Berita Viral
TANGIS Palsu Wadison Pasaribu Bunuh Istri Demi Nikahi Wanita Lain: Rekayasa Kematian, Lihai Menangis
Tangis pilu ditinggal sang istri untuk selama-lamanya menggema di persemayaman dan pemakaman Petri Sihombing. Tangisan Wadison itu ternyata palsu.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TANGIS Palsu Wadison Pasaribu Bunuh Istri Demi Nikahi Wanita Lain: Rekayasa Kematian, Lihai Menangis
TRIBUNJAMBI.COM - Tangis pilu ditinggal sang istri untuk selama-lamanya menggema di persemayaman dan pemakaman Petry Sihombing.
Sayangnya, duka dan tangisan yang dipertontonkan Wadison Pasaribu itu ternyata palsu.
Suami Petri, Wadison dengan lihainya mencucurkan air mata di depan jenazah sang istri yang ia bunuh sendiri dengan tangannya.
Petri sempat dikira menjadi korban perampokan karena ditemukan tak bernyawa di rumahnya
dengan kondisi tangan terikat.
Wadison bahkan mematangkan skenario dengan ikut berpura-pura terluka.
Air mata dan sandiwara dilakukan Wadison demi untuk menutupi aksi kerjanya pada sang istri.
Siapa yang tak pilu melihat sang istri tercinta, tergeletak, tak bernyawa?
Kebedihan itu juga dipertontonkan Wadison di depan jenazah sang istri dan juga keluarga besar yang datang melayat.
Baca juga: TERUNGKAP! Akun TikTok Selingkuhan Wadison Pasaribu Diserbu Netizen: Ucapan Bikin Geram Campur Geli
Baca juga: PERKATAAN Anak Petry Sihombing Usai Wadison Pasaribu Bunuh Istrinya Sendiri: Gak Mau Sama Bapak Lagi
Baca juga: SUMBER Harta Kekayaan Hercules, Ketum GRIB Jaya Miliki Mobil, Rumah Mewah Hingga Bisnis Kapal
Dengan memegang pakaian sang istri, Wadison menangis histeris mengutarakan perasaannya yang hancur kehilangan sang istri.
Tapi siapa mengira tangis Wadison rupanya hanyalah tangis penyesalan dan ketakutan atas perbuatannya menghilangkan nyawa sang istri.
Seolah tak mampu menanggung rasa sakit kehilangan sosok istri.
Wadison beberapa kali tak sadarkan diri saat persemaian man sang istri di rumah duka.
Di hadapan keluarga besar, Wadison meratapi jenazah istrinya hingga pingsan.
Keluarga pun sempat simpatik dan berupaya menghibur kepiluan Wadison.
Keluarga dan kerabat mengantarkan jenazah Petri hingga ke pemakaman di TPU Kecamatan Taktakan, Serang, Banten.
Tak hanya menangis di depan jenazah sang istri, Sandiwara Wadison juga berlanjut hingga di
pemakaman.
Wadison terlihat termenung dan di depan pusara istrinya.
Ia seolah kehilangan semangat hidup kala melepas kepergian sang istri untuk selamanya.
Baca juga: KRONOLOGI Truk Arang dari Jambi Terguling di Boyolali Ikuti Google Maps: Overload Jadi Biang Kerok
Sandiwara Wadison hingga di pemakaman hari itu sama sekali belum memantik curiga pihak keluarga.
Sebelumnya, Saudara, warga di Perumahan Puri Anggrek, Serang, Banten sempat digegerkan dengan penemuan pasangan suami istri yang tewas dalam kondisi terikat di dalam rumahnya.
Keduanya diduga menjadi korban perampokan.
Karena selain istri yang ditemukan tewa, sang suami juga ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di dalam karung.
Warga yang pertama kali menemukan korban bilang peristiwa itu diketahui usai anak korban keluar rumah berteriak minta tolong.
Warga yang mendengar lantas mendatangi rumah korban dan mendapati kedua korban dalam kondisi tak wajar.
"Pas saya dengar suara azan subuh mendengar kayak ada gembok sama pagar dibuka gitu, diketok-ketok. Saya bangun, saya keluar, saya lihat di pagar saya enggak ada penasaran. Saya keluar pagar, anaknya sudah minta tolong. Anaknya masih kecil sekitar umur 7 tahun minta tolong nangis-nangis."
"Saya sudah firasat buruk malam-malam anak minta tolong sambil nangis langsung saya teriak. Saya teriak-teriak minta tolong," ujar tetangga korban.
Satu hari setelah kejadian, polisi langsung menggelar olah TKP yang dihadiri pihak keluarga suami korban serta kuasa hukum.
Saat pertama kali tiba di lokasi, polisi mendapati kondisi pintu belakang rumah korban rusak.
Adanya barang korban yang hilang yakni perhiasan menguatkan dugaan adanya perampokan disertai pembunuhan.
Baca juga: TNI Buru KKB Papua Penembak 2 Pekerja Bangunan di Jayawijaya, Diduga Anggota Agianus Kogoya
Selain itu, mencuat juga dugaan adanya motif perselisihan soal jual beli tanah yang melatari pembunuhan Patrisi Hombing.
Namun, kakak kandung suami korban membantah kabar tersebut.
"Kalau masalah jual beli tanah setahu saya ya, adik saya bukan menjual tanah malah membeli. Tapi setahu saya masalah jual belinya enggak ada permasalahan kok sampai sekarang," ujar Payon Pasaribu, abang Wadison Pasaribu.
"Jadi kalau masalah beli tanah, adapun berita-berita di media sosial yang kurang enak, kalau
itu hoaks," jelasnya.
Kejanggalan atas kematian korban mulai dirasakan oleh keluarga suaminya, Wadison Pasaribu.
Sepupu Wadison yang juga seorang pengacara melihat gelagat mencurigakan dari cara Wadison menjawab pertanyaan pernyataan penyidik. Jawaban Wadison dianggap tidak lugas.
Setelah diinterogasi keluarga, Wardison Pasaribu akhirnya mengaku bahwa
dirinyalah yang membunuh istrinya, Patri Hombing.
Pelaku mengaku kalap dan terbawa amarah kemudian membunuh istrinya serta merekayasa kasus perampokan.
"Sebenarnya dia sudah mau mengaku pada awal waktu pemeriksaan di kepolisian itu. Kemudian jam 07.30 malam dia mengaku secara resmi kepada kami bahwa dialah pelakunya. Dan saat itu juga saya sarankan supaya dia kami serahkan ke Polres Serang Kota," jelasnya.
"Setelah dia melihat istrinya sudah meninggal, dia juga panik. Dia yang mengacak-kacak rumah itu. Dia sendiri yang mengikatkan diri dia sendiri yang masuk ke karung," jelasnya.
Polisi akhirnya menangkap Wadison Pasar setelah pelaku mengakui membunuh istrinya karena emosi saat terlibat petengkaran.
Kepada polisi, pelaku mengaku menganiaya korban hingga tewas dan merancang peristiwa perampokan untuk menutupi perbuatannya.
Di hadapan polisi, pelaku juga memperagakan saat ia pura-pura masuk ke dalam karung untuk menyamar sebagai korban perampokan.
"Suami korban adalah pelaku pembunuhan yang sudah direncanakan. Tadi kita sudah sama-sama melihat bagaimana pelaku merekayasa tindakan pemudahan bercana dibuat seolah-olah kejadian pencurian dengan kekerasan, sakit hati misal dengan istrinya," jelas Kombes Yudha Satria, Kapolresta Serang Kota.
Baca juga: Polda Jambi Gelar Sholat Idul Adha 1446 H di Masjid Al Iklas dan Lantai 3 Gedung Siginjai
Wadison Pasaribu juga mengaku motifnya membunuh istri karena ada niat menikahi perempuan lain.
Keputusan membunuh korban juga didorong keinginan agar setelah menikahi perempuan lain, pelaku tetap bisa mengasuh kedua anaknya.
Wadison mengaku bahwa istrinya memang sudah mengetahui adanya perselingkuhan.
Namun pada malam sebelum kejadian tak ada cekcok antara keduanya.
Pelaku mengaku tidak ada peran pihak lain dalam membantu menghabisi nyawa sang istri.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.