Berita Viral
Viral Dowinta dan 2 Anaknya 4 Hari Terombang-ambing di Laut, Baling-baling Perahu Motor Rusak
Viral pengakuan ibu bernama Dowinta atau Dodo, 4 hari terombang-ambing di laut bareng 2 anaknya.
TRIBUNJAMBI.COM- Viral pengakuan ibu bernama Dowinta atau Dodo, 4 hari terombang-ambing di laut bareng 2 anaknya.
Ternyata suami Dowinta baru saja meninggal.
Kejadian menegangkan yang dialami Dowinta terjadi pada Sabtu (24/5/2025) malam.
Dowinta merupakan salah satu penumpang kapal motor (KM) Altaf yang sempat dilaporkan hilang kontak saat menuju Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Ia bersama dua anak, kakak kandung, kakak ipar, serta tiga anak buah kapal (ABK), terombang-ambing di lautan selama empat hari, mulai Sabtu malam hinga Selasa (27/5/2025) pagi.
Dodo merupakan warga asal Desa Air Hitam, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, yang pada Sabtu (26/5/2025), hendak berangkat ke Pulau Enggano.
Dodo berangkat menggunakan kepal nelayan bersama dengan kedua anaknya yaitu laki-laki atas nama Nata (6) dan perempuan bernama Nakib (3).
Dodo juga ditemani Novi (36) yang merupakan kakak laki-laki Dodo, dan Danil (40) yang merupakan kakak ipar Dodo.
Baca juga: Kecelakaan Jalan Lintas Jmabi-Sabak, Motor Tabrak Bak Belkang Truk Tronton
Baca juga: Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini Turun di Level Rp1.927.000 per Gram
Mereka sama-sama berangkat dari Kabupaten Kepahiang menuju ke Pelabuhan Pulau Baai, dengan tujuan desa asal almarhum suaminya di Pulau Enggano, tepatnya di Desa Malakoni.
"Dia (Dodo) ini berangkat dari Kepahiang, suaminya baru meninggal enam hari yang lalu," ungkap kerabat korban, Mulyadi, yang ada di Pulau Enggano saat dihubungi oleh Tribun Bengkulu.
"Mau ke sini (Enggano) untuk nyelesaikan soal adat almarhum suaminya itu," imbuhnya.
Korban berangkat dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu pada Sabtu (24/5/2025), sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, Mulyadi sempat menghubungi korban via telepon dan korban baru mau keluar dari Pelabuhan Pulau Baai.
Karena mereka sudah mau memasuki wilayah laut, sambungan telepon antara Mulyadi dan juga korban harus terputus.
Harusnya jika kondisi laut dalam keadaan normal, kapal yang ditumpangi korban harusnya tiba pada Minggu (25/5/2025) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.
Kecelakaan Jalan Lintas Jambi-Sabak, Motor Tabrak Bak Belakang Truk Tronton |
![]() |
---|
Pemkab Tanjabbar Dukung Percepatan Bentuk Koperasi Merah Putih |
![]() |
---|
Tradisi dan Prestasi Berpadu di Danau Sipin, Lomba Pacu Perahu Meriahkan HUT Kota Jambi |
![]() |
---|
Deretan Pejabat Pemkot Jambi yang Diperiksa Penyidik Terkait Mall JCC Simpang Kawat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.