Polemik di Papua

DPR Desak Pemerintah Bertindak Usai Ketua Komnas HAM Ditembaki KKB Papua saat Cari Iptu Tomi Marbun

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta pemerintah bertindak tegas pasca Ketua Komnas HAM, Frits Ramandey ditembaki KKB Papua.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
TIM PENCARIAN - Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey (tengah), saat ikut tim pencarian eks Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Samuel Marbun di Sungai Rawara, Moskona Barat, Teluk Bintuni, Papua Barat, Minggu (27/4/2025). 

DPR Desak Pemerintah Bertindak Usai Ketua Komnas HAM Ditembaki KKB Papua saat Cari Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Marbun

TRIBUNJAMBI.COM - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta pemerintah bertindak tegas pasca Ketua Komnas HAM, Frits Ramandey ditembaki KKB Papua.

Perinstiwa penembakan itu terjadi di Sungai Rawara, Teluk Bintuni, Papua Barat beberapa waktu lalu.

Frits bersama rombongan berada di lokasi tersebut melakukan pencarian terhadap Iptu Tomi Marbun Samuel.

Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Samuel Marbun merupakan mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni yang hilang saat kejar KKB Papua.

Saat upaya pencarian terhadap Iptu Tomi Samuel Marbun tersebut terjadi penembakan yang dilakukan KKB Papua.

Terhadap peristiwa itu, TB Hasanuddin mengatakan wibawa lembaga negara diserang.

Padahal, Komnas HAM Papua tengah tengah membantu pencarian Kasat Reskrim Polres Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, yang hilang di Sungai Rawara, Distrik Moskona. 

"Serangan KKB tersebut bukan hanya serangan terhadap individu, namun juga terhadap wibawa negara," kata TB Hasanuddin lewat keterangan tertulisnya, Selasa (29/4/2025).

Baca juga: Detik-detik Mencekam KKB Papua Tembaki Rombongan Ketua Komnas HAM Cari Iptu Tomi Marbun: 4 Tembakan

Baca juga: Menhan Sjafrie Usulkan Tunjangan TNI di Daerah Terpencil Naik 75 Persen, Khusus di Papua 65 Persen

"Kita tidak boleh membiarkan ini berulang. Perlindungan terhadap petugas negara, termasuk Komnas HAM, adalah prioritas," sambungnya menegaskan. 

Menurutnya, aksi penembakan oleh KKB di Teluk Bintuni sudah mengganggu kerja lembaga negara dan tak boleh lagi ditoleransi.

Tegasnya, penembakan terhadap rombongan Komnas HAM Papua tersebut telah mengancam nyawa dan wibawa negara.

Tindakan Brutal

Menurut dia, aksi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu tak bisa ditoleransi dan dibiarkan, karena telah mengganggu kerja-kerja lembaga negara. 
"Ini jelas tindakan brutal yang mengancam kerja lembaga negara. Pemerintah harus bertindak tegas," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan resminya, Selasa (29/4/2025). 

Politikus PDI-P itu menegaskan bahwa penembakan tersebut tak hanya mengancam nyawa, tetapi juga wibawa negara.

Sebab, Komnas HAM saat itu sedang melakukan aksi kemanusiaan untuk mengawal proses pencarian anggota polisi yang hilang.

Ketua Komnas HAM Papua: Kami Tidak Bisa Balik ke Sungai Rawara Teluk Bintuni

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengungkapkan ketidakinginan kembali ke Sungai Rawara.

Pernyataan itu usai dievakuasi pasca penembakan yang diduga dilakukan KKB Papua saat pencarian Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Samuel Marbun.

Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun yang meruoakan mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni sebelumnya dilaporkan hilang sejak Desember 2024.

Dia dikabarkan tergelinci saat mengejar KKB Papua.

Baca juga: Profil Sosok Frits Ramandey, Ketua Komnas HAM Papua Ditembak KKB saat Cari Iptu Tomi S Marbun

Ketua Komnas HAM yang ikut dalam tim gabungan melakukan pencarian mengaku ditembaki rombongan KKB Papua.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam penembakan tersebut.

Dia mengalami penembakan di Sungai Rawara, merupakan sungai yang menjadi lokasi hilangnya Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Samuel Marbun.

Sungai Rawara itu terletak di Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni, Papua Barat.

Usai mengalami penembakan, dan berhasil dievakuasi, Frits Ramandey mengaku tak ingin kembali ke lokasi tersebut.

Kata dia, lokasi tersebut merupakan zona merah rawan KKB Papua.

"Wilayah yang kami datangi itu zona merah. Dalam konsep Komnas HAM, saya sebut daerah itu rawan konflik," kata Frits Ramandey saat dihubungi melalui telepon, Senin (28/4/2025).

Menurutnya, kelompok sipil bersenjata di sana menyerang secara sporadis sewaktu-waktu.

Hal itulah yang ia alami pada Minggu (27/4/2025) pagi saat ikut pencarian Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Marbun.

Ia mengaku mengalami insiden penembakan oleh kelompok sipil bersenjata di Sungai Rawara.

Saat itu, bersama empat polisi tanpa bersenjata, Frits Ramandey hendak membersihkan badan di pinggir sungai.

Tiba-tiba, beberapa tembakan dari jarak lebih dari 100 meter mengarah ke mereka.

Frits dan empat polisi bisa menyelamatkan diri dari tembakan, tapi terluka karena terjatuh dan terpleset saat menyelamatkan diri.

Pada siang setelah kejadian itu, Frits Ramandey dan warga sipil lain yang ikut misi pencarian Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Marbun dievakuasi ke Kampung Mayado, Moskona Selatan, Teluk Bintuni.

"Kami tidak bisa balik karena ancamannya nyata dan jaraknya jauh sekali," ujar Frits.

Ia menyebut ada dua ancaman serius. Pertama ada beberapa binatang buas, banjir, dan derasnya aliran sungai.

"Kedua, kelompok sipil bersenjata yang memberikan ancaman langsung pada kami," katanya.

Selain itu, ucapnya, perjalanan dari Distrik Bintuni menuju Sungai Rawara sangat jauh.

Baca juga:  24 Hari Pencarian, Remaja Hanyut di Sungai Batang Asai Sarolangun Jambi Ditemukan Meninggal Dunia

Rombongan lebih dulu ke Kampung Mayerga, Moskona Selatan, yang ditempuh tujuh jam menggunakan mobil.

"Dari Mayerga ke Sungai Rawara, sebagian tim berjalan kaki dua hari," kata Frits Ramandey.

Mereka yang berjalan kaki terdiri beberapa anggota polisi dan TNI, YLBH Sisar Matiti Bintuni, dan dua orang dari keluarga Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Marbun.

"Tim yang jalan darat dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat (Irjen Johnny Eddizon Isir). Saya menggunakan helikopter dan mendarat pada Jumat pagi," ujar Frits Ramandey.

Mengutip Tribunnews, Mabes Polri mengkonfirmasi adanya insiden penembakan saat operasi pencarian Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Samuel Marbun di Sungai Rawara, Minggu (27/4/2025).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut tim Brimob yang tergabung dalam Satgas AB Moskona 2025 sigap melindungi Frits dan rombongan.

Iptu Iptu Tomi Samuel Marbun Samuel Marbun hilang di Sungai Rawara saat memimpin operasi pengejaran KKB pada 18 Desember 2024.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Sebut Fuji Menantu Idaman, Sinyal Pernikahan Verrell Bramasta Menguat, Venna Melinda: Aku Suka Dia

Baca juga: Prediksi Skor dan Statistik Barcelona vs Inter Milan, Alasan Barca Bakal Menang Telak

Baca juga: Muswil PAN: Gubernur Al Haris Resmi Pimpin DPW PAN Jambi 2024–2029

Baca juga: Sedang Melintas, Mobil Dirut PDAM Kota Sungai Penuh Jambi Terseret Longsor Rabu Dini Hari

Sebagian artikel ini tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved