Pasukan Elite TNI vs Bajak Laut Somalia, Kopassus Kopaska dan Denjaka Habisi Perompak
Berani mengganggu kapal Indonesia, perompak Somalia dibabat habis oleh Kopassus, Denjaka dan Kopaska. Kapal dapat direbut kembali
Setelah itu, Presiden memutuskan bahwa tim penyelamat diberangkatkan dari Jakarta menuju Kolombo.
23 Maret 2011 2 KRI dan helikopter bertolak dari Jakarta
29 Maret 2011 Tim penyelamat tiba di Kolombo. Pasukan melakukan pengisian bekal ulang.
30 Maret 2011 Tim penyelamat berangkat dari Kolombo menuju Perairan Somalia. Pada saat itu, Kapal MV Sinar Kudus dilaporkan telah menurunkan jangkar. Namun, tim penyelamat mendapatkan informasi bahwa Kapal MV Sinar Kudus mungkin masih digunakan sebagai mothership.
4 April 2011 Gugus Tugas telah tiba di perairan Somalia. Selanjutnya, anggota Gugus Tugas melakukan pengumpulan data untuk menyusun rencana cadangan.
Ada beberapa catatan yang menjadi bahan pertimbangan saat ini.
Pertama, hasil deteksi dari helikopter, kapal MV Sinar Kudus telah melakukan lego jangkar.
Kedua, belum ada negara lain yang melakukan operasi penyelamatan pada saat kapal melakukan lego jangkar.
Ketiga, ABK MV Sinar Kudus sering dipindah sehingga jumlahnya tak pernah lengkap.
Keempat, setiap kapal yang disandera dijaga pasukan khusus.
Saat ini, ada 15-20 kelompok perompak. Tiap-tiap kelompok perompak terorganisasi dan beranggotakan sekitar 30 orang.
6 April 2011 Satuan tugas menuju ke Salalah Oman (pangkalan AJU) untuk melakukan pengisian perbekalan.
Pengisian perbekalan berlangsung selama 7 hari.
12 April 2011 Satuan tugas kembali menuju perairan Somalia.
13 April 2011 Proses negosiasi dengan perompak menemui titik terang.
Maka dari itu, rencana penindakan disesuaikan.
Pertama, pelaksanaan tebusan harus dipastikan dapat menjamin keselamatan ABK MV Sinar Kudus.
Kedua, pada saat pelepasan, akan dilaksanakan tindakan militer terhadap pembajak.
18 April 2011 Dalam rapat terbatas di Istana Bogor yang dipimpin Presiden diputuskan dua hal.
Pertama, selamatkan sandera terlebih dahulu.
Setelah itu, satuan tugas baru melakukan pengejaran terhadap pembajak.
Kedua, aksi pembebasan serentak terhadap sandera dilakukan dengan menguatkan pasukan yang terdiri dari 1 LPD, 1 helikopter, dan penambahan pasukan khusus dari Marinir, Kopassus, Kostrad, serta melibatkan Sandi Yudha.
21 April 2011 Pasukan tambahan diberangkatkan dari Jakarta menuju Somalia.
27 April 2011 Presiden kembali menggelar rapat khusus yang membahas upaya pembebasan Kapal MV Sinar Kudus beserta 20 ABK.
Dalam rapat tersebut kembali ditegaskan bahwa tim harus mengutamakan keselamatan ABK dalam melakukan penyelamatan.
Kedua, pelaksanaan penindakan militer terhadap pembajak Somalia.
Ketiga, setelah upaya pembebasan berhasil, Kapal MV Sinar Kudus akan dikawal menuju Oman.
28 April 2011 Rencana dropping uang tebusan dibatalkan. Pasalnya, pembajak Somalia menaikkan jumlah uang tebusan.
30 April 2011 Dropping uang tebusan dilakukan di atas Kapal MV Sinar Kudus.
Dropping dilakukan melalui helikopter. Setelah itu, para pembajak menghitung ulang jumlah tebusan yang tak disebutkan besarnya. Penghitungan uang berlangsung selama sekitar 20 jam.
1 Mei 2011 Setelah dipastikan bahwa tak ada lagi pembajak di Kapal MV Sinar Kudus, maka satuan tugas melakukan pengejaran terhadap pembajak.
Saat pengejaran, terjadi baku tembak antara satuan tugas dan pembajak.
Akibat aksi tersebut, 4 pembajak tertembak dan jatuh ke laut.
Satuan tugas pun menyita kapal cepat yang digunakan pembajak. Selain itu, satuan tugas juga melakukan sterilisasi kapal.
Satuan tugas memastikan tak ada bahan peledak di dalam Kapal MV Sinar Kudus.
Para Pemberani
Beberapa prajurit pemberani yang berhasil membebaskan sandera pada operasi tersebut mendapat penghargaan dari presiden waktu itu, Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain penghargaan, karir para prajurit tersebut juga melejit karena prestasinya.
Satu di antara prajurit yang ikut beraksi pada Operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus yakni Mayor Jenderal Suhartono yang kini merupakan Komandan Korps Marinir (Dankormar).
Mayor Jenderal TNI Suhartono resmi menerima tongkat komando kepemimpinan Korps Marinir.
Suhartono menjadi Komandan Korps Marinir (Dankormar) menggantikan Mayjen TNI Bambang Suswantono.
Upacara serah terima jabatan dilangsungkan di Lapangan Apel Bhumi Marinir Cilandak Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).
Sebelum menjadi Komandan Korps Marinir, Suhartono merupakan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Tapi tak banyak yang tahu, Suhartono ternyata merupakan satu di antara perwira TNI yang dikirimkan untuk operasi pembebasan sandera kapal Sinar Kudus yang dibajak oleh kawanan perompak Somalia.
Jenderal Marinir Bintang Dua ini lahir di Batang , 15 April 1966 dan terlibat dalam satgas pembebasan sandera di Somalia KM Sinar Kudus.
Suhartono tergabung dalam Satgas Muhibah Duta Samudra Somalia tahun 2011.
Waktu itu Suhartono berpangkat Kolonel dan merupakan Komandan Denjaka, Detasemen Jala Mangkara yang merupakan pasukan khusus dari Marinir yang bertugas untuk membebaskan kapal Sinar Kudus.
Denjaka merupakan satuan yang disebut-sebut sebagai pasukan paling handal untuk menangani teror yang dimiliki oleh TNI AL.
Jenderal yang kedua yakni Letjen Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Letjen TNI Doni Monardo menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru menggantikan Willem Rampangilei.
Letnan Jenderal TNI Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963; umur 55 tahun adalah seorang perwira tinggi TNI-AD.
Doni, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 ini berpengalaman dalam bidang infanteri.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi.
Doni Monardo yang pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di era Presiden SBY ini memulai karir di militer di kesatuan Para Komando Korps Baret Merah Kopassus dimulai tahun 1986.
Doni Monardo juga pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus.
Usai menjalani pendidikan Pasukan Khusus, Doni muda langsung diterjunkan ke palagan konflik Timor Timur.
Satu diantara misi yang melambungkan namanya yakni saat operasi pembebasan penyanderaan Kapal MV Sinar Kudus oleh para perompak Somalia.
Operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus merupakan sebuah operasi untuk membebaskan awak kapal MV Sinar Kudus yang disandera di Somalia.
Dalam pembebasan ini dibentuklah Satgas Merah Putih, Satuan tugas militer ini dibentuk untuk menyelamatkan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak secara milter.
Satgas melibatkan dua kapal fregat yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592 dan satu helikopter, “sea riders” dan LCVP.
Personel yang dikerahkan terdiri atas pasukan khusus dari Kopassus (Satuan 81/Penanggulangan Teror), Korps Marinir (Denjaka) dan Kopaska.
Operasi yang dinilai berhasil ini membuat Doni Monardo mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
(*)
Baca juga: Kopassus dan Misteri Lembah X di Papua, Berawal dari Temuan Potongan Kaki Anak Miliarder Amerika
Baca juga: Kisah 3 Menit Operasi Woyla, Kopassus Bebaskan Sandera dan Pramugari Pesawat Garuda di Thailand
Sosok Kolonel Amril Hairuman, Komandan Upacara HUT ke 80 RI Bukan Orang Biasa, Dia Anggota Kopassus |
![]() |
---|
KKB Papua Klaim Serang Anggota Brimob di Nabire Hingga Tewas: Luka di Kepala dan Wajah |
![]() |
---|
RAMBO dari Papua! Jejak Letda Purn Darius Bayani, Pantas Diberi Bintang Sakti oleh Presiden Prabowo |
![]() |
---|
ALASAN Presiden Prabowo Subianto Perkuat Militer: Bangsa yang Lemah Dibantai Tanpa Bantuan |
![]() |
---|
PEROMBAKAN Besar Kopassus: Ini Daftar 6 Grup Baru, Markas, dan Komandan Dilantik Prabowo Subianto |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.