Polemik di Papua
CEMAS Warga Wamena Akibat Konflik KKB Papua dan Aparat, Pengamat: Guncang Psikologis
Kontak tembak antara KKB Papua dan aparat TNI-Polri menciptakan kecemasan bagi warga di Wamena, Kabupaten Jayawiya, Papua Pegunungan.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Polemik di Tanah Papua yang terjadi kontak tembak antara KKB Papua dan aparat TNI-Polri menciptakan kecemasan bagi warga di Wamena, Kabupaten Jayawiya, Papua Pegunungan.
Insiden itu menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk dari Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Hukum, Methodius Kossay.
Kata dia, masyarakat kini hidup dalam ketidakamanan, kecemasan, dan ketakutan mendalam, dihantui bayang-bayang kematian yang menimbulkan trauma berkelanjutan.
Berbagai insiden sebelumnya, seperti penembakan, pengerahan aparat keamanan TNI dan Polri.
Serta pernyataan Bupati Jayawijaya kepada Panglima KKB Papua, Egianus Kogoya.
Hal telah memengaruhi kondisi psikologis dan mengganggu kehidupan sosial warga Wamena.
Pemberitaan media tentang konflik antara KKB Papua dengan aparat keamanan juga memperparah trauma.
Juga mengganggu stabilitas sosial masyarakat Jayawijaya.
Baca juga: PANIK Egianus Kogoya Data KKB Papua Bocor Usai Ponsel Hilang, Sebar Seruan Waspada di Grup WA
Baca juga: Bareskrim Polri dan Kejaksaan Kini Bidik Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat
Baca juga: 7 FAKTA dan DATA 4 Pulau di Aceh Pindah Adm ke Sumut: Tak Ada Jejak Pengelolaan, Dokumen Agraria
"Tindakan-tindakan seperti penembakan, penyanderaan, dan penyerangan terhadap pihak yang tidak terlibat konflik, termasuk warga sipil yang menjadi korban, tentu tidak luput dari pantauan psikologis masyarakat," ujar Methodius, Rabu (11/6/2025).
Oleh karena itu, Methodius berharap konflik kekerasan ini harus segera dihentikan.
Ia menekankan pentingnya niat serius dan kepercayaan untuk menyelesaikan serta mengakhiri konflik.
Menanggapi situasi yang tidak aman ini, masyarakat Wamena diminta untuk selalu waspada dan mawas diri.
Lebih lanjut, Methodius mendesak Bupati Jayawijaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRP/DPRK, serta Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk berkoordinasi dengan masyarakat sipil dan tokoh adat di 44 kabupaten.
Mereka diharapkan mengampanyekan penolakan terhadap tindakan kekerasan akibat konflik dan mengajak seluruh masyarakat sipil untuk menjadikan Wamena sebagai kota yang damai, aman, dan penuh kasih.
Kronologi Kontak Tembak
Sementara itu, Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, membenarkan adanya kontak tembak tersebut. I
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.