Polemik di Papua

Siapa Lekagak Telenggen? Ini Profil Pimpinan KKB Disebut Otak Aksi Teror di Papua Tengah, 2 Tewas

KKB Papua belakangan ini kembali sorotan setelah aksi teror yang terjadi baik terhadap masyarakat sipil maupun aparat TNI-Polri.

Editor: Darwin Sijabat
Tribun Makassar
Sosok yang disebut menjadi aktor terjadinya penembakan di Papua Tengah tersebut bernama Lekagak Telenggen. 

KKB Papua.

TRIBUNJAMBI.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua belakangan ini kembali sorotan setelah aksi teror yang terjadi baik terhadap masyarakat sipil maupun aparat TNI-Polri.

Teror yang dilakukan tersebut dengan melakukan penembakan terhadap tukang ojek hingga pelajar.

Kemudian terjadinya baku tembak antara KKB dengan aparat di di Pusat Kota Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Belakangan yang menjadi pertanyaan adalah sosok dibalik terjadinya teror tersebut.

Sosok yang disebut menjadi aktor terjadinya penembakan di Papua Tengah tersebut bernama Lekagak Telenggen. Bahkan disebutkan bahwa dua KKB Papua itu adalah pasukan dari Lekagak Telenggen.

Lalu siapa sebenarnya Lekagak Telenggen?

Lekagak Telenggen, nama yang tak asing lagi bagi masyarakat Papua, khususnya yang tinggal di wilayah Provinsi Pegunungan Tengah. Sebagai salah satu pimpinan KKB, ia dikenal sebagai sosok yang kerap kali melancarkan aksi kekerasan dan teror.

Lekagak Telenggen berasal dari Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Ia dideklarasi sebagai komandan KKB atau diklaim sebagai Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) pada 2019 lalu.

Selama bertahun-tahun, ia aktif terlibat dalam berbagai aksi kekerasan, mulai dari penyerangan terhadap aparat keamanan, hingga tindakan kriminal terhadap warga sipil.

Aksi-Aksi Kekerasan

Beberapa aksi kekerasan yang melibatkan Lekagak Telenggen antara lain:

Baca juga: Sopir Truk Tewas Ditembak OTK di Yalimo, Pasukan KKB Papua?

Baca juga: Kronologi 2 Anggota KKB Tewas di Papua Tengah: Kedapatan Masuk Kota, Baku Tembak dengan Aparat

Penyerangan terhadap Freeport:

Lekagak Telenggen pernah menjadi inisiator serangan terhadap PT Freeport Indonesia.

Bersama kelompoknya, ia berusaha mengganggu operasional perusahaan tambang tersebut.

Penembakan terhadap warga sipil:

Tidak hanya aparat keamanan, warga sipil juga menjadi korban aksi kekerasan kelompok yang dipimpin Lekagak Telenggen.

Salah satu peristiwa yang cukup menyita perhatian adalah penembakan terhadap seorang tukang ojek di Kampung Lumbuk, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (12/4/2022).

Pendirian markas di daerah terpencil:

Kelompok yang dipimpin Lekagak Telenggen sering berpindah-pindah markas.

Mereka sering memilih lokasi-lokasi terpencil di pegunungan untuk menghindari pengejaran aparat keamanan.

Motivasi dan Tujuan

Motivasi Lekagak Telenggen bergabung dengan KKB dan melakukan aksi-aksi kekerasan hingga kini masih menjadi perdebatan.

Dampak terhadap Masyarakat:

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh Lekagak Telenggen dan kelompoknya telah menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi masyarakat Papua, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah.

Kehidupan masyarakat menjadi tidak aman, aktivitas ekonomi terganggu, dan trauma mendalam bagi korban kekerasan.

Kronologi Dua Anggota KKB Papua Tewas

Berikut kronologi dua anggota Organisasi Papua Merdeka atau OPM disebut juga Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua tewas di Pusat Kota Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Keduanya dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan aparat TNI-Polri pada Rabu (4/12/2024) sekitar Pukul 13:25 WIT.

Baca juga: Berulah Lagi, KKB Papua Tembak Pelajar Asal Sulawesi Selatan di Yahukimo, 2 Selamat

Baku tembak tersebut terjadi saat aparat mendapatkan infomasi tentang keberadaan kelompok separatis yang biasa bersembunyi hutan itu memasuki perkotaan.

Dilansir dari Tribun Papua, personil gabungan TNI-Polri yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan patroli siaga.

Sehingga saat itu baku tembak pun tak terelakkan antara aparat TNI-Polri dengan anggota KKB Papua tersebut.

Tim patroli yang dipimpin Letda Ckm Drg Kharis Surya Santika, menuju ke salah satu kios. 

Di sana anggot OPM mulai menembak pimpinan tim patroli yang berada di Belakang Pos Satgas Mandala V.

Aparat kemudian mengimbau pemilik kios dan masyarakat sekitar mengungsi ke masjid dan kontak tembak intens pun terjadi. 

Aparat terus memerintahkan dua orang itu menyerah namun mereka mengindahkan sehingga ditembak dan tewas seketika.

Di lokasi korban terbaring, aparat TNI-Polri mengamankan satu pucuk pistol revolver seri mfgcoha, amunisi caliber 9 mm sebanyak 3 butir, satu telepon genggam, dompet, pluit, kaca mata, jam tangan, KTP, sepasang sepatu boat, sepatu PDL weba, 2 buah tas noken, korek api, dan kalung manik-manik.

Identitas satu diantara korban baku tembak itu diketahui bernama Patius Telenggen (35).

Sementara korban lainnya belum diketahui identitasnya. 

Hingga berita ini terbit, belum ada pernyataan resmi dari TNI-Polri.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Muarojambi 1 Ramadhan 1446 Hijriah

Baca juga: PSU 2 TPS di Muaro Jambi Digelar 7 Desember, KPU Lakukan Persiapan

Baca juga: Mahar Zumi Zola untuk Putri Zulhas Jadi Sorotan Kala Menikah di Madinah: Alhamdulillah

Baca juga: Aliya, Bocah Suku Anak Dalam Sarolangun Viral karena Perut Membesar Meninggal Dunia

Sebagian artikel ini tayang di Tribun-Papua.com

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved