Calon Menteri Prabowo Gibran

Siapa Meutya Hafid, Perempuan yang Datang ke Rumah Prabowo Dulu Pernah Disandera di Irak

Pada 18 Februari 2005, Meutya Hafidd an juru kamera Budiyanto diculik dan disandera oleh sekelompok bersenjata ketika sedang bertugas di Irak.

Editor: Content Writer
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Prabowo Subianto dan Meutia Hafid. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Seorang perempuan bernama Meutya Hafid dipanggil presiden terpilih Prabowo Subianto ke kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).

Dia disebut-sebut bakal menjadi menteri atau wakil menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Siapa sebenarnya Meutya Hafid dan apakah akan jadi calon menteri Prabowo Subianto.

Meutya Hafid merupakan politikus Partai Golkar.

Kedatangannya ini sama dengan sejumlah calon menteri saat Prabowo akan menentukan sosok menteri kabinetnya jelang pelantikan pada 20 Oktober 2024.

"Diundang terkait tugas tugas yang memang menjadi bidang saya, mungkin beliau mengajak kemudian memperkuat tim beliau," kata Meutya kepada wartawan.

Kendati demikian, Meutya enggan membeberkan permintaan Prabowo khususnya masuk dalam pemerintahan.

Dia hanya memberi kisi-kisi jika tugas yang dianggap Prabowo berat ini tidak jauh dari bidang yang dia geluti salah satunya yakni saat menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024.

"Nanti beliau yang umumkan tapi kurang lebih tak jauh jauh dari bidang saya," jelasnya.

"Saya mohon nanti doanya saya mohon dukungannya dari temen-temen media, karena tugasnya cukup beliau tadi sampaikan tugasnya cukup berat salah satu fokus beliau (Prabowo)" sambungnya.

Sosok Meutya Hafid

Nama lengkapnya Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.I.P. 

Perempuan yang lahir 3 Mei 1978, itu awalnya seorang wartawati yang kini menjadi politikus Indonesia. 

Sekarang, dia menjabat Anggota DPR-RI sejak 2010 menggantikan Burhanuddin Napitupulu yang meninggal dunia, mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara I.

Di DPR-RI, ia menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR sejak 2019. 

Meutya Hafid, sebelumnya bekerja sebagai jurnalis di Metro TV. Dia juga pembawa acara di beberapa acara televisi.

Tragedi Penyanderaan 

Pada 18 Februari 2005, Meutya dan rekannya juru kamera Budiyanto diculik dan disandera oleh sekelompok bersenjata ketika sedang bertugas di Irak. 

Kontak terakhir Metro TV dengan Meutya adalah pada 15 Februari, tiga hari sebelumnya. 

Mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Sebelum ke Irak, Meutya juga pernah meliput tragedi tsunami di Aceh.

Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri, yaitu 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak. 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun turut menyumbangkan tulisan untuk bagian pengantar dari buku ini. 

Selain presiden, beberapa tokoh lainnya pun menyumbangkan tulisannya yakni Don Bosco Selamun (Pemimpin Redaksi Metro TV 2004-2005) dan Marty Natalegawa (Mantan Juru Bicara Departemen Luar Negeri).

Riwayat Pendidikan Meutya Hafid

SD Negeri Menteng 02 (1984–1990)

SMP Negeri 1 Jakarta (1990–1993)

Crescent Girl's School (1994–1997)

S-1 Universitas New South Wales (1997–2001)

S-2 Universitas Indonesia (2015–2018)

Organisasi

Wakil Ketua Umum Bidang Polhukam dan MPO DPP Ormas MKGR (2020 - sekarang)

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar (2019 - sekarang)

Wakil Ketua Dewan Pakar Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) (2019 - sekarang)

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf Amin (2018 - 2019)

Koordinator Bidang Hukum, HAM, Kebijakan Publik dan Kerjasama Publik Kesatuan Perempuan Partai Golkar (2016-2021)

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Partai Golkar (2016-2019)
Ketua Bidang Strategi Opini dan Propaganda Ormas MKGR (2015-2020)

Selain Meutya, Prabowo juga memanggil sejumlah tokoh lain ke kediamannya hari ini. 

Dari catatan yang ada, sudah sekitar 49 orang yang dipanggil oleh Prabowo.

Selain ini, pada Selasa (15/10), Prabowo Subianto masih memanggil pada calon menterinya.

Daftar 49 tokoh yang dipanggil Prabowo Subianto untuk duduk di Kabinet Prabowo-Gibran: 

Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi 

Wakil Ketua Umum Gerindra, Sugiono

Istri mantan Direktur Utama Indika Energy Wishnu Wardhana, Widiyanti Putri Wardhana

Pegiat HAM, Natalius Pigai 

Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon

Politikus Golkar, Nusron Wahid

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf 

Politikus Partai Gerindra, Maruarar Sirait

Politikus PKB, Abdul Kadir Karding

Wakil Ketua Umum Golkar, Wihaji

Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya 

Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono

Sekretaris Pusat Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi 

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian 

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan

Akademisi Satryo Soemantri Brodjonegoro

Akademisi, Yassierli

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra 

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia 

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

Wakapolri Komjen Agus Andrianto

Wamen Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Raja Juli Antoni

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno

Penjabat Gubenur Papua Tengah, Ribka Haluk

Politikus Demokrat, Iftitah Sulaeman

Politikus Golkar, Maman Abdurrahman

Akademisi Prof Rachmat Pambudy

Sekjen Menteri Perdagangan, Budi Santoso

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono

Sekjen Kementerian PUPR, Raden Dodi Priyono

Dirjen Planologi KLHK, Hanif Faisol Nurofiq

Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin

Imam Besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman 

Menteri BUMN, Erick Thohir

Menpora, Dito Ariotedjo

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin 

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto 

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Mantan Istri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Veronica Tan

Dewan Komisaris PLN, Dudy Purwagandhi

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas 

Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan Donny Ermawan Taufanto

Menteri Investasi/BKPM, Rosan Roeslani

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra.

Politikus Golkar Meutya Hafid

(*)

Baca juga: Daftar 16 Menteri Jokowi yang Dipanggil Prabowo Subianto, Jadi Calon Menteri?

Baca juga: Veronica Tan Dipanggil ke Rumah Prabowo, Eks Istri Ahok Jadi Menteri atau Wakil Menteri Apa?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved