Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 85: Kosakata Media Sosial

Berikut  kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 85.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Chanel Belajar
Berikut  kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 85. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut  kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 85.

Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 85 tersebut terdapat Kegiatan mennulis teks rekon.

Kalian telah membaca berbagai kata yang biasa digunakan dalam percakapan di media sosial. Mungkin juga di antara kalian telah terbiasa menggunakannya dalam berkomunikasi melalui internet.

Buatlah sebuah teks rekon pribadi kurang lebih 300 kata—misalnya pengalaman kalian menggunakan media sosial atau internet pada
umumnya—dengan menggunakan paling sedikit tiga kata baru dalam tabel di atas.

Sebagai petunjuk, kalian dapat mencermati ciri-ciri teks rekon pribadi berikut ini.

1. Menggunakan keterangan waktu yang jelas, misalnya kemarin, minggu lalu, tahun lalu, atau waktu lain.

2. Menggunakan kata ganti “saya, aku, kelompok saya”, dan sebagainya.

3. Menggunakan urutan waktu, misalnya pertama, kedua, setelah itu, dan seterusnya.

4.Menggunakan kata kerja aksi atau kata kerja aktif.

Kunci Jawaban:


Judul: Terjebak dalam Lubang Kelinci Media Sosial

Teks:

Minggu lalu, rasa penasaran yang menggelitik membuatku memutuskan untuk menjelajahi sebuah platform media sosial baru yang sedang viral. Dengan penuh antusiasme, aku membuat akun dan mulai berselancar menyusuri beranda yang penuh dengan konten menarik.

Awalnya, pengalaman ini terasa sangat menyenangkan. Aku menemukan banyak sekali komunitas yang sepemikiran, mengikuti berbagai akun inspiratif, dan bahkan berhasil menambah beberapa teman baru. Namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai merasakan adanya perubahan dalam diriku. Waktuku terasa habis begitu saja untuk sekadar bergulir di layar ponsel. Aku menjadi lebih sering merasa FOMO (fear of missing out) dan merasa tidak produktif.

Suatu malam, saat sedang asyik menonton video pendek, aku tiba-tiba tersadar akan waktu. Sudah pukul dua pagi, namun aku masih enggan untuk meletakkan ponselku. Rasa bersalah mulai menghantuiku. Aku menyadari bahwa kecanduan media sosial telah mulai mengganggu keseharianku.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved