24 Tahun Berkuasa, Presiden Suriah Bashar al-Assad Digulingkan Pasukan Oposisi

Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan pasukan oposisi.  Bashar dilaporkan kini dalam suaka sekutunya, Rusia, seperti dilaporkan kantor berita Ru

Editor: Suci Rahayu PK
AFP
Suasana Kota Hama setelah dikuasai pemberontak di Suriah. Pemberontak suriah mengumumkan berakhirnya kekuasaan Presiden Bashar al-Assad pada Minggu (8/12/2024). Mereka mengeklaim telah menggulingkannya ketika berhasil mengusasi Ibu Kota Damaskus dan membuat Bashar al-Assad melarikan diri. Kemajuan pesat para pemberontak Suriah di hari-hari terakhir telah menghidupkan kembali perang selama bertahun-tahun yang telah dimulai 13 tahun lalu atau pada 2011, ketika Assad menindas protes-protes anti-pemerintah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan pasukan oposisi.

Dengan tergulingnya Bashar al-Assad dari kursi presiden, menandai berakhirnya rezim keluarga Assad dalam politik Suriah.

 Bashar dilaporkan kini dalam suaka sekutunya, Rusia, seperti dilaporkan kantor berita Rusia TASS, Senin (9/12/2024). 

”Presiden Assad dan anggota keluarganya telah tiba di Moskwa", demikian TASS mengutip pejabat Rusia yang tidak disebutkan namanya. 

Rusia memberi mereka suaka atas dasar kemanusiaan. 

Bashar yang berkuasa selam 24 tahun, harus rela meninggalkan tanah kelahirannya.

Sosok Mantan Komandan Al Qaeda yang Pimpin Penggulingan Presiden Suriah yakni Abu Mohammed al-Golani.

Golani adalah mantan komandan cabang al Qaeda dalam perang saudara di Suriah

Dulu sosoknya tidak menonjol di mata publik, bahkan ketika kelompoknya menjadi faksi paling kuat yang berjuang untuk menggulingkan Bashar al-Assad.

Baca juga: Gugat ke MK, Kini Tim Hukum Ahmadi Zubir-Fery Satria Kumpulkan Bukti Kecurangan

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM DOROLONDA Rute Ambon-Jakarta Desember 2024, Cek Link Reservasi Tiketnya

Namun kini dia adalah pemberontak Suriah yang paling dikenal, yang secara bertahap menjadi pusat perhatian sejak memutuskan hubungan dengan al Qaeda pada 2016. 

Ia kemudian mengubah citra kelompoknya, dan memimpin pemberontak yang menggulingkan Assad setelah 13 tahun perang saudara.

"Masa depan adalah milik kita," kata Golani, yang sekarang menggunakan nama aslinya Ahmed al-Sharaa, dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di TV pemerintah Suriah.

Pernyataan itu menggarisbawahi peran utama yang diharapkan akan dimainkannya saat Suriah membalik halaman setelah 50 tahun pemerintahan keluarga Assad. 

Menandakan upayanya untuk mengamankan transisi yang tertib, ia menyatakan lembaga-lembaga negara Suriah akan tetap berada di bawah pengawasan perdana menteri yang ditunjuk Assad hingga serah terima jabatan. 

Dengan mengenakan seragam militer, ia juga mengunjungi Masjid Umayyah abad ke-8 di Kota Tua Damaskus, ditemani oleh para pendukung yang merekam momen tersebut dengan meneriakkan "Allahu Akbar".

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved