Polemik di Papua

Usai Dilantik Presiden Prabowo, Gubernur John Tabo Prioritaskan Atasi Konflik di Papua Pegunungan

Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo menegaskan komitmennya untuk menangani konflik yang selama ini melanda wilayahnya, terutama di Yahukimo.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
tangkap layar Youtube Sekretariat Presiden
KOMITMEN: Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo dalam keterangan pers usai dilantik Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menangani konflik yang selama ini melanda wilayahnya, terutama di Yahukimo. (foto: tangkap layar Youtube Sekretariat Presiden) 

Sebanyak 2674 personel dikerahkan dalam pencarian AKP Tomi S Marbun  yang hilang saat penggerebekan KKB Papua di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Hilangnya mantan Kasat Reskrim pada empat bulan lalu itu Polri akan melakukan operasi pencarian secara besar-besaran.

Operasi yang dinamakan Alpha Bravo Moskona 2025 digelar dalam mencari keberadaan polisi asal Pematang Siantar, Sumatera Utara itu.

Sebelumnya dia dilaporkan tenggelam saat tim melakukan penggerebakan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua.

Peristiwa yang terjadi pada 18 Desember 2024 itu disebut AKP Tomi S Marbun disebut terpeleset dan terjatuh hingga dikabarkan hilang.

Apel gelar operasi sudah dilakukan pada Jumat (18/4/2025) oleh Korps Brimob di Lapangan Tokubetsu Keisatsutai, Resimen II Pasukan Pelopor.

Apel yang dipimpin Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, Brigjen Gatot Mangkurat dan diikuti oleh seluruh pasukan inti serta unsur pendukung operasi. 

Menurut Gatot, pelaksanaan operasi ini mengusung semangat kemanusiaan, namun tetap harus dilandasi dengan kewaspadaan dan kedisiplinan tinggi.

“Pesan saya kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Moskona ini, semua satgas melaksanakan tugas dengan baik dan tetap waspada karena ini meskipun operasi kemanusiaan."

"Kita melaksanakan tugas operasi di daerah Papua, sehingga kita tidak boleh lengah. Kita juga melaksanakan operasi gabungan dengan Polda Papua Barat,” ujar Gatot, Sabtu, 19 April 2025.

Lebih lanjut, Gatot menegaskan bahwa Operasi Alpha Bravo Moskona bukan hanya tentang pencarian, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa negara hadir dan bertanggung jawab.

Baca juga: KKB Ultimatum Perantau untuk Angkat Kaki Tinggalkan 10 Kabupaten di Papua: Sudah Mulai Perang

“Kita hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi. Operasi ini adalah bagian dari misi kemanusiaan Polri."

"Kita ingin menunjukkan bahwa Brimob bukan hanya pasukan bersenjata, tetapi juga pasukan yang memiliki hati nurani dan peduli terhadap masyarakat,” jelasnya.

Sebanyak 274 personel dikerahkan dalam operasi ini, terbagi dalam lima satuan tugas utama. 

Antara lain Satgas Pencarian/SAR, Satgas Intelijen, Satgas Tindak, Satgas Humas, dan Satgas Banops. Operasi dijadwalkan berlangsung dari 20 April hingga 3 Mei 2025.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved