Berita Nasional

Puluhan Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG,Polisi Periksa 10 Saksi, Dedi Mulyadi:Harus Hati-hati

Puluhan siswa di Cianjur, Jawa Barat dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
IST
Insiden keracunan masaal dialami sejumlah siswa MAN 1 Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/4/2025). Sejumlah siswa itu mengalami mual dan muntah diduga usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

TRIBUNJAMBI.COM - Puluhan siswa di Cianjur, Jawa Barat dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihak kepolisian hingga saat ini terus menyelidiki penyebab munculnya gejala itu terhadap pelajar.

Tak hanya polisi, pihak Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten juga telah membentuk tim khusus untuk menyelidikinya.

Untuk diketahui, puluhan pelajar yang diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) itu di MAN 1 Cianjur.

Para siswa yang menyantap makanan pada Senin (21/4/2025) lalu itu mengalami gejala berupa mual, muntah dan diare.

Puluhan siswa itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur serta Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur

Selain dari MAN itu ada juga pelajar yang diduga mengalami keracunan usai menyantap makan MBG tersebut.

Menurut keterangan Humas RSUD Sayang Cianjur, pelajar yang diduga mengalami keracunan itu dari SMP PGRI.

Baca juga: Dinkes Periksa Sampel Makanan MBG Diduga Penyebab Puluhan Siswa di Cianjur Alami Gejala Keracunan

Baca juga: Diduga Keracunan Gas, Pria dan Wanita Ditemukan Tewas dalam Mobil yang 2 Hari Parkir di Surabaya

Menurut perkembangan yang dilansir Kompas.com, Rabu (23/4/2025), jumlah korban diduga mengalami keracunan MBG di Cianjur mencapai 79 orang. 

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto menyatakan pihaknya sempat mendatangi lokasi, termasuk dapur MBG yang menyediakan makanan untuk siswa di Cianjur

Selain itu, polisi juga membawa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Tidak hanya itu, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah pihak terhadap kejadian ini. 

"Kami sudah meminta klarifikasi dan keterangan dari 10 orang mulai dari penanggung jawab CV, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Cianjur, Ahli Gizi SPPG, tiga orang staf, tim pengemas, dan dua orang kurir pengantar makanan," kata Tono di Cianjur, Rabu (23/4).

Untuk langkah selanjutnya, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. 

"Kami tunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar guna memastikan penyebab keracunan dan segera kami informasikan kembali kalau sudah ada hasil pemeriksaan," terang Tono. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved