Pasal yang Menjerat Hasto Kristiyanto dalam Kasus Suap Harun Masiku, Hukuman 3 Tahun Penjara
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap ter
TRIBUNJAMBI.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI.
Kasus ini melibatkan Harun Masiku, eks calon legislatif PDIP yang hingga kini masih buron.
KPK menduga Hasto bersama Harun Masiku memberikan suap kepada mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, untuk memuluskan langkah Harun menggantikan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR dari Dapil Sumatera Selatan 1.
Penetapan Hasto sebagai tersangka tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprin.Dik/-153/DIK.00/01/12/2024, tertanggal 23 Desember 2024, berdasarkan hasil ekspose perkara pada 20 Desember 2024.
Meski penetapan tersangka Hasto telah terkonfirmasi, KPK belum memberikan keterangan resmi kepada publik. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyatakan bahwa lembaga antirasuah itu akan segera menggelar konferensi pers terkait kasus ini.
"Secepatnya kita konpers," kata Fitroh kepada wartawan pada Selasa (24/12/2024).
Hingga berita ini diturunkan, waktu pasti pelaksanaan konferensi pers belum diumumkan.
Pasal yang Menjerat Hasto
Berdasarkan Sprindik, Hasto dijerat dengan beberapa pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu:
- Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b UU Tipikor, yang mengatur pemberian atau janji kepada penyelenggara negara untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.
- Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp250 juta.
- Pasal 13 UU Tipikor, yang mengatur pemberian hadiah kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan hukuman maksimal tiga tahun penjara dan denda maksimal Rp150 juta.
Keterlibatan Hasto Terungkap dalam Persidangan Sebelumnya
Nama Hasto sudah mencuat dalam persidangan kasus ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 2020.
Saat itu, ia memberikan kesaksian untuk terdakwa Saeful Bahri, anggota PDIP yang didakwa menyuap Wahyu Setiawan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan adanya komunikasi antara Hasto dan Saeful melalui aplikasi WhatsApp terkait upaya PAW Harun Masiku.
Dalam salah satu pesan, Saeful melaporkan rencana memberikan uang Rp600 juta kepada Wahyu Setiawan untuk memuluskan pergantian Riezky Aprilia dengan Harun Masiku.
Hasto berdalih bahwa komunikasi tersebut tidak berkaitan langsung dengan urusan PAW, melainkan untuk mendukung program penghijauan DPP PDIP dalam rangka ulang tahun partai pada Januari 2020.
Habis Immanuel Ebenezer Disindir Prabowo: Pakai Baju Oranye, Apakah Tidak Ingat Istri dan Anak? |
![]() |
---|
Mahfud MD Singgung Kejanggalan KPK Soal Penangkapan Immanuel Ebenezer: Tidak Sesusai Defenisi Hukum |
![]() |
---|
2 Cara Berhentikan Sudewo dari Jabatan Bupati Pati Diungkap Pakar Tata Negara, Apa Saja? |
![]() |
---|
Pede Tanpa Bawa Berkas, Bupati Pati Sudewo Akhirnya Diperiksa KPK Soal Suap Kemenhub |
![]() |
---|
Bupati Pati Tutupi Wajah Pakai Masker ke Gedung KPK, Sudewo Diperiksa Kasus Suap di Kemenhub |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.