News

Tiga Polisi di Muna Barat Dianiaya Saat Malam Takbiran, Dua Oknum TNI dan Enam Warga Jadi Tersangka

Tiga anggota polisi di Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami luka serius dan pendarahan hebat setelah menjadi korban penganiayaan oleh dua

Ist
ILUSTRASI POLISI DISERANG- Tiga Polisi di Muna Barat Dianiaya Saat Malam Takbiran, Dua Oknum TNI dan Enam Warga Jadi Tersangka 

TRIBUNJAMBI.COM, MUNA – Tiga anggota polisi di Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami luka serius dan pendarahan hebat setelah menjadi korban penganiayaan oleh dua oknum TNI dan sejumlah warga.

Insiden ini terjadi pada Senin (31/3/2025) sekitar pukul 00.30 WITA di depan Kantor Polsek Tiworo Tengah, Desa Wapae, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, tampak dua pria berpostur tegap dengan gaya rambut cepak menyerang personel kepolisian. Meski beberapa warga berupaya melerai, mereka tetap melayangkan pukulan terhadap petugas.

Akibat serangan tersebut, tiga anggota kepolisian mengalami luka di bagian wajah, terutama hidung dan mulut, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ketiga korban adalah Bripda H dan Briptu RS dari Polsek Tiworo Tengah serta Bripda AMP, anggota Brimobda Sulawesi Tenggara.

Pengamanan Malam Takbiran Berujung Penganiayaan

Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin, membenarkan adanya insiden penganiayaan terhadap aparat kepolisian saat sedang bertugas mengamankan malam takbiran Idulfitri 1446 Hijriah.

"Penganiayaan terjadi saat personel kami menjalankan tugas pengamanan malam takbiran di Kecamatan Tiworo Tengah," ungkapnya pada Senin (31/3/2025).

Menurutnya, dari tiga korban yang mengalami pemukulan, satu di antaranya harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang cukup serius.

Dua Oknum TNI dan Enam Warga Jadi Tersangka

Setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian telah mengamankan sembilan warga yang diduga terlibat dalam insiden ini. Dari jumlah tersebut, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, dua oknum TNI yang diduga terlibat juga diamankan. Mereka adalah AN, yang bertugas di Den Intel Korem Palu, serta Pratu R, anggota Kodim Kendari.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Danden POM) XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan bahwa kedua personel tersebut telah diamankan.

"Saat ini, dua anggota telah diamankan. Terkait kasus ini, mereka masih menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut di Subdenpom XIV/3-3 Muna," ujarnya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh aparat yang berwenang guna mengungkap motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Baca juga: Gubernur Al Haris Halal Bihalal Bersama Kepala Daerah Jambi Wilayah Barat dan Masyarakat

Baca juga: Mendagri Akan Bikin Retret Kepala Daerah Kedua, Pesertanya yang Pernah Bersengketa di MK

Baca juga: Banjir di Kota Jambi, Pemkot Siapkan Bantuan dan Tim Mitigasi

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved