Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tebo

Pemkab Tebo Gelar Diskusi Pembangunan Berkelanjutan, Komitmen Jaga Lingkungan

Bencana ekologi yang melanda Provinsi Jambi dalam dua bulan terakhir menjadi alarm serius bagi arah pembangunan di daerah. Sebanyak 37 desa di tujuh k

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
DISKUSI PEMBANGUNAN - Pemkab Tebo Gelar Diskusi Pembangunan Berkelanjutan, Komitmen Jaga Lingkungan 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO – Bencana ekologi yang melanda Provinsi Jambi dalam dua bulan terakhir menjadi alarm serius bagi arah pembangunan di daerah. Sebanyak 37 desa di tujuh kecamatan Kabupaten Tebo terendam banjir, mendorong pemerintah daerah memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Tebo bersama WWF Indonesia dan para pemangku kepentingan menggelar Diskusi dan Evaluasi Proyek Pembangunan Berkelanjutan, Selasa (18/3/2025) lalu, di Aula Hotel GN Muara Tebo.

Acara ini dihadiri perwakilan instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, dan tokoh masyarakat. Salah satu agenda utama adalah presentasi dari WWF Indonesia mengenai capaian, tantangan, serta rencana tindak lanjut proyek pembangunan berkelanjutan di Tebo.

Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, strategi pembangunan harus memadukan tiga aspek penting: ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

“Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Aktivitas ekonomi harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Nazar juga menyoroti pentingnya peran kawasan hutan di Tebo dalam menjaga ketahanan air, menyediakan jasa lingkungan, dan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Meskipun kewenangan pengelolaan hutan bukan lagi di tangan kabupaten, pemerintah tetap peduli terhadap kondisi masyarakat sekitar hutan.

“Pemkab Tebo terbuka dan berterima kasih kepada mitra pembangunan seperti WWF yang peduli terhadap isu kehutanan dan sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Sekda Tebo, Sindi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan berkelanjutan. Ia mencontohkan pendidikan lingkungan hidup (PLH) yang telah menjadi muatan lokal di Tebo sejak 2016, dan mendorong pendekatan serupa diterapkan di sektor ekonomi.

“Bagaimana meningkatkan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan, itu tantangannya,” ujarnya.

Diskusi ini juga membahas upaya menanggulangi deforestasi, serta memperkuat koordinasi antara Pemkab Tebo dan WWF Indonesia. Nazli Herimsyah, Project Executant Koordinator Landscape Bukit Tigapuluh WWF Indonesia, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Tebo terhadap program-program pembangunan berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk berkolaborasi mewujudkan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan secara adil,” kata Nazli.

Wakil Bupati Tebo berharap praktik-praktik baik yang dilakukan mitra pembangunan dapat digaungkan lebih luas dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi WWF dan berharap sinergi serupa terus diperluas bersama mitra pembangunan lainnya.

Pemkab Tebo optimistis, dengan semangat kolaboratif dan komitmen tinggi, pembangunan berkelanjutan dapat terwujud—mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Baca juga: THR ASN dan PPPK di Tebo Sudah Cair, Total Anggaran Rp 19 Miliar

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Bupati Tebo Tinjau Harga Sembako dan Gelar Pasar Murah

Baca juga: Afriansyah Noor Gelar Bazar Murah Ramadan Bersama IKA SMAN 4 Kota Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved