5 Pernyataan Ipda Ferren yang Bikin Ahmad Sahroni Naik Pitam, Pemecatan Siswa SPN di Jabar

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan SPN Polda Jabar kemarin Sabtu (8/2/2025) sempat terjadi ketegangan.

Editor: Duanto AS
Istimewa
PEMECATAN SISWA SPN - Ipda Ferren Azzahra Putri, Polwan yang menyebut Valyano Boni Raphael, siswa Bintara SPN Polda Jabar mengalami NPD. 

Pertama kata Ferren, Valyano Boni Raphael meminta fasilitas yang tak sesuai dengan aturan SPN Polda Jabar.

"Merasa memiliki hak lebih. Kami dapat data dari SPN yang bersangkutan tidak ingin dirawat di rumah sakit Polri saat infaksi gigi ingin dirawat di Siloam ingin mendapat fasilitas terbaik," kata Ferren.

3. Seolah Dipukuli Senior
Menurut Ferren, Valyano juga sengaja menyuruh teman memukul punggungnya agar supaya seolah telah dipukul pengasuh di SPN Polda Jabar.

"Melakukan eksploitasi interpersonal atau memanfaatkan orang lain. Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan pernah menyuruh siswa lain memukul di area punggung menggunakan sapu lidi dengan maksud seolah dipukuli pengasuh. Karena dilakukan pemeriksaan tidak terbukti adanya pemukulan dan penculikan tersebut, Propam kami sudah melaksanakan pemeriksaan," kata Ferren.

4. Arogan dan Angkuh
Ia juga menyebut Valyano memiliki sikap arogan dan angkuh.

"Memiliki perilaku atau sikap arogan dan angkuh. Yang bersangkutan saat diwawancara saya tanya," kata Ipda Ferren Azzahra Putri.

Ahmad Sahroni kembali memotong pembicaraan Ferren.

Ia menganggap paparan Ferren merupakan bentuk kebencian.

"Bu Ferren stop, karena ini sudah meluapkan kebencian ini gak baik, gak boleh, ini gak bisa. Ini bukan faktual dari cerita yang terjadi ini hanya kebencian. Masa menuduh si ini gak bener si itu gak bener, apa ibu bener ? belum tentu lho. Jangan melakukan laporan ini atas kebencian, analisa ini analaisa itu. Ibu melaporkan ini sama saja melaporkan ini anak gak benar, hanya kebencian yang ibu laporkan itu," kata Ahmad Sahroni sambil menunjuk-nujuk Polwan Ferren.

5.  Dikeluarkan 3 Desember 2024

Valyano Boni Raphael merupakan siswa Bintara di SPN Polda Jabar.

Ia dikeluarkan dari SPN tanggal 3 Desember 2024.

Surat pemberhentian Valyano Boni Raphael dikeluarkan satu minggu atau H-6 sebelum dilantik menjadi anggota Polri.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Valyano Siswa SPN Disebut NPD karena Teriak Brimob Saat Lari, Sahroni Emosi Tunjuk-Tunjuk Polwan

(Tribunnews.cm/ Chrysnha/TribunnewsBogor.com/Sanjaya Ardhi)

Baca juga: Siapakah Ipda Ferren Azzahra, Polwan Lulusan Psikologi Sebut Siswa SPN Polda Jabar NPD

Baca juga: Sosok Lina Priscilla Adik Ipar Hary Tanoesoedibjo yang Punya Karier Mentereng

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved