Berita Nasional

Malunya Indonesia di Mata Investor Asing Gegara Ulah Pengusaha di Cilegon Minta Jatah Proyek Rp5 T  

Citra Indonesia sebagai negara ramah investasi tercoreng di hadapan dunia internasional akibat ulah oknum minta jatah proyek Rp5 Triliun.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture Yt Kompas TV
MINTA JATAH: Sekelompok individu tersebut mendatangi investor asing yang tengah bersiap menggelontorkan investasi besar-besaran di sektor petrokimia. Kelompok tersebut diduga meminta jatah proyek senilai Rp5 triliun secara langsung tanpa melalui mekanisme lelang.  (Foto: Capture Yt Kompas TV) 

TRIBUNJAMBI.COM – Di tengah upaya pemerintah menarik investor asing masuk ke sektor industri strategis, sekelompok orang yang mengklaim sebagai bagian dari organisasi pengusaha lokal di Kota Cilegon, Banten, justru membuat ulah yang memalukan. 

Sehingga citra Indonesia sebagai negara ramah investasi tercoreng di hadapan dunia internasional.  

Sekelompok individu tersebut mendatangi investor asing yang tengah bersiap menggelontorkan investasi besar-besaran di sektor petrokimia. 

Mereka datang dengan dalih sebagai "pengusaha lokal". 

Kelompok tersebut diduga meminta jatah proyek senilai Rp5 triliun secara langsung tanpa melalui mekanisme lelang. 

Tak cukup sampai di situ, kelompok ini juga meminta dilibatkan penuh dalam pembangunan proyek strategis nasional tersebut  

Tentu itu suatu sikap yang mencerminkan praktik tidak sehat dalam dunia usaha, dan berpotensi menghambat iklim investasi di tanah air. 

Terkait polemik itu, Kapolres Cilegon AKBP Kemas Indra Natanegara mengungkapkan pihaknya telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak. 

Baca juga: Banjir di Simpang Mayang, DPR RI HBA: Harus Berkolaborasi Antara Investor dan Seluruh Stakeholder

Baca juga: Sambangi Jambi, Dubes India Janjikan Bawa Investor Karena Lihat Potensi Ekonomi Cukup Besar

Mediasi itu untuk meredam konflik dan mencegah kerusakan citra daerah. 

“Sudah kita fasilitasi pertemuannya, dan dari hasil mediasi disepakati bahwa tidak ada unsur intimidasi maupun pengancaman. Hanya terjadi miskomunikasi antar pihak,” ujar Kapolres. 

Ia menegaskan, apabila di kemudian hari ditemukan indikasi pemaksaan, intimidasi, atau upaya menghambat investasi, maka pihaknya tak segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.  

“Sudah kita ultimatum, tidak ada intimidasi. Kalau ada, kami tindak tegas,” tegasnya.

Kadin: Ini Ulah Oknum, Harus Dibersihkan 

Menanggapi insiden yang berpotensi mencoreng reputasi dunia usaha di Indonesia, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie angkat bicara.  

Ia menyayangkan tindakan kelompok tersebut dan menegaskan bahwa Kadin akan menelusuri oknum-oknum yang terlibat. 

“Kita akan cek dan kirim tim ke Cilegon untuk duduk bersama pemerintah daerah. Kalau benar ada oknum yang mengklaim sebagai bagian dari Kadin atau asosiasi pengusaha lalu meminta jatah proyek, tentu ini bukan cara-cara yang kita benarkan,” katanya. 

Baca juga: Ditengah Isu Ijazah Palsu, Muncul Peluang Jokowi Jadi Ketua Umum PSI Gantikan Kaesang Pangarep

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved