Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penemuan Kerangka di SD Bali, Diduga Tulang Manusia

SD Negeri 3 Banjar Tegal, Buleleng, saat ini sedang menjalani proyek revitalisasi sekolah. Namun, proyek ini dikejutkan oleh penemuan tulang ...

Editor: Nurlailis
ist
Penemuan Kerangka di SD Bali 

TRIBUNJAMBI.COM - SD Negeri 3 Banjar Tegal, Buleleng, saat ini sedang menjalani proyek revitalisasi sekolah. 

Namun, proyek ini dikejutkan oleh penemuan tulang yang diduga milik manusia ketika pekerja bangunan menggali tanah untuk pembuatan fondasi cakar ayam pada Senin, 14 Oktober 2024. 

Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WITA, ketika pekerja bangunan menemukan tulang sekitar satu meter di bawah bangunan lama.

Baca juga: 3 Fakta Kebakaran di Gunung Agung Bali, 2 Pendaki WNA Sempat Terjebak

Kepala Dinas Pendidikan Buleleng, Made Astika, menjelaskan bahwa seorang pekerja yang berpengalaman sebagai tukang gali kubur mengonfirmasi bahwa temuan itu merupakan tulang manusia.

“Tulang ditemukan sekitar satu meter di bawah bangunan lama. Diperkirakan ini adalah kerangka manusia,” ujar Made Astika. 

Namun, ia menambahkan bahwa identifikasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah benar itu tulang manusia. 

"Tulang yang ditemukan diduga antara tulang kaki atau tulang pinggul. Kami belum menemukan tengkorak."

Pihak kepolisian pun segera dikerahkan ke lokasi setelah laporan ini diterima oleh Kapolsek Kota Singaraja.

Tim Inafis dari Polres Buleleng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa tulang yang kondisinya tidak utuh ke RSUD Buleleng untuk identifikasi lebih lanjut.

Baca juga: 4 Fakta Windi Menyamar Jadi Laki-Laki Demi Bertahan Hidup, Ditinggalkan Orangtua Sejak Kecil

Kapolsek Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan, menjelaskan bahwa penemuan tulang terjadi saat seorang pekerja bernama Muhammad Taufikurahman bersama ayahnya Zainullah menggali tanah untuk fondasi. 

Ketika menggali, mereka merasakan tanah yang lebih lembek dan akhirnya menemukan tulang yang diduga kerangka manusia.

Menurut Kompol Made Agus, kondisi tulang tampak lapuk dan sudah tua, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah tulang tersebut benar milik manusia atau memiliki kaitan dengan peristiwa masa lampau. 

"Kami masih kumpulkan data untuk memastikan hal ini," ujarnya.

Proyek revitalisasi sementara dilanjutkan di area lain, kecuali area tempat penemuan tulang yang dihentikan untuk sementara waktu. 

Astika menegaskan bahwa penggalian akan dilanjutkan setelah proses identifikasi dan evakuasi selesai. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved