Berita Internasional

70 Persen Wilayah Gaza jadi Zona Terlarang usai Israel Langgar Gencatan Senjata

OCHA menemukan bahwa Israel telah membatasi akses ke sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Tangkapan Layar/Al Jazeera
PETA GAZA.- Tangkapan layar dari Al Jazeera, Rabu (7/5/2025). Israel telah mengubah 70 persen wilayah Gaza menjadi zona terlarang, dalam peta. Sejak Israel melanggar gencatan senjata, negara itu telah menyatakan sebagian besar wilayah Gaza sebagai zona terlarang, memaksa pengusiran di tengah serangan, dan memblokir semua bantuan kemanusiaan. 

Mereka melaporkan bahwa tidak ada lagi makanan tersisa di pasar maupun pusat distribusi bantuan.

Stok makanan PRCS bagi para pengungsi kini benar-benar habis.

Yang tersisa hanyalah sedikit kacang-kacangan yang masih bisa disalurkan ke dapur umum.

Organisasi itu menegaskan bahwa lebih dari satu juta pengungsi tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan makanan harian minimum.

Selama hampir tiga bulan ini, pasukan Israel memblokade bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Jalur Gaza.

Alasannya, untuk menekan Hamas agar segera membebaskan para sandera.

Padahal, bencana kelaparan di Gaza sudah berada di depan mata.

Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan minggu ini bahwa gudang-gudangnya kini kosong.

Dapur umum yang masih beroperasi di sana sangat membatasi persediaan terakhir mereka.

Adapun sedikit makanan yang tersisa di pasar-pasar Gaza, kini dijual dengan harga selangit yang tidak terjangkau oleh kebanyakan orang.

Sekantong tepung terigu kini harganya setara dengan $100 atau setara dengan Rp1,6 juta.

Kasus kekurangan gizi akut pada anak juga meningkat pesat, salah satu tanda pasti akan datangnya bencana kelaparan.

Hampir 3.700 anak didiagnosis kurang gizi bulan lalu, meningkat 82 persen dari Februari, menurut PBB.

Organisasi-organisasi bantuan yang pernah menjadi jawaban atas krisis pangan yang telah melanda Gaza selama perang hampir 19 bulan ini, kini juga kehabisan jawaban.

Berdiri di gudang kosong, koordinator darurat WFP di Gaza Yasmin Maydhane mengatakan persediaan organisasinya telah “habis”.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved