Aksi Demo Mahasiswa 'Indonesia Geap' Diwarnai Bakar Poster Mayor Teddy hingga Lempar Tai Sapi

Aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai kota besar Indonesia, diwarnai sejumlah insiden.

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah/SuryaMalang/Benni Indo/Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
DEMO EFISIENSI ANGGARAN - Aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap yang digelar ribuan mahasiswa berlangsung di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Selain membakar ban dan spanduk, massa aksi juga membakar bendera Partai Gerindra serta foto Mayor Teddy, yang belakangan menjadi sorotan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai kota besar Indonesia, diwarnai sejumlah insiden.

Aksi yang bermula dilakukan di Jakarta dengan tajuk 'Indonesia Gelap' itu menyeabr ke berbagai wilayah seperti Semarang, Jawa tengah dan Mlaang, Jawa Timur.

Aksi mahasiswa ini membawa sejumlah tuntutan hingga disertai sejumlah insiden pembakaran poster hingga membawa kotoran sapi.

UNJUK RASA - Forum Mahasiswa menggugat membentangkan poster Mayor Tedy saat demo di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Mereka menuliskan sejumlah kritik terhadap mantan ajudan Prabowo itu.
UNJUK RASA - Forum Mahasiswa menggugat membentangkan poster Mayor Tedy saat demo di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Mereka menuliskan sejumlah kritik terhadap mantan ajudan Prabowo itu. (KOMPAS.com/Febryan Kevin)

Di Jakarta Bakar Poster Mayor Teddy

Di Jakarta, ribuan massa unjuk rasa di Patung Kuda, Monas, pada Senin, 17 Februari 2025.

Dalam aksi, massa membakar ban, spanduk, bendera Partai Gerindra, serta foto Mayor Teddy Indra Wijaya, seorang sosok yang menjadi sorotan publik.

Mereka menilai, Mayor Teddy telah melanggar UU TNI karena menjabat sebagai seskab.

"Mayor Teddy Langgar UU TNI, dari Prajurit TNI Hingga Sekretaris Kabinet (Seskab)". tulisan di poster.

Poster selanjutnya ikut dibakar oleh massa.

Baca juga: Hujan di Tanjabtim, Kota Jambi hingga Kerinci, Prakiraan Cuaca BMKG 19 Februari 2025

Baca juga: GP Ansor dan Pemuda Katolik Belajar "Minum Susu“ di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng, Temanggung

Pembakaran ini dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kelangkaan Gas LPG 3 Kg.

Koordinator BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto, menjelaskan bahwa tema "Indonesia Gelap" diangkat karena mahasiswa merasa bahwa kebijakan pemerintah saat ini kurang transparan.

"Kebijakan-kebijakan hari ini selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya," ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah sering berbicara tentang cita-cita "Indonesia Emas 2045", tetapi kebijakan yang ada justru tidak berpihak kepada generasi muda.

Para mahasiswa dalam aksi ini mengajukan lima tuntutan utama, antara lain:

1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menetapkan pemangkasan anggaran.

2. Menghapus pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang.

3. Mencairkan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh.

4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.

5. Menghentikan pembuatan kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Daftar Lengkap 33 Bupati Wali Kota Gubernur di Sumatera Utara Dilantik 20 Februari, Karo s/d Medan

Baca juga: Ratusan Warga Bakar Warung Remang-Remang di Muaro Jambi, Para Suami Emak-Emak Sering Mampir

Di Malang Bakar Foto Prabowo Subiando dan Gibran

Aksi mahasiswa di Malang pada selasa, 18 Februari 2025 juga memanas.

Massa membakar foto Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di depan kantor DPRD Kota Malang.

Foto tersebut ditandai dengan tulisan "efisienshit" pada mata kedua pejabat tersebut dan tanda silang merah pada bibir mereka.

Mahasiswa berorasi dengan menuntut anggota DPRD untuk menolak kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai merugikan masyarakat.

Di tengah aksi, mahasiswa juga melakukan teatrikal dengan cara tiarap di jalanan, sebagai simbol dari kondisi masyarakat yang terpuruk akibat kebijakan pemerintah.

"Teatrikal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah telah keliru dan berdampak pada kesengsaraan rakyat," jelas satu orator, Daniel Alexander Siagian.

19022025-demo mahasiswa22
UNJUK RASA MAHASISWA - Situasi unjuk rasa para mahasiswa di kantor gubernur Jateng, Selasa (18/2/2025). Massa membuang kotoran sapi di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Di Semarang Bawa Tai Sapi

Aksi di Semarang, Jawa Tenga, diwarnai insiden melemparkan tai sapi.

ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Semarang melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Dalam aksi tersebut, mereka melemparkan kotoran sapi ke gerbang kantor gubernur sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.

Ketua BEM Undip, Aufa Atha Ariq, menyatakan bahwa aksi ini adalah akumulasi kemarahan mahasiswa terhadap pemangkasan anggaran yang berdampak pada pendidikan.

"Efisiensi anggaran ini berdampak langsung pada berbagai sektor, terutama pendidikan. Ini adalah bentuk simbolis bahwa kebijakan ini tidak berpihak pada rakyat," ujarnya.

Aksi di Semarang berlangsung hingga pukul 18.30 WIB sebelum massa membubarkan diri setelah melaksanakan shalat berjamaah.

Demonstrasi mahasiswa di Jakarta, Malang, dan Semarang mencerminkan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan layanan publik.

Aksi-aksi ini menunjukkan suara generasi muda yang menuntut perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah.

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aksi Tiarap dan Lempar Kotoran Sapi Warnai Panasnya Demo Mahasiswa Tolak Efisiensi Anggaran, 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Daftar Lengkap 33 Bupati Wali Kota Gubernur di Sumatera Utara Dilantik 20 Februari, Karo s/d Medan

Baca juga: Hujan di Tanjabtim, Kota Jambi hingga Kerinci, Prakiraan Cuaca BMKG 19 Februari 2025

Baca juga: GP Ansor dan Pemuda Katolik Belajar "Minum Susu“ di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng, Temanggung

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved