Berita Nasional
Puluhan Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG,Polisi Periksa 10 Saksi, Dedi Mulyadi:Harus Hati-hati
Puluhan siswa di Cianjur, Jawa Barat dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengingatkan penyelenggara program MBG lebih berhati-hati saat menyediakan MBG untuk para siswa.
"Ke depan para penyelenggaranya harus lebih berhati-hati. Katering yang membuat masakannya harus senantiasa mempertimbangkan aspek-aspek higienitas, keamanan siswa yang akan mengonsumsi itu," katanya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (23/4), dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Keracunan Masal Siswa di Cianjur Usai Santap MBG, Korban Bertambah Jadi 38 Orang, Produksi di Stop
Ia menyatakan, Pemprov Jabar tidak dapat mengevaluasi pelaksanaan MBG secara menyeluruh, hal itu kewenangan dari BGN sebagai perumus dan pengawas yang bertanggung jawab langsung pada Presiden.
Menanggapi dugaan keracunan akibat MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membentuk tim khusus.
"Kami bentuk tim khusus dari dinas dan tenaga kesehatan di puskesmas, guna mendatangi rumah siswa yang mengalami keracunan guna memastikan kondisi kesehatan mereka sudah pulih seperti semula selama beberapa hari ke depan," jelas Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal di Cianjur, Rabu, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, petugas gabungan nantinya akan memastikan kondisi kesehatan puluhan siswa yang mengalami keracunan langsung ke rumah-rumah sehingga dipastikan kondisi kesehatan terus membaik dan dapat beraktivitas seperti semula.
Dinkes Cianjur akan bekerja sama dengan Dinkes Provinsi Jabar untuk melakukan pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab keracunan, juga mengantisipasi kejadian serupa terulang.
BGN Lakukan Antisipasi
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan perhatian pada insiden keracunan puluhan siswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga seusai menyantap MBG.
Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (22/4), dikutip dari web BGN.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan, pihaknya menunggu hasil lab Kesda Provinsi dari sampel makanan yang dikirimkan untuk mengetahui penyebab keracunan para siswa.
Baca juga: Viral Video Ketua DPRD Jambi Tantang Pendemo: Apo Selero Kau?, Netizen Ungkit Masa Lalu
“Kami sedang menunggu hasil Lab Kesda Provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab. keluar,” tegas Dadan.
BGN juga akan melakukan langkah preventif agar kejadian serupa tak terulang kembali, yakni dengan meningkatkan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG, melakukan proses penyempurnaan sistem berskala nasional.
Selain itu, BGN juga akan mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital serta meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Beredar Kabar Gaji PNS 2025 Naik 16 Persen, Berapa Gaji Pegawai Negeri Saat Ini?
Baca juga: Gempa Guncang Turki Bermagnitudo 6.2, Warga Panik Hingga 151 Orang Lompat dari Gedung
Baca juga: Majelis Hakim PN Jambi Tolak Eksepsi Terdakwa Helen dalam Perkara Narkotika
Baca juga: 10 Kamp Penambang Emas Dibakar 30 Orang Pasca KKB Papua Bunuh 16 Pendulang, Pelaku yang Sama?
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.