Berita Internasional
DETIK-DETIK Atap Menara Genderang sejak Zaman Dinasti Ming China Roboh setelah 650 Tahun
Menara Genderang di Fengyang, China, yang dibangun pada abad ke-14, sejak zaman Dinasti Ming, menjadi salah satu dari banyak situs bersejarah
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Tahun lalu, bangunan ini menjalani renovasi, khususnya untuk memperbaiki masalah genteng yang mudah lepas, menurut pemerintah Fengyang setelah insiden keruntuhan.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan di dunia maya mengenai kualitas renovasi yang memakan biaya sekitar 3 juta yuan atau hampir $420.000 (sekitar Rp6,8 miliar), dan apakah dana publik telah disalahgunakan.
Sepuluh tahun lalu, perusahaan yang mengerjakan proyek ini juga pernah menangani renovasi aula leluhur di Anhui yang kemudian terbakar sebagian, menurut laporan media pemerintah.
Meningkatkan kekhawatiran terkait bangunan ini, penyiar nasional China, CCTV, menyatakan minggu ini bahwa seluruh struktur yang direkonstruksi di atas fondasi tersebut dibangun secara ilegal pada tahun 1990-an.
Mereka menyebutnya sebagai "barang antik palsu" yang tidak mendapatkan persetujuan dari pejabat pengawas situs warisan budaya.
CCTV tidak menjelaskan alasan tidak adanya pemeriksaan sebelumnya terhadap bangunan tersebut.
Bukan Kali Pertama Renovasi 'Asal-asalan'
Banyak situs bersejarah di China telah mengalami renovasi dalam beberapa dekade terakhir, seiring ledakan popularitas pariwisata budaya.
Masalah konstruksi asal-asalan telah lama menjadi isu di China, terutama di tahun-tahun awal ledakan ekonomi yang dimulai sekitar empat dekade lalu.
Bangunan sekolah yang dibangun dengan buruk menyebabkan kematian sekitar 10.000 siswa saat gempa bumi tahun 2008 di Provinsi Sichuan.
Pengawasan memang telah membaik, namun kecelakaan konstruksi masih menjadi persoalan sensitif dan kadang mematikan.
Gerbang Dinasti Ming, juga di Kabupaten Fengyang, runtuh saat proyek konstruksi pada tahun 2007.
Penyelidik pada waktu itu menyimpulkan bahwa konstruksi ilegal dan kualitas buruk mungkin menjadi faktor, menurut laporan kantor berita negara Xinhua.
Menurut pernyataan dari pemerintah Fengyang, genteng mulai rontok dari atap menara drum sejak 2017.
Pada 2023, pemerintah membuka proses tender untuk renovasi.
Gereja Spirito Santo alla Ferratella, Penyelenggara Tur ke Roma dan Pastor Perlu Simak Ini |
![]() |
---|
Orang Terkaya Singapura Goh Cheng Liang Meninggal, Nippon Paint dan Warisan Kebaikannya |
![]() |
---|
ART Asal Indonesia Ditangkap, Selundupkan Kokain Senilai Rp8,4 Miliar dari Afrika ke Makau |
![]() |
---|
Rencana Indonesia Rawat 2.000 Warga Dikaitkan dengan Pengosongan Gaza, Dukung Israel-AS? |
![]() |
---|
MANTAN Pemain Timnas Palestina Tewas Usai Diserang Israel saat Antri Bantuan di Gaza |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.