Polemik di Papua

KKB Papua Bunuh Warga Sipil, Jubir TPNPB: Agen Mata-mata, Lakukan Perlawanan, 1 Melarikan Diri

TPNPB - OPM mengaku bertanggungjawab atas meninggalnya La Jahari, warga spil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Editor: Darwin Sijabat
Dok Kodam XVII/Cendrawasih
EVAKUASI: Polisi mengevakuasi warga sipil bernama La Jahari (52) yang ditemukan tewas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (30/1/2025). Jubir TPNPB-OPM klaim korban merupakan mata-mata atau agen intelijen Indonesia. (Dok Kodam XVII/Cendrawasih) 

TRIBUNJAMBI.COM - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggungjawab atas meninggalnya La Jahari, warga spil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Aksi keji itu tepatnya terjadi di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis (30/1/2025).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menuding korban sebagai agen intelijen Pemerintah Indonesia yang dikirimkan ke Bumi Cendrawasih itu.

Sebby mengaku menerima laporan resmi soal kejadian ini dari Komandan TPNPB-OPM Batalyon Sisibia, Yosua Sobolim alias Kempes.

Yosua merupakan pimpiman TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

"Sejak Rabu (29/1/2025) pagi hingga sore pasukan Kempes melakukan operasi di Yahukimo," ujar Sebby dalam keterangan yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu (1/2/2025).

Sebby Sambom mengatakan, saat operasi berlangsung, ada dua orang diduga sebagai mata-mata. Satu di antaranya  orang asli Papua dan satu non-Papua.

Keduanya terlihat sedang berboncengan menggunakan sepeda motor di Jalan Gunung, Dekai.

Baca juga: Kata Polisi Soal Warga Sipil Ditemukan Tewas di Jalan yang Diduga Ulah KKB Papua, Pelaku Diburu

Baca juga: 1 Warga Sipil Ditemukan Tewas dengan Luka Sajam di Yahukimo, KKB Papua Berulah Lagi?

"Saat diinterogasi, agen intelijen non-Papua langsung melakukan perlawanan sehingga pasukan TPNPB-OPM langsung membunuh hingga tewas di tempat dan seorang lainnya melarikan diri," katanya. 

Menurut Sebby, Panglima TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, Elkius Kobak, telah menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Elkius Kobak meminta aparat keamanan Indonesia tidak melakukan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam peristiwa ini.

Selain itu, Sebby Sambom juga mengungkapkan saat ini pasukan Kodap XVI Yahukimo sedang melakukan operasi militer di wilayah perang.

Operasi itu menyusul pembakaran mobil Avanza milik aparat keamanan Indonesia di Yahukimo pada Rabu (28/1/2025).

"Saat ini seluruh pasukan Kodap XVI Yahukimo sedang melakukan operasi di wilayah perang menyusul peristiwa pembakaran mobil Avanza milik aparat keamanan Indonesia di Yahukimo pada Rabu (28/1/2025)," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua kembali berulah dengan melakukan tindakan kekerasan di Papua Pegunungan, Kamis (30/1/2025).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved