Polemik di Papua

'Kami Membela Diri' Alasan KKB Papua Serang Polisi di RSUD Wamena

Juru bicara TPNPB-OPM atau KKB Papua mengungkap alasan melakukan penyerangan terhadap polisi di RSUD Wamena. Hal itu dilakukan untuk membela diri.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
UNGKAP ALASAN: Juru bicara TPNPB-OPM atau KKB Papua mengungkap alasan melakukan penyerangan terhadap polisi di RSUD Wamena. Hal itu dilakukan untuk membela diri. 

'Kami Membela Diri' Klaim KKB Papua Alasan Serang Polisi di RSUD Wamena

TRIBUNJAMBI.COM - Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM, disebut juga KKB Papua mengungkap alasan melakukan penyerangan terhadap polisi di RSUD Wamena.

Awalnya dia mengakui tindakan tersebut menyalahi hukum humaniter internasional.

Namun, aksi itu kata Sebby, dilakukan dalam rangka membela diri.

Meski demikian, Sebby Sambom menyebutkan serangan aparat keamanan tergolong lebih kejam terhadap warga sipil di Papua.

Dia juga menyinggung kejadian masuknya tentara negara ke gereja-gereja di Papua.

Padahal, kata dia, rumah ibadah itu kerap dipakai sebagai tempat berlindung warga sipil saat terjadi kontak tembak antara TNI dan kelompok bersenjata. 

"Kami membela diri, maka akan menempuh dengan cara apa saja. Salah satunya tembak polisi di depan rumah sakit," kata Sebby pada Minggu (1/6/2025).

Menurut Sebby Sambom, serangan ke aparat keamanan itu untuk mengusir adanya kehadiran militer di Wamena. 

Baca juga: Respon Kapendam Cendrawasih Tudingan KKB Papua TNI Kerahkan Pasukan ke Wamena

Baca juga: Perang Versi KKB Papua: Wamena di Tengah Ancaman, Warga Ketakutan

Sebby Sambom menuding sebagian tenaga kesehatan yang bertugas di sejumlah rumah sakit di Papua merupakan anggota intelijen pemerintah dan TNI-Polri. 

"Dokter, tenaga kesehatan itu dari anggota intelijen pemerintah, anggota TNI dan Polri," ujarnya. 

Tudingan Sebby itu merujuk pada pernyataan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang pernah menyebut prajuritnya di Papua juga bertugas sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Di sisi lain, Sebby tak menampik bila tindakan kelompoknya yang menyerang aparat keamanan di depan RSUD Wamena melanggar hukum humaniter internasional. 

Kata dia, dalam panduan hukum perang rumah sakit dilarang dijadikan sasaran dalam penyerangan.

"Rumah sakit tidak boleh dijadikan sasaran dalam perang," katanya.

Sebby mengakui bahwa belum semua milisi TPNPB OPM memahami panduan perang atau hukum humaniter internasional. 

Salah satu penyebabnya karena keterbatasan akses pengetahuan, sehingga menghambat milisi yang tersebar di wilayah Papua.

Sebby berujar, pada 2012 silam di Konferensi Tingkat Tinggi TPNPB-OPM di Biak, pihaknya sempat mencetak sebanyak 1.000 buku panduan hukum humaniter internasional untuk dibagikan ke kombatan. 

Baca juga: KKB Papua Serang Truk Logistik di Puncak, 2 Prajurit TNI Dilaporkan Tertembak

"Tapi Papua itu besar. Stoknya kini habis, jadi belum dibagikan seluruhnya buku itu," ucap dia.

Polisi Ditembak OTK Diduga KKB Papua di RSUD Wamena

Seorang anggota polisi dilaporkan kritis usai ditembak orang tak dikenal (OTK) yang diduga KKB Papua di Wamena, Papua Pegunungan.

Insiden yang terjadi pada Rabu (28/5/2025) sekitar pukul 19.25 WIT saat berada di depan RSUD.

Polisi yang bernama Bripka M itu ditembaki saat mobil patroli yang dikendarainya berada di depan RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Informasi diperoleh menyebut bahwa pelaku yang diduga diduga KKB Papua itu menggunakan sepeda motor.

Usai melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah Distrik Wouma.

Korban saat itu usai mengantarkan korban kecelakaan lalu lintas ke RSUD Wamena.

Peristiwa penembakan terjadi saat Bripka MD serta rekannya, Aipda BS kembali ke mobil patroli dan hendak meninggalkan rumah sakit.

OTK yang menggunakan sepeda motor tiba-tiba mendekati mobil dinas lalu menembaki korban dari depan hingga peluru menembus kaca mobil dan peluru bersarang di tubuh korban.

Sebutir peluru mengenai dada kiri Bripka MD. 

Dalam kondisi terluka, korban segera dilarikan kembali ke IGD RSUD Wamena untuk mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa ini membuat situasi Wamena mencekam.

Kepolisian belum bisa memastikan identitas pelaku penembakan. Penyelidikan tengah berlangsung.

Baca juga: Dia Pengkhianat Marah Jubir KKB Papua ke Egianus Kogoya Minta Rp5 Milar ke Gubernur Lewat Video

Kapolres Jayawijaya langsung turun tangan dan memerintahkan pengamanan ketat di sekitar rumah sakit.

Barang bukti yang diamankan sementara adalah satu unit mobil dinas Satlantas yang digunakan oleh korban dan saksi.

Belum ada informasi lebih lanjut terkait motif atau pelaku dalam insiden penembakan ini.

Hingga berita ini tayang, Tribun tengah berupaya mengkonfirmasi kepolisian setempat.

Bantah Tudingan

Kepala Penerangan Kodam XVIl/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan buka suara terkait tudingan KKB Papua terkait pengerahan TNI ke Wamena, Papua Pegunungan.

Dia menegaskan yang terjadi hanyalah proses rotasi atau pergantian personel di wilayah tersebut.

Sehingga kata dia, tidak ada pengerahan pasukan baru. 

“Tidak ada pengerahan pasukan TNI ke Wamena, yang ada hanya pergantian personel,” ujar Candra Kurniawan, Minggu (1/6/2025).

Dijelaskannya, Satgas Pamtas Kewilayahan Indonesia— Papua Nugini dari Yonif 641/Beruang yang telah bertugas selama satu tahun di Wamena.

Sehingga saat ini digantikan oleh personel dari Yonif 521/Dadaha Yudha (Dy).

Kolonel Infanteri Candra Kurniawan menegaskan rotasi ini merupakan agenda rutin.

Disampaikannya, rotasi itu tidak berkaitan dengan insiden penembakan yang terjadi di depan RSUD Wamena pada 29 Mei 2025 lalu.

Seperti dikehui, insiden tersebut menewaskan seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Jayawiya.

Juru bicara KKB Papua, Sebby Sambom menuding TNI telah mengirim pasukan militer dan logistik ke Wamena pada 30 Mei 2025. 

la menyebut kehadiran TNI membuat ribuan pengungsi dari Kabupaten Nduga merasa lerancam.

“Aparat militer memasuki sejumiah titik pengungsian lalu mengawasi ketat warga sipil,” ungkap Sebby Sambom. 

Lebih lanjut, Sebby mengklaim pihaknya melihat satu kapal  milik TNI bersandar di Pelabuhan Jayapura pada 28 Mei 2025.

Dari sana, delapan truk disebut digunakan untuk mengangkut  prajurit dan logistik menuju Sentani sebelum diterbangkan ke Wamena

la juga menyebut TNI membagi dua kelompok pasukan: satu kelompok dijemput dengan empat truk dan dibawa ke markas militer di Wamena.

Sementara kelompok lainnya dikerahkan ke wilayah Wouma dan sekitarnya. Namun, ia tidak merinci jumlah pasti personel yang disebutnya dikerahkan 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kopi Arabika PTPN Kian Digemari, PTPN Target Produksi Kopi Tertinggi Mencapai 1.200 Ton

Baca juga: BPBD Batang Hari Jambi Imbau Warga Hati-Hati Angin Kencang dan Pohon Tumbang Jelang Kemarau

Baca juga: PRIA di Banyuwangi Tikam Remaja Hingga Tewas:Tak Terima Komentar Negatif Korban di Live TikTok Pacar

Baca juga: Yamaha Grebek Pasar Rame Jambi Sukses Digelar

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved