Calon Menteri Prabowo Gibran

Daftar 15 Menteri Jokowi Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Ada Makna Tersendiri? Pengamat Ungkap Ini

Sebanyak 15 orang menteri di era kepemimpinan Presiden Jokowi disebut bakal masuk dalam jajaran kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Sebanyak 15 orang menteri di era kepemimpinan Presiden Jokowi disebut bakal masuk dalam jajaran kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka atau Prabowo-Gibran. 

Calon Menteri Prabowo-Gibran.

TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 15 orang menteri di era kepemimpinan Presiden Jokowi disebut bakal masuk dalam jajaran kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka atau Prabowo-Gibran.

Menteri dalam kabinet Indonesia Maju itu disebut bakal bergabung dengan pemerintahan Prabowo kedepan lantaran terpantau mendatangi kediaman Menteri Pertahanan tersebut.

Belasan tokoh nasional itu tampak mendatangi kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta pada Senin (14/10/2024) kemarin.

Siapa saja mereka yang mendatangi kediaman Prabowo yang disebut bakal masuk dalam pemerintahan Prabowo-Gibran?

Berikut ini total 15 dari 34 nama menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi yang mendatangi kediaman Prabowo tersebut:

1. Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY

2. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas

3. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

4. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Baca juga: Negara akan Anggarkan Rp4,5 Miliar Tiap Bulan untuk Menteri dan Wamen Prabowo-Gibran, Ini Rinciannya

Baca juga: Ratusan Ribu Buruh Bakal Demo 4 Hari Usai Pelantikan Prabowo-Gibran, Said: 38 Provinsi, 2 Tuntutan

5. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

6. Menteri Sekretaris Negara Pratikno

7. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono

8. Menteri BUMN Erick Thohir

9. Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo

10. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

11. Menteri Pertanian Amran Sulaiman

12. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

13. Menteri Keuangan Sri Mulyani

14. Menkumham Supratman Andi Agtas

15. Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani

Selain kelima belas menteri tersebut, tampak juga pejabat di Kabinet Indonesia Maju yang tampak mendatangi kediaman Prabowo.

Lalu apa makna dari kedangan 15 calon menteri yang berasal dari kabinet Presiden Jokowi itu?

Pengamat politik sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam menilai, masuknya kembali sejumlah nama menteri era Presiden Jokowi ke dalam kabinet Prabowo-Gibran merupakan simbol keberlanjutan pemerintahan.

Baca juga: 3 Calon Menteri Diwant-wanti MAKI Jika Masuk Kabinet Prabowo, Mengapa? Siapakah Orangnya?

Menurut dia, pengalaman Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dan interaksinya dengan sesama menteri Presiden Jokowi menjadikannya mengenal secara dekat kinerja positif dari para calon menteri tersebut.

“Banyaknya kabinet Pak Jokowi yang masuk ke kabinetnya Pak Prabowo saat ini ya pertimbangan keberlanjutan itu menjadi dominan, Pak Prabowo tentu sudah mengenal lebih dekat selama ini kan sudah bekerja sama 5 tahun di kabinet, dan kalau kemudian hampir separuh atau 16 itu kan besar sekali itu untuk sustainability atau keberlanjutan,” kata Surokim, kepada wartawan Jumat (18/10/2024).

Surokim mengatakan, dengan masuknya sejumlah nama menteri Presiden Jokowi, Prabowo berharap tidak perlu beradaptasi terlalu lama karena dianggap sudah mengenal ‘medan’ sehingga bisa langsung tancap gas untuk kerja.

“Ya tentu kalau dilihat dari itu Pak Prabowo sih pengennya proses adaptasinya tidak terlalu lama, sehingga bisa langsung ngegas karena kan sudah berpengalaman menteri-menterinya di kabinet yang kemarin,” ujarnya.

Surokim mengatakan yang menjadi sorotan publik adalah Prabowo mempertahankan menteri-menteri bidang ekonomi terdahulu seperti calon Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang dibantu dua wakil calon Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono.

Lalu Airlangga Hartarto hingga Bahlil Lahadalia.

Surokim berpandangan Prabowo berkeinginan tim ekonomi tersebut mampu melanjutkan kinerja positifnya di masa depan mengingat situasi ekonomi global yang sedang mengalami krisis.

“Situasi sekarang ini, kan, situasi yang orang bilang tingkat kompleksitasnya tinggi, uncertain-nya tinggi, kemudian tim ekonomi lama ini dianggap sudah mengenal betul medan laganya, kan tidak mudah membaca pasar itu dengan tokoh-tokoh baru,” ucapnya.

Lebih lanjut Surokim menilai, Prabowo tidak ingin mengambil risiko dengan mengambil menteri ekonomi baru yang masih harus beradaptasi di tengah situasi yang perlu di respons secara cepat.

“Jadi tidak mau mengambil risiko untuk para ekonom baru masuk di situ karena ini tidak hanya berkaitan dengan ekonomi domestik tetapi juga kepercayaan dan trust masyarakat ekonomi internasional relasi dengan perekonomian global dan seperti Sri Mulyani dengan segudang pengalamannya,” katanya.

Baca juga: Prabowo-Gibran akan Lantik Menteri dan Wamen, Berapa Gajinya? Berapa Anggaran Negara Tiap Bulan?

Surokim berpandangan tim ekonomi tersebut dianggap berhasil membawa pertumbuhan ekonomi secara positif, meskipun sempat diguncang pandemi Covid-19 namun tetap tumbuh positif diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia.

Karena itu, Prabowo tetap mempercayai tim ekonomi lama itu untuk menangani masalah ekonomi di Indonesia.

“Menyangkut kondisi ekonomi kita yang sedang tumbuh, walaupun dalam situasi yang sulit, saya kira pandemi itu juga menjadi ujian batu ujian yang luar biasa bagi timnya Bu Sri Mulyani yang nyatanya harus diakui tangguh bisa melewati situasi sulit itu,” ucapnya.

“Nah kalau situasi sulit saja bisa dilewati berarti ya kiranya kalau situasinya normal kan jauh lebih hebat, saya membacanya lebih karena Pak Prabowo melihat tim ekonomi berdasarkan pengalaman menghadapi situasi Covid dan uncertain yang kemarin itu dianggap berhasil sehingga harapannya itu bisa moncer lagi dalam situasi yang normal,” imbuhnya.

Selain itu, Surokim mengatakan dengan masuknya sejumlah menteri lama era Presiden Jokowi dan nama-nama menteri dari luar Koalisi Indonesia Maju (KIM) menjadi menteri sebagai upaya Prabowo merangkul semua pihak demi menjaga stabilitas politik dan kondusifitas keamanan nasional.

“Dan saya kira memang sejak awal Pak Prabowo pun mencoba untuk merangkul semua pihak, menitikberatkan kepada stabilitas itu sebagai prioritas utama sehingga komunikasi politik sekarang ini kan mendasar kepada banyak kawan yang ingin dirangkul semua,” pungkasnya.

Bakal Demo

Ratusan ribu buruh di Indonesia akan turun ke jalan untuk menggelar aksi untuk menyampaikan dua tuntutan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sebagai presiden dan wakil presiden.

Aksi tersebut nantinya akan diselenggarakan tepat empat hari usai pelantikan Prabowo-Gibran, yakni pada 24 Oktober 2024.

Sementara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo-Gibran yakni pada Minggu (20/10/2024).

Adapun aksi demonstrasi tersebut digerakkan oleh serikat, federasi dan konfederasi buruh di seluruh Indonesia.

Disebutkan bahwa aksi tersebut akan berlangsung selama satu pekan kedepan dengan membawa dua tuntutan.

Rencana aksi para buruh itu disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring, Jumat (18/10/2024).

"Mulai tanggal 24 sampai 31 Oktober 2024, selama seminggu akan diadakan unjuk rasa atau demonstrasi buruh, ratusan ribu buruh di seluruh wilayah Indonesia, 38 provinsi dan sudah nyatakan kesediaan lebih dari 350 kabupaten/kota," kata Said Iqbal.

Baca juga: Postingan Umi Pipik Usai Foto Tanpa Busana Mirip Abidzar Al Ghifari Viral, Singgung Peran Orang Tua

Saiq Iqbal menyebut, aksi demonstrasi serentak tersebut akan dimulai pada 24 Oktober 2024, di Istana Jakarta.

Dan akan digelar bergelombang di daerah-daerah lainnya seluruh Indonesia.

"Aksi ini tiap daerah ada yang serempak ada yang bergelombang, misal tanggal 24 akan dimulai dari Jakarta di Istana, ribuan buruh akan turun di Istana  tanggal 24 Oktober," ucapnya.

"Tanggal 25 Oktober buruh Jawa Barat dan buruh Kepulauan Riau Batam khususnya, terus tanggal 26 kecuali Sabtu Minggu kecuali Sabtu Minggu sampai 27, 28, 29, 30, 31 Oktober, gelombang, ada yang serempak, ada yang bergelombang," imbuhnya.

Adapun, aksi tersebut menuntut dua hal. Pertama buruh meminta kenaikan upah 2025 sebesar 8 hingga 10 persen.

Tuntutan kedua, buruh menuntut pemerintahan yang baru untuk mencabut Omnibus Law Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan dan perlindungan petani.

"Itulah dua isu yang akan disuarakan, selama aksi besar-besaran, ratusan ribu buruh seluruh Indonesia turun ke jalan dari tanggal 24 sampai 31 Oktober 2024 di 38 provinsi, dan lebih dari 350 kabupaten/kota," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini Jumat 18 Oktober 2024, FF18-OCT2-024A, FFLO-VERS-PECI

Baca juga: Musim Kedua Megawati di V-League, Ini Jadwal Tanding Red Sparks

Baca juga: Pamit Berangkat ke Kampus, Mahasiswi Unisba Jambi Meninggal dalam Kecelakaan di Desa Tenam

Baca juga: Kode Redeem ML Mobile Legends Hari Ini Jumat 18 Oktober 2024, 49ats258y2zd22fmx, 6h7p7k359mty22ftw

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved