Polemik di Papua

Detik-detik Polisi Diserang saat Olah TKP Napi KKB Papua Kabur, Kapolda: Diawali Teriakan Provokatif

Personel Polres Nabire diserang narapidana di Lapas Kelas IIB Nabire saat melakukan olah TKP tiga tahanan kabur. 

|
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture Kompas TV
DETIK-DETIK: Personel Polres Nabire diserang narapidana di Lapas Kelas IIB Nabire saat melakukan olah TKP tiga tahanan kabur. Ketiga napi merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB KKB Papua. (foto: Capture Kompas TV) 

Detik-detik Polisi Diserang Napi KKB Papua di Lapas Nabire, Kapolda: Diawali Teriakan Provokatif

TRIBUNJAMBI.COM -  Personel Polres Nabire diserang narapidana di Lapas Kelas IIB Nabire saat melakukan olah TKP tiga tahanan kabur. 

Ketiga napi merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB KKB Papua.

Akibat penyerangan itu menyebabkan sejumlah polisi terlukau.

Insiden penyerangan ini terjadi saat polisi hendak melakukan olah TKP kaburnya tiga anggota KKB Papua dari Lapas Kelas IIB Nabire pada Jumat siang.

Kapolda Papua Tengah, Brigen Pol Alfred Papare mengatakan serangan diduga dipicu oleh teriakan provokatif dari dalam blok.

Teriakan itu membuat narapidana menganiaya dua polisi sebelum akhirnya diselamatkan oleh petugas Lapas. 

"Situasi itu sangat cepat. Jadi ketika Pak Kapolres mau kembali keluar dan teman-teman yang akan masuk untuk mengap tiba-tiba mendapatkan perlawanan," ujarnya dilansir dari tayangan KompasTv, Minggu (11/5/2025).

"Tapi itu diawali dengan ada teriakan-teriakan yang memancing para napi lain untuk melakukan aksi penyerangan," sambungnya.

Brigen Pol Alfred Papare mengungkapkan, puluhan narapidana lainnya yang berada di luar blok melempari personel Polres Tabire yang tiba di Lapas. 

Baca juga: Polisi Alami Luka Hingga Cidera Ringan Dikeroyok di Lapas Nabire saat Olah TKP Napi KKB Papua Kabur

Baca juga: Profil Brigjen Alfred Papare Ungkap Napi Kabur dari Lapas Nabire Terkait KKB Papua, Kapolda Pertama

Sejumlah polisi terluka di bagian kepala dan mengalami memar serta cidera ringan. 

Namun terkait aksi penyerangan itu sudah direncanakan atau tidak, Brigen Pol Alfred Papare mengaku belum bisa disimpulkan.

"Jadi kalau kita bilang mungkin ini sudah direncanakan ya saya belum bisa simpulkan," ujarnya.

Namun dia menegaskan jika tahanan yang kabur tersebut benar merupakan anggota KKB Papua.

"Tapi perlu kita ketahui bahwa tiga tahanan yang kabur ini, ini penanganan kasus dan mereka ini bagian dari kelompok KKB Papua di wilayah Puncak Kabupaten Puncak," terangnya.

"Itu penanganan di sana dan mereka menjalani hukumannya saat ini di Lapas Nabire," lanjutnya.

Dia mengaskan dugaannya bahwa teriakan itu seolah-olah memprovokasi tahan para napi lain untuk menyerang. 

"Tapi nanti semua ini kita akan pelajari akan, dalami, baru nanti kita simpulkan," tandasnya. 

Cara 3 Napi Terafiliasi KKB Papua Kabur

Tiga narapida (napi) terafiliasi Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua kabur dari Lapas Kelas IIB Nabire, Kamis (8/5/2025).

Baca juga: Frengky Monim si Pria Gondrong Viral Klarifikasi Isu Sesat: "Saya Tidak Pernah Mengaku Tuhan"

Ketiga napi yang melarikan diri itu terkait kasus percobaan pembunuhan, pembunuhan hingga kepemilikan senjata api (senpi).

Napi tersebut yakni Irimus Telenggen alias Sayur, Salam Telenggen alias Uras Telenggen, dan Yomison Murib alias Biasa.

Lantas bagaimana cara ketiga narapidana itu bisa kabur pada pukul 00.42 WIT?.

Ternyata ketiga napi tersebut memanfaatkan tangga kayu dengan panjang sekitar 3,5 meter.

Hal itu diketahui dari rekaman CCTV dan keterangan beberapa saksi di Lapas Kelas IIB Nabire.

Dengan tangga itu lah para narapidana itu kemudian memandat pagar besi.

Tinggi pagar yang berhasil dipanjat ketiganya sekitar 8 meter.

Mereka berhasil kabur melewati pagar besi yang berkawat duri tersebut.

Kaburnya ketiga tahanan itu dibenarkan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare.

Baca juga: Pentolan KKB Papua Bumi Walo si Buronan Bertangan Merah Tamat di Ujung Senyap Tim Gabungan

Kapolda mengungkapkan bahwa sebelum kabur ketiga napi itu dipercaya petugas untuk membantu memasak air.

Air masak terseut untuk penghuni lapas lainnya.

Hal itu pula disebut yang memungkinkan mereka mengakses area terbuka.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Jelajah Negeri Lempur, Monadi Sebut Jangan Mati Dulu Sebelum ke Kerinci

Baca juga: Penyebab GRIB Susah Dibubarkan padahal Bakar Mobil Polisi dan Hina Jenderal, Pengusaha Blak-blakan

Baca juga: Polres Kerinci Jambi Tangkap Pelaku Curanmor Kurang dari 24 Jam, Dibekuk di Pemandian Air Panas

Baca juga: Razman Nasution Sebut GRIB Jaya Dukung Pemerintah Berantas Premanisme Berkedok Ormas

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved