Berita Tebo

Warga Keluhkan Keberadaan Harimau di Tebo, Pemkab Pasang Kamera Pengintai

Pemerintah Kabupaten Tebo berkoordinasi dengan pihak terkait menyusul dugaan penemuan jejak harimau serta sejumlah ternak yang mati.

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Dok warga
DIMANGSA HARIMAU - Enam ekor sapi diduga dimangsa harimau di Desa Muaro Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo berkoordinasi dengan pihak terkait menyusul dugaan penemuan jejak harimau serta sejumlah ternak yang mati.

Hasil koordinasi memutuskan akan dilakukan inventarisasi terhadap jejak yang ditemukan warga serta pemasangan kamera khusus untuk memantau pergerakan harimau.

Jejak harimau tersebut ditemukan warga Dusun Mendelang, Desa Muaro Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, tepatnya di wilayah konsesi PT LAJ, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun, enam ekor sapi dan empat ekor kambing ditemukan mati, diduga diterkam harimau.

Diduga, ternak warga menjadi korban anak harimau yang baru belajar berburu.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Heru Purnomo, mengatakan tim akan turun ke lokasi untuk menginventarisasi keberadaan harimau yang meresahkan warga.

"Kita juga akan memasang kamera khusus untuk mengetahui berapa jumlah harimau yang berkeliaran di wilayah tersebut," ujarnya, Jumat (14/2/2025).

Dugaan sementara berdasarkan analisis lapangan, ada satu ekor harimau yang berkeliaran. Jika dugaan itu benar, harimau akan dihalau ke Bukit Tiga Puluh. Jika lebih dari satu, akan ditangkap dan dilepasliarkan ke habitatnya.

"Kita coba cek lokasi dulu apakah memang satu atau lebih harimau yang berkeliaran," ungkapnya.

Dalam rapat koordinasi, disampaikan bahwa harimau berkeliaran di wilayah konsesi PT LAJ, yang sebelumnya telah dihuni warga.

Terpisah, Kasi Wilayah 2 BKSDA Jambi, Fared, membenarkan adanya laporan warga mengenai jejak harimau.

"Dan diklarifikasi memang ada beberapa jejak harimau di Dusun Mendelang," ujarnya, Rabu (12/2/2025).

Dusun Mendelang berada dalam kawasan hutan konsesi PT LAJ. Beberapa warga, termasuk Suku Anak Dalam (SAD), telah lama bermukim di sana.

"Ada juga SAD di sana, yang jadi korban ini SAD yang memang sudah berdiam di sana," katanya.

Ia menjelaskan, di dalam kawasan tersebut terdapat sekolah jauh untuk membantu masyarakat terpencil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved