Berita Viral

TANGIS Palsu Wadison Pasaribu Bunuh Istri Demi Nikahi Wanita Lain: Rekayasa Kematian, Lihai Menangis

Tangis pilu ditinggal sang istri untuk selama-lamanya menggema di persemayaman dan pemakaman Petri Sihombing. Tangisan Wadison itu ternyata palsu.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kompas TV
TANGISAN PALSU: Tangis pilu ditinggal sang istri untuk selama-lamanya menggema di persemayaman dan pemakaman Petri Sihombing. Sayangnya, duka dan tangisan yang dipertontonkan Wadison Pasaribu itu ternyata palsu. (foto: Kompas TV) 

Namun, kakak kandung suami korban membantah kabar tersebut.

"Kalau masalah jual beli tanah setahu saya ya, adik saya bukan menjual tanah malah membeli. Tapi setahu saya masalah jual belinya enggak ada permasalahan kok sampai sekarang," ujar Payon Pasaribu, abang Wadison Pasaribu.

"Jadi kalau masalah beli tanah, adapun berita-berita di media sosial yang kurang enak, kalau
itu hoaks," jelasnya.

Kejanggalan atas kematian korban mulai dirasakan oleh keluarga suaminya, Wadison Pasaribu

Sepupu Wadison yang juga seorang pengacara melihat gelagat mencurigakan dari cara Wadison menjawab pertanyaan pernyataan penyidik.  Jawaban Wadison dianggap tidak lugas.

Setelah diinterogasi keluarga, Wardison Pasaribu akhirnya mengaku bahwa
dirinyalah yang membunuh istrinya, Patri Hombing. 

Pelaku mengaku kalap dan terbawa amarah kemudian membunuh istrinya serta merekayasa kasus perampokan.

"Sebenarnya dia sudah mau mengaku pada awal waktu pemeriksaan di kepolisian itu. Kemudian jam 07.30 malam dia mengaku secara resmi kepada kami bahwa dialah pelakunya. Dan saat itu juga saya sarankan supaya dia kami serahkan ke Polres Serang Kota," jelasnya.

"Setelah dia melihat istrinya sudah meninggal, dia juga panik. Dia yang mengacak-kacak rumah itu. Dia sendiri yang mengikatkan diri dia sendiri yang masuk ke karung," jelasnya. 

Polisi akhirnya menangkap Wadison Pasar setelah pelaku mengakui membunuh istrinya karena emosi saat terlibat petengkaran. 

Kepada polisi, pelaku mengaku menganiaya korban hingga tewas dan merancang peristiwa perampokan untuk menutupi perbuatannya.

Di hadapan polisi, pelaku juga memperagakan saat ia pura-pura masuk ke dalam karung untuk menyamar sebagai korban perampokan.

"Suami korban adalah pelaku pembunuhan yang sudah direncanakan. Tadi kita sudah sama-sama melihat bagaimana pelaku merekayasa tindakan pemudahan bercana dibuat seolah-olah kejadian pencurian dengan kekerasan, sakit hati misal dengan istrinya," jelas Kombes Yudha Satria, Kapolresta Serang Kota.

Baca juga: Polda Jambi Gelar Sholat Idul Adha 1446 H di Masjid Al Iklas dan Lantai 3 Gedung Siginjai

Wadison Pasaribu juga mengaku motifnya membunuh istri karena ada niat menikahi perempuan lain. 

Keputusan membunuh korban juga didorong keinginan agar setelah menikahi perempuan lain, pelaku tetap bisa mengasuh kedua anaknya.

Wadison mengaku bahwa istrinya memang sudah mengetahui adanya perselingkuhan.

Namun pada malam sebelum kejadian tak ada cekcok antara keduanya.

Pelaku mengaku tidak ada peran pihak lain dalam membantu menghabisi nyawa sang istri.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved