Berita Populer Hari Ini

5 Berita Populer Jambi, Akal Bulus Ibu Muda di Sungai Penuh Tipu Ratusan Juta s/d Maling Unik

Berikut ini rangkuman peristiwa Jambi di 11 kabupaten kota dalam berita populer Rabu (16/4/2025).

Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
Tribun Network
ILUSTRASI Seorang ibu muda di Sungai Penuh Tipu-tipu 

“Dari hasil turun lapangan bersama tim Polda kemarin, kami dari DLH bertugas untuk mengambil sampel. Sampel itu sudah diuji dan hasilnya sudah kami serahkan ke Polda Jambi. Kami tidak bisa mengungkapkan hasil uji tersebut karena kami hanya bertindak sebagai pendamping,” ungkap Sinta.

Terkait kerusakan lingkungan dan tata kelola teknis tambang, menurut Sinta, hal itu menjadi kewenangan penuh dari Inspektur Tambang. Misalnya soal keberadaan lubang tambang yang belum ditutup, karena masih dianggap memiliki potensi tambang oleh inspektur.

“Kalau ada genangan air di lubang tambang, kenapa tidak ditutup? Itu sepenuhnya kewenangan teknis Inspektur Tambang. Jika menurut mereka masih ada potensi, maka tidak boleh ditutup dulu,” jelasnya.


Baca Selengkapnya

Penyebab Jalan Provinsi di Bukit Tiung Merangin Ambles Akhirnya Terungkap

 

JALAN AMBLES - Retaknya aspal dan amblesnya badan jalan di kawasan Bukit Tiung, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, diduga kuat disebabkan oleh pergerakan tanah.
Retaknya aspal dan amblesnya badan jalan di kawasan Bukit Tiung, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, diduga kuat disebabkan oleh pergerakan tanah.(Tribunjambi.com/Frengky)

 

RETAKNYA aspal dan amblesnya badan jalan di kawasan Bukit Tiung, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, diduga kuat disebabkan oleh pergerakan tanah.

Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Merangin dengan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Provinsi Jambi, Djarisman, saat ditemui Tribun Jambi pada Selasa (15/4/2025) menjelaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi awal, pergerakan tanah di bawah rabat beton memicu pergeseran tanah di atasnya, yang kemudian menyebabkan retakan dan amblesnya badan jalan.

“Tanah di bawah rabat beton bergerak, dan itu menarik tanah di bagian atas, sehingga menyebabkan jalan retak dan sebagian ambles,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil investigasi lanjutan dari tim perencanaan dan akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Sambil menunggu, pihaknya telah mengambil langkah penanganan darurat, seperti menutup retakan dan membuka saluran drainase untuk pengecekan.


Baca Selengkapnya

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved