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku.

Tribunjambi.com akan memberikan perkembangan terbaru terkait kabar pengeroyokan tersebut.

Kasus ini sontak menarik perhatian warganet, memicu beragam komentar mengenai keamanan di Pulau Pandan. 

Baca juga: Polisi Terima Laporan Pria Malang di Jambi Jadi Korban Perampokan dan Pembacokan di Pulau Pandan

Beberapa komentar mencerminkan pengalaman pribadi dan keprihatinan masyarakat:

@bayupamungkassssss menulis, "Alhamdulillah selamo ngojol lah beberapo kali ngantar kesano dak kejadian kek ni". 

Komentar itu menunjukkan beberapa pengemudi ojek online atau kurir sering melewati area Pulau Pandan, dan beruntung tidak mengalami insiden serupa. Ini sekaligus menjadi pengingat akan potensi risiko yang mengintai.

Pengguna dengan nama @rtsrinasafitri menyoroti dugaan keterlibatan wanita yang mengantar korban: "cari lah kak sampe dpn cewek atas nama adis di pangil unyil tu emg meresahin orang kak". 
Komentar ini menguatkan dugaan adanya modus penipuan dan kejahatan terencana yang melibatkan seorang wanita sebagai pancingan.

Kekhawatiran terhadap keamanan Pulau Pandan juga diungkapkan oleh @mina_noviani: "Pulau pandan San sangat rawan untuk orang luar..". Ini menggambarkan persepsi umum masyarakat bahwa Pulau Pandan memiliki reputasi sebagai daerah yang tidak aman, terutama bagi pendatang atau orang asing.

"Alhamdulillah sampai saat 8ni blm pernah nginjakan kaki ku pulau pandan Jambi tuuuu," ujar @azmi.alesha, menunjukkan keengganan sebagian orang untuk mengunjungi area tersebut karena alasan keamanan.

Ada pula kekecewaan terhadap kondisi terkini Pulau Pandan, seperti yang disampaikan @ekanovri_25: "Lah betahun merantau,kiroin pulau pandan lah berubah lebih baik,ruponyo makin parah.".

Komentar itu mencerminkan harapan akan perbaikan keamanan, namun justru mendapati kondisi yang dianggap memburuk.

Namun, tidak semua setuju dengan stigma negatif tersebut. Akun @vikal_apriansa yang mengaku tinggal di Pulau Pandan menulis, "Guwa anak Rantau guwa tinggal di pulau pandan 2tahu gak ada di apa⊃2; orang pulau pandan, mungkin abang nya bikin masalah di pulau pandan tu dak." 
Komentar ini memberikan perspektif berbeda, mengindikasikan bahwa mungkin ada faktor lain atau masalah pribadi yang memicu insiden tersebut, dan tidak semua orang di Pulau Pandan terlibat dalam kejahatan.

Seruan agar polisi bertindak tegas juga digaungkan. @henny_pr berkomentar, "Pak bray, tolong tangkap mereka yg melakukan kejahatan, termasuk cewek nya itu pak @manangsoebeti_official." Hal ini menunjukkan desakan masyarakat agar pihak berwajib segera menangkap para pelaku dan memberikan rasa aman.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap modus kejahatan semacam ini, terutama saat menerima tawaran untuk mengantar seseorang ke lokasi yang kurang familiar atau dikenal rawan. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved