Polemik di Papua

3 Penyelundup Senjata ke Eks TNI untuk KKB Papua Ngaku Rakit Secara Autodidak, 3 Warga Jatim Diciduk

Empat Polda mengamankan tujuh tersangka penyelundupan senjata api untuk Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua. Belajar secara utodidak.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jatim
PASOK SENJATA API UNTUK KKB PAPUA - Tiga warga Bojonegoro, Jawa Timur ditangkap dan menjadi tersangka atas dugaan terlibat dalam kasus penyuplaian senjata api dan amunisi untuk KKB Papua yang didalangi eks TNI, Yuni Enumbi (29), Selasa (11/3/2025). Ketiganya disebut memiki kemampuan merakit senjata api secara autodidak. (Tribun Jatim) 

Upya penyelundupan senjata api untuk KKB Papua.

TRIBUNJAMBI.COM - Empat Polda mengamankan tujuh tersangka penyelundupan senjata api untuk Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua. Tiga tersangka ngaku belajar rakit secara autodidak.

Dari ketujuh tersangka yang bekerjasama dengan eks TNI Yuni Enumbi itu tiga diantaranya merupakan warga Bojonegoro, Jawa Timur.

Mantan prajurit itu sebelumnya diamankan tim gabungan Polres Keeron, Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2025.

Diantara ketiga tersangka yang diamankan Polda Jawa Timur pada Sabtu (8/3/2025) itu berperan sebagai perakit senjata.

Untuk diketahui, ketiga tersangka yang diamankan di Polda Jawa Timur itu yakni:

1. Pujiono

Pujiono yang membuat popor senjata. 

2. Mukhamad Kamaludin

Mukhamad adalah operator mesin perakitan senjata api.

Baca juga: 4 Polda Ungkap Penyelundupan Senjata Api Oleh Eks TNI Yuni Enumbi, 7 Diamankan, 3 Tersangka di Jatim

Baca juga: Tak Hanya Eks TNI, 3 Warga Bojonegoro Jadi Pemasok Senjata Api ke KKB Papua, 4 Polda Kerja Sama

3. Teguh Wiyono

Teguh berperan sebagai pemasok dan distributor senjata api.

Kemudian yang menjadi pertanyaan yakni asal kemahiran yang dimiliki Mukhamad Kamaludin dalam perakitan senjata api tersebut?

Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman mengungkapkan ketiga warga Bojonegoro itu memiliki kemampuan merakit senjata api.

Diungkapkan Kombes Farman, kemampuan yang dimiliki ketiganya berasal secara autodidak.

Kata dia, berdasarkan keterangan tersangka, awalnya membuat senjata api untuk berburu.

Namun kemudian bisnis tersebut berkembang seiring adanya pesanan senjata api rakitan.

 "Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan autodidak. Awalnya suka bongkar pasang senjata angin itu. Kemudian, berkembang untuk membuat senjata api," ungkapnya. 

Polda Jatim masih menyelidiki sumber pasokan amunisi yang diduga ilegal dan sedang memburu pihak lain yang terlibat.

"Amunisi yang ada di depan rekan-rekan merupakan pabrikan, yang diduga didapat dari rekannya, yang ini sedang masih dalam pencarian sosok pelakunya. Iya pasti dia dapat ilegal," tambah Farman.

Dari barang bukti yang disita, terdapat 982 butir amunisi dengan berbagai kaliber.

Kapolda Papua, Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, menyatakan pengembangan kasus ini telah membawa penangkapan lima orang tersangka di wilayah Bojonegoro, Papua Barat, dan Sleman, Yogyakarta.

Baca juga: AKP Tomi S Marbun Hampir 3 Bulan Hilang saat Gerebek KKB Papua, Keluarga Datangi Mabes Polri

Selain, mengamankan tersangka TR, MK dan MH di Bojonegoro, Jatim, pihaknya juga mengamankan tersangka ES, eks anggota TNI Kodam 18 Kasuari, di Manokwari, Papua Barat, yang bertindak sebagai perantara dan penyimpan senjata. 

Kemudian, tersangka AS yang bertindak sebagai penyimpanan senjata dan amunisi, di Sleman, DIY. 

Nilai transaksi senjata dan amunisi yang dilakukan oleh ketiga tersangka dengan Yuni Enumbi mencapai sekitar Rp 1,3 miliar.

Tersangka Yuni Enumbi diketahui pernah datang langsung ke bengkel para tersangka di Bojonegoro untuk memeriksa kualitas senjata yang diproduksi.

Dari hasil penggerebekan, ditemukan enam pucuk senjata api dan 882 butir amunisi yang disembunyikan dalam tabung kompresor angin.

Selain itu, petugas juga menyita alat-alat yang digunakan untuk perakitan senjata, seperti alat bubut dan mesin las.

"Jadi saat kami lakukan penggerebekan, banyak ditemukan barang bukti alat bubut, alat las, dan beberapa mesin untuk pembuatan."

"Contohnya alat yang sudah dibuat dan siap, sudah dibuatkan popor. Ada senjata pendek rakitan," ujarnya di Ruang Rapat Utama Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Selasa (11/3/2025). 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: 30 Sekolah di Batanghari Jambi Terdampak Banjir, Pembelajaran Sebagian Secara Daring

Baca juga: Daftar 198 Penerima Dana Desa 2025 Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku dan Jumlahnya

Baca juga: Breaking News Jembatan Bailey Jambi-Sumbar Sudah Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup

Baca juga: Harga Emas Antam di Jambi Hari Ini 12/3/2025 Melesat Naik Rp23.000 Jadi Rp1.702.000 per Gram

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved